Cegah DBD dengan Fogging di Krangkeng! TNI dan Petugas Kesehatan Bersinergi

Upaya Pencegahan DBD di Desa Srengseng, Kabupaten Indramayu

Di tengah meningkatnya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayah Kabupaten Indramayu, berbagai upaya pencegahan terus dilakukan oleh pihak terkait. Salah satunya adalah kegiatan penyemprotan fogging atau pengasapan yang dilaksanakan di lingkungan permukiman warga Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, pada Rabu 6 Mei 2026.

Kegiatan ini dilakukan oleh tim dari Puskesmas Krangkeng bersama aparat kewilayahan sebagai langkah antisipatif dalam mencegah berkembangnya nyamuk penyebab DBD. Penyemprotan difokuskan di Blok Bencirong RT 18 RW 06, yang menjadi salah satu titik rawan penyebaran penyakit tersebut.

Beberapa unsur penting turut hadir dalam kegiatan ini, seperti Babinsa setempat, Serka Muksin, serta Bhabinkamtibmas Aipda Demi S. Selain itu, kegiatan juga melibatkan petugas P2BB, Ramada, operator fogging Irwandi, serta perangkat lingkungan seperti Ketua RW Walim dan Ketua RT Kojim.

Pelaksanaan fogging dilakukan secara menyeluruh di area permukiman warga, termasuk saluran air, pekarangan rumah, serta titik-titik yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Langkah ini diharapkan mampu menekan populasi nyamuk Aedes aegypti yang menjadi penyebab utama DBD.

Babinsa Serka Muksin menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara TNI, Polri, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menjaga kesehatan lingkungan. Ia juga mengimbau warga untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah pencegahan jangka panjang.

“Fogging ini penting, tapi yang lebih utama adalah kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan, seperti tidak membiarkan genangan air yang bisa menjadi tempat berkembang biak nyamuk,” ujarnya.

Selain fogging, warga juga diingatkan untuk rutin melakukan gerakan 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur barang bekas yang berpotensi menampung air. Langkah ini dinilai efektif dalam memutus rantai penyebaran DBD.

Kegiatan penyemprotan berlangsung sejak pukul 08.00 WIB hingga selesai dengan situasi yang aman dan lancar. Warga pun menyambut baik kegiatan tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kesehatan masyarakat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan potensi penyebaran DBD di wilayah Desa Srengseng dapat ditekan, sehingga masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih aman dan nyaman. Sinergi lintas sektor seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman penyakit menular.

Keterlibatan Masyarakat dalam Pencegahan DBD

Pencegahan DBD bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau lembaga kesehatan, tetapi juga tugas seluruh masyarakat. Dalam kegiatan penyemprotan fogging ini, partisipasi aktif masyarakat sangat penting. Mereka diajak untuk ikut berperan dalam menjaga lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan oleh masyarakat antara lain:

  • Membersihkan lingkungan rumah secara rutin
  • Menguras bak mandi dan tempat penampungan air secara berkala
  • Menutup wadah yang bisa menampung air
  • Mengubur barang bekas yang tidak digunakan lagi

Langkah-langkah ini tidak hanya membantu mengurangi risiko penyebaran DBD, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman bagi semua anggota keluarga.

Pentingnya Kesadaran Masyarakat

Meskipun kegiatan penyemprotan fogging dilakukan secara berkala, hal ini tidak cukup untuk sepenuhnya menghilangkan ancaman DBD. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sangat krusial. Setiap individu harus memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan sekitar agar tidak menjadi tempat berkembang biak nyamuk.



Tindakan sederhana seperti membersihkan halaman rumah atau menguras bak mandi bisa menjadi langkah awal yang efektif dalam mencegah penyebaran DBD. Dengan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan penyakit ini dapat diminimalisir dan bahkan diberantas.

Kepedulian Pemerintah Terhadap Kesehatan Masyarakat

Kegiatan penyemprotan fogging ini menunjukkan betapa pentingnya peran pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat. Dengan adanya inisiatif seperti ini, masyarakat merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada warga tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah penyebaran penyakit.



Pemerintah terus berupaya untuk memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat, baik melalui kegiatan penyemprotan fogging maupun edukasi tentang pencegahan penyakit. Dengan semangat kerja sama yang kuat, diharapkan kondisi kesehatan masyarakat akan terus meningkat dan penyakit menular seperti DBD dapat ditekan secara efektif.

Pos terkait