Celine Evangelista: Sosok Misterius Buto Ijo Penunggu Rumah

JAKARTA,
– Dunia perfilman horor Indonesia kembali diramaikan dengan kehadiran film terbaru berjudul “Penunggu Rumah: Buto Ijo”. Film yang disutradarai oleh Achmad Romie ini menghadirkan kisah legendaris Timun Mas dalam balutan horor modern yang mencekam. Salah satu bintang utama dalam film ini adalah Celine Evangelista, yang memerankan karakter bernama Srini.

Tantangan Akting Celine Evangelista sebagai Srini

Bagi Celine Evangelista, perannya sebagai Srini dalam “Penunggu Rumah: Buto Ijo” memberikan tantangan akting yang unik dan mendalam. Srini digambarkan sebagai seorang perempuan misterius yang hidup bersama seorang anak. Kesulitan utama yang dihadapi Celine adalah minimnya dialog dalam naskah yang harus ia bawakan. Hal ini menuntutnya untuk lebih mengandalkan ekspresi non-verbal, terutama melalui tatapan mata, untuk menyampaikan emosi dan kedalaman karakter Srini.

“Setiap peran, dialog, dan adegan itu harus dibangkitkan,” ujar Celine saat ditemui di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. Ia menambahkan, “Iya, di setiap adegan itu kan bukan hanya dialog yang harus kita perdalam, bukan hanya chemistry dan perasaan yang kita bangkitkan, tapi juga ekspresi yang harus menunjukkan chemistry itu sendiri. Kadang tanpa dialog, kita juga harus bisa berbicara lewat ekspresi tatapan mata.”

Peran yang membutuhkan banyak gestur dan ekspresi tanpa kata ini menjadi ujian bagi Celine untuk benar-benar ‘menghidupkan’ sosok Srini. Ia harus mampu menyampaikan segala kerumitan emosi, ketakutan, dan perjuangan Srini hanya melalui sorot matanya, tanpa bisa mengandalkan dialog untuk menjelaskan situasinya.

Kolaborasi di Balik Layar

Meskipun dihadapkan pada tantangan akting yang cukup berat, Celine merasa terbantu oleh kehadiran sutradara dan para pemain lainnya. Kolaborasi yang baik di antara tim produksi menjadi kunci penting dalam mewujudkan visi film.

“Sebagai pemain, kita harus bisa menyampaikan apa yang diinginkan sutradara dan penulis dalam karyanya, lalu menyampaikannya dari segi akting,” jelas Celine. Dukungan dari sutradara Achmad Romie dan rekan-rekan sesama aktor memungkinkan Celine untuk lebih mendalami karakternya dan memberikan penampilan terbaiknya.

Sinopsis “Penunggu Rumah: Buto Ijo”

Film “Penunggu Rumah: Buto Ijo” mengambil inspirasi dari kisah Timun Mas yang sangat populer di Indonesia, namun diceritakan kembali dengan sentuhan horor kontemporer yang lebih gelap dan menegangkan.

Cerita berpusat pada Srini, seorang janda yang hidup berdua dengan anaknya. Kehidupan mereka yang awalnya tenang mulai terusik ketika sosok raksasa yang dikenal sebagai Buto Ijo mulai meneror menjelang ulang tahun keenam sang anak. Dalam keputusasaannya mencari perlindungan, Srini memutuskan untuk menghubungi Ali, mantan kekasihnya. Ali kini berprofesi sebagai seorang konten kreator yang sering melakukan uji nyali di tempat-tempat angker.

Bersama adiknya, Lana, yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi, Ali setuju untuk membantu Srini. Namun, bantuan mereka berujung pada situasi yang semakin kelam. Kehadiran sosok Buto Ijo semakin nyata dan mulai menampakkan diri di hadapan Ali. Teror demi teror mulai menghantui, perlahan mengungkap rahasia kelam yang tersembunyi di dalam rumah tersebut. Lebih dari itu, film ini akan membuka tabir misteri mengenai jati diri Buto Ijo dan perannya sebagai pembawa malapetaka.

Inovasi dalam Genre Horor Indonesia

Produser sekaligus salah satu pemain dalam film ini, Gandhi Fernando, menegaskan bahwa “Penunggu Rumah: Buto Ijo” ingin menawarkan sesuatu yang berbeda dari kebanyakan film horor Indonesia. Ia melihat potensi besar dalam mengadaptasi cerita rakyat yang sudah dikenal luas menjadi sebuah karya horor modern yang segar.

“Kita semua pasti tahu kisah Timun Mas dan Buto Ijo yang sangat legendaris. Waktu kecil kita membaca atau sekadar didongengkan. Nah, film ini mengemas cerita tersebut dalam versi horor modern yang lebih mencekam dan kelam, tetapi ruh cerita Timun Mas tetap tidak menghilang. Tentu ini belum pernah diangkat di film-film Indonesia sebelumnya,” ujar Gandhi.

Pendekatan ini diharapkan mampu menarik perhatian penonton dengan menawarkan nostalgia cerita rakyat yang dipadukan dengan sensasi horor yang lebih intens dan narasi yang lebih kompleks.

Deretan Bintang dalam Film

Selain Celine Evangelista yang memegang peran sentral sebagai Srini, “Penunggu Rumah: Buto Ijo” juga didukung oleh jajaran aktor dan aktris berbakat lainnya. Film ini dibintangi oleh Meryem Hasanah, Gandhi Fernando sendiri, Valerie Thomas, Adnan Djani, Pratito Wibowo, dan Arie Dwi Andhika. Kehadiran para aktor ini diharapkan dapat memperkaya kualitas akting dan daya tarik film secara keseluruhan.

Film “Penunggu Rumah: Buto Ijo” dijadwalkan akan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai tanggal 15 Januari 2026. Para penggemar genre horor diharapkan dapat menantikan kehadiran film ini yang menjanjikan kombinasi kisah klasik dengan nuansa horor modern yang menegangkan.

Pos terkait