Detik-detik Maut Adik Tusuk Kakak di Semarang, Awalnya Mabuk Bersama Teman

Tragedi Berdarah di Kampung Bedas Utara, Semarang

Peristiwa tragis terjadi di Kampung Bedas Utara, Semarang, Jawa Tengah, yang mengakibatkan seorang adik menusuk kakak kandungnya hingga meninggal dunia. Kejadian ini menimbulkan duka mendalam bagi keluarga dan warga setempat.

Muhammad Zul Husni (27), korban tewas dalam peristiwa tersebut, meninggalkan kekosongan yang sangat dalam di hati keluarganya. Sementara itu, adiknya, Azzidani (18), kini harus menjalani proses hukum sebagai pelaku penusukan. Sang ayah, Muhammad Aenanto, mengaku masih terpukul akibat kehilangan satu anak dan harus menghadapi kenyataan bahwa anak lainnya menjadi pelaku.

Kehilangan Dua Anak

Kasus ini tidak hanya menjadi pukulan berat bagi keluarga, tetapi juga memicu pertanyaan tentang konflik dalam keluarga yang bisa berujung pada tragedi. Menurut Aenanto, kejadian ini bukan sekadar kehilangan satu anak, tetapi juga melibatkan dua anaknya dalam situasi yang sangat menyedihkan.

“Korban itu anak saya, dan yang pelaku juga anak saya,” ujar Aenanto kepada Tribunjateng.com. Ia mengungkapkan bahwa saat ini keluarga masih dalam fase duka yang mendalam dan belum mampu memikirkan langkah jangka panjang.

Aenanto memiliki empat orang anak, tiga laki-laki dan satu perempuan. Korban merupakan anak pertama, sementara pelaku adalah anak ketiga. Anak kedua laki-laki, sedangkan anak bungsu perempuan yang masih duduk di bangku kelas enam SD.

Harapan Jadi Pelajaran

Meskipun kehilangan anak sulungnya, Aenanto tetap menunjukkan kasih seorang ayah kepada pelaku yang kini harus menjalani proses hukum. Ia berharap hukuman terhadap anak ketiganya bisa diringankan, dengan pertimbangan usia dan agar menjadi pembelajaran ke depan.

“Harapan saya, anak saya yang sekarang ditahan itu, hukumannya bisa diringankan. Supaya ini jadi pembelajaran, supaya tidak mengulangi lagi,” harap Aenanto. Ia juga berharap anaknya bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik, terutama dalam bersikap terhadap orang lain.

Kronologi Peristiwa

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Sabtu (25/4/2026) sekitar pukul 00.03 WIB di Jalan Kakap, Kelurahan Kuningan, Kecamatan Semarang Utara. Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, menjelaskan bahwa kejadian bermula saat korban dan pelaku tengah berkumpul bersama rekan-rekannya sambil mengonsumsi minuman keras.

“Jadi mereka ini lagi kumpul-kumpul, minum, ada alkohol juga. Nah, ada omongan kakaknya yang membuat adiknya kurang berkenan,” kata AKBP Andika. Ucapan yang memicu ketersinggungan itu kemudian berkembang menjadi cekcok. Namun, situasi tidak langsung mereda.

Berdasarkan keterangan saksi, pelaku sempat meninggalkan lokasi, pulang ke rumah, lalu kembali dengan membawa sebilah pisau kecil. Setelah kembali, pelaku mencari korban yang masih berada di lokasi. Saat bertemu, pelaku langsung mengejar kakaknya. Korban sempat berusaha menghindar, namun pelaku menusukkan pisau ke bagian punggung korban.

Luka tusuk sedalam sekitar 5,5 sentimeter itu menjadi fatal. Korban terkapar di jalan sebelum akhirnya ditolong warga dan dilarikan ke RS Pantiwilasa dr. Cipto Semarang. Namun nyawanya tak tertolong. “Sempat dibawa ke rumah sakit, meninggal di rumah sakit,” kata Kasatreskrim.

Proses Hukum Berjalan

Polisi bergerak seusai kejadian. Beberapa jam kemudian, pelaku diamankan dan langsung ditetapkan sebagai tersangka. Barang bukti berupa sebilah pisau yang digunakan dalam penusukan juga telah disita. Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif.

Kasus itu kini ditangani oleh Polrestabes Semarang bersama Polsek Semarang Utara untuk proses hukum lebih lanjut, termasuk pendalaman terkait konsumsi alkohol dan kondisi psikologis pelaku saat kejadian.

Pos terkait