Kepala BGN Diganti, Yahya Zaini Minta Perbaikan Tata Kelola MBG untuk Kurangi Insiden

Penunjukan Nanik S. Deyang sebagai Kepala BGN: Harapan dan Tantangan yang Menghadang

Wakil Ketua Komisi IX, Yahya Zaini, menyambut baik keputusan Presiden Prabowo Subianto dalam menunjuk Nanik S. Deyang sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Menurutnya, pergantian kepemimpinan ini menjadi momen penting untuk membenahi kinerja BGN, terutama dalam mengelola program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Yahya menilai bahwa Nanik S. Deyang merupakan sosok yang sangat tepat untuk memimpin BGN. Pengalamannya yang intensif dalam melakukan pengawasan langsung ke berbagai daerah membuatnya memahami seluk-beluk, dinamika, serta hambatan riil yang dihadapi program MBG di tingkat lapangan.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa tugas berat sudah menanti Kepala BGN yang baru. Untuk memastikan program prioritas ini berjalan efektif dan berdampak nyata bagi pemenuhan gizi masyarakat, terdapat tiga tantangan utama yang perlu segera dibenahi.

1. Perbaikan Tata Kelola Anggaran dan Operasional

Salah satu aspek yang perlu diperbaiki adalah transparansi dan akuntabilitas tata kelola keuangan serta manajemen distribusi. Program MBG menyerap anggaran negara yang sangat besar, sehingga akurasi data penerima manfaat dan efisiensi rantai pasok dari pusat hingga ke daerah harus dipastikan bebas dari kebocoran.

2. Penegakan Disiplin dan Standardisasi Ketat

Faktor kedua yang perlu dibenahi adalah penegakan disiplin dan standardisasi ketat. BGN perlu memperketat implementasi Standard Operating Procedure (SOP) di setiap unit penyedia makanan. Pengawasan berkala tidak boleh kendor.

Belajar dari beberapa insiden keracunan makanan yang sempat terjadi di lapangan, penegakan disiplin higienitas dan kualitas bahan baku menjadi harga mati demi mencapai target zero accident.

3. Penguatan Koordinasi Lintas Sektor dan Pemerintah Daerah

Faktor krusial yang tak kalah penting adalah penguatan koordinasi lintas sektor dan pemerintah daerah. Menurut Yahya, ego sektoral sering kali menjadi titik lemah yang menghambat program skala nasional.

Kepala BGN yang baru dituntut untuk meningkatkan komunikasi sinergis dengan kementerian, lembaga terkait seperti Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan, serta Pemerintah Daerah (Pemda). Sinergi ini sangat krusial, terutama dalam fungsi pengawasan terpadu di lapangan yang selama ini dinilai masih longgar.

Masyarakat kini menaruh harapan besar di bawah kepemimpinan Nanik S. Deyang. Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana beserta dua wakil yakni Lodewijk Pusung dan Sony Sanjaya.

Hal itu disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

“Pada hari ini, Selasa tanggal 2 Juni tahun 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional. Yang pertama adalah saudara Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional. Yang kedua, saudara Lodewijk Pusung sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional. Yang ketiga, saudara Sony Sanjaya sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional,” kata Prasetyo.

Presiden lalu mengangkat Nanik S Deyang sebagai Kepala BGN dan Agustina Arumsari serta Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru.


Pos terkait