Kekerasan di SPBU Palembang, Seorang Sopir Truk Tewas Dikeroyok dan Ditusuk
Sebuah kejadian tragis terjadi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan Noerdin Panji, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang. Seorang sopir truk bernama Yepran Firmansyah (38 tahun) meninggal dunia setelah dikeroyok dan ditusuk oleh sekelompok orang. Peristiwa ini terjadi pada Kamis (2/6/2026) sekitar pukul 21.30 WIB.
Awal Peristiwa
Yepran Firmansyah, yang merupakan warga Kompleks BSA Jalan Tanjung Api-Api, Kelurahan Talang Keramat, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin, sedang mengantre bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU tersebut sekitar pukul 21.15 WIB. Saat itu, sebuah kendaraan diduga milik pelaku menyerobot antrean. Korban kemudian menegur pelaku, namun teguran itu memicu pertengkaran.
Perkelahian terjadi di pintu keluar SPBU, tetapi akhirnya dilerai oleh sesama sopir yang berada di lokasi. Setelah kejadian itu, pelaku meninggalkan lokasi. Namun, sekitar 30 menit kemudian, pelaku kembali bersama sekitar tujuh orang rekannya menggunakan sepeda motor.
Serangan dan Kematian Korban
Saat tiba di lokasi, kelompok tersebut langsung menyerang dan mengeroyok korban menggunakan senjata tajam. Yepran berusaha menyelamatkan diri dengan mengemudikan truknya dan meninggalkan lokasi. Namun, para pelaku terus mengejar korban.
Saat truk berada di seberang SPBU, korban yang mengalami luka parah kehilangan kesadaran sehingga kendaraan yang dikemudikannya menabrak dan berhenti dengan sendirinya. Meski korban sudah tidak berdaya, para pelaku diduga masih melakukan penyerangan sebelum akhirnya meninggalkan lokasi kejadian.
Warga dan sesama sopir yang melihat korban bersimbah darah kemudian membawanya ke RS Myria Palembang. Namun setibanya di rumah sakit, korban dinyatakan meninggal dunia.
Luka yang Dialami Korban
Korban mengalami sejumlah luka tusuk pada bagian dada, rusuk, punggung, dan lengan kanan. Kapolsek Sukarami Kompol Alex Andriyan membenarkan adanya kejadian tersebut. “Benar terjadi peristiwa tersebut. Dari keterangan saksi di lokasi, pelaku berjumlah sekitar tujuh orang,” ujar Alex saat dikonfirmasi.
Menurutnya, peristiwa bermula dari perselisihan akibat antrean BBM yang kemudian berujung pada dugaan pengeroyokan menggunakan senjata tajam. Saat ini, anggota Polsek Sukarami bersama tim Reskrim dan Polrestabes Palembang masih melakukan penyelidikan serta memburu para pelaku yang terlibat dalam kejadian tersebut.
Penyelidikan dan Pencarian Pelaku
Polisi masih memburu para pelaku yang terlibat dalam kejadian ini. Mereka juga sedang mengumpulkan bukti-bukti dan keterangan dari saksi-saksi yang ada di lokasi kejadian. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama para pengemudi truk yang sering kali harus antre untuk mengisi bahan bakar.
Dalam situasi seperti ini, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga keselamatan diri. Selain itu, pihak berwajib diharapkan dapat segera menangani kasus ini dengan cepat dan tegas agar kejadian serupa tidak terulang lagi.






