Upaya Pencarian Pelajar yang Tenggelam di Pantai Bonggo Terus Dilakukan
Tim Search and Rescue (SAR) gabungan masih mengerahkan segala upaya untuk menemukan Seldjun Oktaria, seorang pelajar dari SMKN 5 Sarmi, yang dilaporkan tenggelam saat berenang di Pantai Bonggo. Pencarian ini melibatkan personel dari Polsek Bonggo bersama dengan partisipasi aktif dari masyarakat setempat.
Kapolres Sarmi, AKBP Ruben Palayukan, mengonfirmasi bahwa operasi pencarian terus berlangsung dengan fokus pada area sekitar Pantai Bonggo. Korban, Seldjun Oktaria, dilaporkan hilang pada hari Kamis, 1 Januari 2026, ketika ia sedang berenang bersama beberapa temannya di Pantai Tarontah, yang juga dikenal sebagai Muara Kali Dormas, di Kampung Taronta, Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi.
Menurut laporan yang diterima, sebelum dinyatakan tenggelam dan hilang, korban sempat mengeluarkan teriakan minta tolong. Kejadian tragis ini terjadi di tengah aktivitas berenang bersama teman-temannya.
AKBP Ruben Palayukan menjelaskan lebih lanjut mengenai kronologi kejadian. Disebutkan bahwa salah satu teman korban, bernama Adli Kawena, sempat berusaha memberikan pertolongan. Adli sempat berhasil memegang korban dan berupaya membawanya ke tepi pantai. Namun, upaya penyelamatan tersebut terhalang oleh ombak besar yang tiba-tiba menghantam, menyebabkan pegangan Adli terlepas dari korban.
Setelah korban terlepas, Adli Kawena dengan sigap melakukan penyelaman untuk mencari temannya yang telah menghilang di bawah permukaan air. Sayangnya, meskipun telah berusaha keras, korban sudah tidak terlihat lagi.
Tantangan Pencarian di Tengah Kondisi Perairan
Pihak kepolisian telah mengambil langkah koordinasi yang intensif dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sarmi. Selain itu, kerja sama dengan masyarakat setempat juga sangat krusial dalam melanjutkan operasi pencarian secara intensif.
Kondisi perairan di lokasi kejadian menjadi salah satu tantangan utama dalam upaya pencarian ini. AKBP Ruben Palayukan menekankan bahwa saat ini perairan di Pantai Bonggo dilaporkan berombak cukup tinggi. Selain itu, di area muara sungai terdapat arus yang cukup kuat. Kondisi ini menuntut kewaspadaan tinggi dari seluruh personel SAR yang bertugas, mengingat potensi bahaya yang mengintai.
Tim SAR gabungan terus berupaya keras untuk menyisir area yang dicurigai sebagai lokasi terakhir korban terlihat. Berbagai metode pencarian, termasuk penyelaman dan penyisiran di sepanjang garis pantai, terus dilakukan. Dukungan dari masyarakat setempat, yang memiliki pengetahuan mendalam tentang kondisi geografis dan perairan di wilayah tersebut, sangat membantu dalam mengarahkan upaya pencarian.
Pencarian ini tidak hanya melibatkan aparat kepolisian dan BPBD, tetapi juga relawan dari berbagai elemen masyarakat yang prihatin atas musibah yang menimpa keluarga korban. Semangat gotong royong dan kepedulian sosial terlihat jelas dalam operasi kemanusiaan ini.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama yang beraktivitas di sekitar pantai, untuk selalu berhati-hati dan mematuhi peringatan keselamatan yang dikeluarkan oleh pihak berwenang. Keselamatan harus menjadi prioritas utama, terutama ketika beraktivitas di perairan yang memiliki kondisi cuaca dan arus yang tidak menentu.
Upaya pencarian diharapkan segera membuahkan hasil, dan tim SAR gabungan terus bekerja tanpa kenal lelah demi menemukan Seldjun Oktaria. Doa dan dukungan dari masyarakat luas diharapkan dapat memberikan kekuatan bagi tim SAR dalam menjalankan tugas mulia ini.






