Dugaan Penipuan Suami Boiyen: Rugikan Rp400 Juta, Fakta Terungkap

Suami artis Boiyen, Rully Anggi Akbar (RAA), tengah menjadi sorotan publik terkait dugaan kasus penipuan dan penggelapan dana yang merugikan sejumlah pihak. Angka kerugian yang timbul dari praktik ini dilaporkan cukup signifikan, diperkirakan mencapai angka mendekati Rp400 juta.

Rincian Kerugian dan Modus Operandi

Pernyataan mengenai besaran kerugian ini disampaikan langsung oleh kuasa hukum para korban, Santo Nababan. Menurut keterangannya, nilai total dari proposal investasi yang ditawarkan oleh RAA berkisar di atas Rp300 juta, bahkan ada yang mendekati Rp400 juta. Santo menjelaskan hal ini saat ditemui di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, pada hari Selasa, 30 Desember 2025.

Kasus ini berawal pada tahun 2023, ketika RAA mulai menawarkan sebuah peluang investasi di bidang usaha makanan yang dikenal dengan nama “Sateman Indonesia”. Para korban tergiur dengan tawaran tersebut dan memutuskan untuk menanamkan modal awal. Salah satu korban dilaporkan telah menginvestasikan dana sebesar Rp200 juta. Investasi ini dilakukan setelah RAA menyajikan berbagai janji keuntungan yang menarik.

Awalnya, pembayaran keuntungan dari investasi tersebut sempat berjalan lancar. Namun, pembayaran tersebut hanya berlangsung dalam beberapa kali transaksi saja. Setelah periode awal tersebut, keuntungan yang dijanjikan tidak lagi diterima oleh para korban. Lebih parah lagi, pendapatan dari usaha “Sateman Indonesia” dilaporkan mengalami penurunan drastis.

Dugaan Penipuan dan Penggelapan

Santo Nababan menilai bahwa kondisi penurunan pendapatan yang tiba-tiba ini sangat janggal, terutama jika dibandingkan dengan potensi keuntungan besar yang digambarkan dalam proposal investasi. Menurutnya, penurunan pendapatan yang mendadak ini menimbulkan dugaan kuat adanya permasalahan sejak awal penawaran investasi. Dugaan ini kini sedang dalam proses kajian secara hukum.

“Dari situ kami melihat ada indikasi penipuan dan penggelapan,” tegas Santo.

Tim kuasa hukum korban telah berupaya mengumpulkan sejumlah bukti yang relevan. Bukti-bukti ini dipersiapkan untuk digunakan apabila perkara ini berlanjut ke jalur pidana. Meskipun demikian, Santo menegaskan bahwa pihaknya masih memberikan kesempatan kepada RAA untuk melakukan penyelesaian secara kekeluargaan. Namun, kesempatan ini memiliki batas waktu yang jelas.

Langkah Hukum dan Pesan Moral

Jika kerugian yang dialami para korban tidak segera diganti, maka proses hukum akan ditempuh. Jalur pidana disebut sebagai langkah awal yang akan diambil oleh tim kuasa hukum. Kasus ini menjadi perhatian publik, terlebih karena nominal kerugian yang terbilang besar dan melibatkan suami dari seorang figur publik.

Santo Nababan menekankan bahwa pihaknya tidak memiliki motif lain selain menuntut keadilan. Fokus utama mereka adalah pengembalian hak-hak klien yang telah dirugikan. Ia berharap agar kasus ini dapat menjadi pelajaran berharga, terutama bagi masyarakat luas, mengenai pentingnya bersikap hati-hati dan melakukan riset mendalam sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Kehati-hatian dalam memilih instrumen investasi sangat krusial untuk menghindari kerugian serupa.

Pos terkait