Sektor peternakan ayam dan unggas kini menjadi fokus utama dalam rencana investasi besar-besaran yang sedang dipertimbangkan oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara. Dana sebesar Rp 20 triliun disiapkan untuk memodernisasi sektor hulu peternakan, yang bertujuan mendukung upaya pemerintah mencapai swasembada protein nasional. Rencana ini dianggap penting sebagai bagian dari program ketahanan pangan, terutama dalam rangka menghadapi implementasi Program Makan Bersama Gratis (MBG) yang membutuhkan pasokan protein yang cukup.
Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengonfirmasi bahwa rencana investasi tersebut saat ini masih dalam tahap kajian. Ia menegaskan bahwa langkah ini akan diikuti dengan pengambilan keputusan bersama (SKB) oleh menteri terkait, terutama dalam konteks menjaga stabilitas pangan. “Ini juga akan dikaji, nanti tentu akan ada juga SKB yang akan dikeluarkan oleh menteri terutama untuk ketahanan pangan dan apalagi dengan MBG kita membutuhkan banyak protein,” ujarnya.
Sayangnya, Dony belum dapat memberikan detail lebih lanjut mengenai rencana investasi tersebut karena masih dalam proses evaluasi. Namun, ia menekankan bahwa Danantara sebagai korporasi akan melakukan perhitungan bisnis yang matang sebelum melaksanakan rencana ini. “Danantara tentu saja sebagai korporasi akan mengkaji dengan baik dan akan melaksankan ini sesuai dengan kaidah korporasi yang baik,” tegasnya.
Terkait kapan investasi sebesar Rp 20 triliun ini akan mulai direalisasikan, Dony menyebutkan bahwa prosesnya akan dipercepat setelah seluruh kajian selesai. “Ini sedang dikaji, mungkin sesegera mungkin,” tambahnya.
Sebelumnya, BPI Danantara juga telah merencanakan investasi besar-besaran senilai Rp 371 triliun untuk program hilirisasi pertanian. Pemerintah berkomitmen untuk fokus pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan hortikultura. Tujuan utama dari program ini adalah menciptakan sekitar 8 juta tenaga kerja.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menjelaskan bahwa investasi ini akan difokuskan pada hilirisasi sektor pertanian. “Total rencana Rp 371 triliun kita investasi sektor pertanian, pangan, peternakan, hortikultura, dan perkebunan. Pra-FS (studi kelayakan) akan diselesaikan dalam waktu singkat dan diserahkan Danantara. Tadi kita sudah sepakati semua prinsipnya dan kita percepat,” kata Amran dalam keterangan resminya.
Selain investasi Rp 371 triliun, pemerintah juga menyiapkan dana khusus sebesar Rp 20 triliun untuk memperkuat pasokan ayam dan telur nasional. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan produksi dan mendukung program MBG. “Kita akan buat seluruh Indonesia untuk menyuplai Badan Gizi Nasional (BGN). Kita menyuplai, jangan sampai telur dan ayamnya ke depan shortage atau kekurangan. Jadi kita siapkan dari sekarang,” terangnya.
Rencana investasi ini menunjukkan komitmen pemerintah dan BPI Danantara dalam memastikan ketersediaan pangan yang stabil dan berkelanjutan. Dengan pendekatan modernisasi sektor hulu peternakan, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan protein hewani.




