Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen, Melampaui Kepri dan Nasional

Kepala BP Batam Amsakar Achmad, Wakil Kepala BP Batam Li Claudia Chandra dan Deputi Bidang Investasi BP Batam Fary Djemy Francis dalam suatu kesempatan. (Foto: BP Batam)

BATAM (KEPRIZONE.COM) – Ekonomi Batam pada triwulan II 2026 tumbuh 7,28 persen secara tahunan (year-on-year/y-on-y), lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi Kepri sebesar 6,99 persen dan nasional 5,29 persen.

Di antara kabupaten/kota di Kepri, Batam berada di tiga besar daerah dengan pertumbuhan tertinggi, sekaligus menjadi penggerak utama ekonomi daerah berbasis industri, investasi, perdagangan, dan jasa.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan capaian tersebut menunjukkan kepercayaan dunia usaha terhadap Batam terus menguat.

“Pertumbuhan 7,28 persen adalah hasil kerja bersama. Tugas kita sekarang adalah menjaga momentum melalui pelayanan yang semakin cepat, infrastruktur yang semakin baik, dan iklim investasi yang semakin kompetitif,” katanya.

Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus diterjemahkan menjadi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Pertumbuhan yang baik adalah pertumbuhan yang menciptakan pekerjaan, memperluas peluang usaha, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” sebutnya.

Karena itu, penguatan layanan dasar, penyediaan air bersih, transportasi, dan infrastruktur perkotaan akan terus menjadi prioritas.

Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, menekankan bahwa investasi harus menghasilkan dampak ekonomi nyata.

“Investasi tidak boleh berhenti pada komitmen. Investasi harus menjadi proyek, proyek menjadi produksi, dan produksi menciptakan lapangan kerja,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan investasi diukur bukan hanya dari nilai investasi yang masuk, tetapi juga dari kecepatan realisasi, nilai tambah yang tercipta, dan jumlah pekerjaan yang dihasilkan.

BP Batam akan terus mendorong investasi berkualitas pada sektor manufaktur maju, pusat data (data center), industri digital, energi, dan logistik, sejalan dengan visi Batam sebagai hub industri dan ekonomi digital Asia Tenggara.

Pertumbuhan 7,28 persen menegaskan bahwa Batam tidak hanya menjadi tujuan investasi, tetapi juga pusat penciptaan nilai ekonomi.

“Target kita bukan sekadar pertumbuhan yang tinggi, tetapi pertumbuhan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan,” tukasnya. (RUD)

Pos terkait