Ekonomi Sulit, Pernikahan Syifa-El Tunda Ngunduh Mantu

Perubahan Rencana Pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju: Ahmad Dhani Ungkap Alasan di Balik Keputusan

Keputusan Ahmad Dhani mengenai perayaan pernikahan putranya, El Rumi, dengan kekasihnya, Syifa Hadju, tampaknya akan berbeda secara signifikan dibandingkan dengan pernikahan Al Ghazali sebelumnya. Berbeda dari kemeriahan yang digelar untuk Al Ghazali dan Alyssa Daguise, Ahmad Dhani mengindikasikan tidak akan menyelenggarakan acara “ngunduh mantu” untuk El Rumi dan Syifa Hadju. Keputusan ini sontak menimbulkan pertanyaan mengenai latar belakangnya.

Ketika ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, pada Sabtu (17/1/2026), Ahmad Dhani secara terbuka membeberkan alasan di balik perubahan rencana tersebut. Ia menyatakan bahwa faktor ekonomi menjadi pertimbangan utama dalam keputusannya untuk tidak menggelar tradisi “ngunduh mantu” yang biasanya menjadi bagian dari perayaan pernikahan dalam budaya Jawa.

“Kayaknya sekarang nggak ada ngunduh mantu. Bukan (Syifa dan El menolak), tapi Ayahnya lagi ini, lagi ekonominya kurang baik,” ujar Ahmad Dhani, memberikan penjelasan yang cukup lugas mengenai situasi finansialnya saat ini. Pernyataan ini mengindikasikan adanya penyesuaian yang harus dilakukan demi menghadapi kondisi keuangan yang sedang tidak stabil.

Ahmad Dhani kembali menekankan kondisi finansialnya yang sedang mengalami penurunan. Ia menggambarkan keadaannya dengan frasa “ekonominya lagi apa… riuh rendah,” sebuah ungkapan yang menyiratkan adanya ketidakpastian dan fluktuasi dalam kondisi keuangannya.

Sebagai perbandingan, publik masih teringat akan kemeriahan acara “ngunduh mantu” yang digelar Ahmad Dhani untuk pernikahan putra sulungnya, Al Ghazali, dengan Alyssa Daguise. Acara tersebut diselenggarakan dengan meriah di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, bahkan dimeriahkan dengan penampilan konser dari band legendaris Dewa. Kemegahan acara tersebut tentu saja membutuhkan alokasi dana yang tidak sedikit.

Kini, dengan adanya perubahan kondisi ekonomi, Ahmad Dhani harus mengambil keputusan yang berbeda untuk pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju. Keputusan untuk tidak melanjutkan tradisi “ngunduh mantu” ini bukan berarti adanya penolakan dari pihak El Rumi maupun Syifa Hadju, melainkan lebih kepada adaptasi terhadap realitas finansial yang dihadapi oleh sang ayah.

Tradisi “Ngunduh Mantu” dan Implikasinya

Tradisi “ngunduh mantu” merupakan sebuah upacara adat yang lazim dilakukan oleh keluarga mempelai pria setelah beberapa waktu pernikahan dilangsungkan. Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan menantu perempuan secara resmi kepada keluarga besar mempelai pria dan masyarakat sekitar. Biasanya, acara ini juga menjadi momen bagi keluarga mempelai pria untuk menjamu keluarga besar mempelai perempuan.

Pelaksanaan “ngunduh mantu” seringkali melibatkan berbagai rangkaian acara, mulai dari penyambutan kedatangan pengantin, acara adat, hingga perjamuan makan. Kemeriahan dan kemegahan acara ini tentu saja membutuhkan persiapan yang matang dan anggaran yang memadai.

Dalam konteks pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju, keputusan Ahmad Dhani untuk tidak menggelar “ngunduh mantu” menyoroti beberapa aspek penting:

  • Penyesuaian Finansial: Keputusan ini secara gamblang menunjukkan bahwa kondisi keuangan pribadi dapat mempengaruhi keputusan terkait penyelenggaraan acara adat yang besar. Di masa-masa ekonomi yang tidak pasti, prioritas mungkin bergeser ke hal-hal yang lebih esensial.
  • Perbedaan Prioritas: Meskipun tradisi penting, realitas ekonomi dapat memaksa keluarga untuk meninjau kembali prioritas mereka. Penghematan mungkin menjadi pilihan yang lebih bijak demi stabilitas finansial jangka panjang.
  • Fleksibilitas dalam Perayaan: Pernikahan dan perayaannya tidak selalu harus mengikuti pakem yang sama. Keluarga dapat menemukan cara lain untuk merayakan momen bahagia tanpa harus terbebani secara finansial.
  • Hubungan Keluarga: Penting untuk dicatat bahwa penolakan “ngunduh mantu” bukan berarti penolakan terhadap menantu. Hubungan keluarga dan penerimaan tetap menjadi inti, terlepas dari kemeriahan acara.

Keputusan Ahmad Dhani ini memberikan gambaran bahwa dalam mengelola acara keluarga besar, termasuk pernikahan, keseimbangan antara tradisi, keinginan, dan kemampuan finansial adalah kunci. Perbedaan perlakuan antara pernikahan Al Ghazali dan El Rumi menunjukkan adaptabilitas keluarga dalam menghadapi berbagai situasi, termasuk tantangan ekonomi.

Pos terkait