Perseteruan Erin dan Herawati Masih Berlangsung
Perseteruan antara Rien Wartia Trigina atau yang dikenal sebagai Erin, mantan istri dari Andre Taulany, dengan mantan Asisten Rumah Tangganya (ART), Herawati, masih memanas. Setelah adanya tuduhan bahwa Erin melakukan tindakan zalim berupa perampasan telepon genggam (handphone) milik mantan ART-nya, pihak Erin akhirnya memberikan penjelasan resmi mengenai kronologi kejadian yang sebenarnya.
Melalui tim kuasa hukumnya setelah menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan, terungkap bahwa tindakan Erin dalam mengamankan ponsel tersebut didasari oleh dugaan pelanggaran privasi yang dilakukan oleh sang mantan ART demi meraup keuntungan finansial di media sosial.
Kuasa hukum Erin, Farhanaz Maharani, menjelaskan bahwa tindakan kliennya dipicu oleh laporan dari seorang rekan yang menemukan unggahan sensitif mengenai area pribadi rumah Erin di akun Facebook Professional (FB Pro) milik Herawati.
“Awal itu Ibu Erin menerima link dari FB Pro-nya saudari Hera yang memuat isi konten hal-hal pribadi di rumah Ibu Erin,” kata Farhanaz Maharani di Polres Jakarta Selatan, Jumat (22/5/2026) malam.
Karena FB Pro merupakan platform yang menyediakan fitur monetisasi, pihak Erin menduga mantan ART tersebut sengaja mengeksploitasi privasi rumah majikannya yang berstatus sebagai figur publik untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
“Pasti, jadi setiap kita meng-upload apa pun itu pasti kan ada benefit ya, benefit yaitu mungkin ada uang di dalam keuntungan itu kan ada dari tiap foto ataupun video yang sudah pernah, apalagi kan yang dikontenin ini kan publik figur,” jelas Adlina, tim kuasa hukum Erin lainnya.
Pihak kuasa hukum membantah keras narasi Erin melakukan penyitaan secara paksa dengan niat jahat. Tindakan meminta ponsel tersebut murni dilakukan sebagai bentuk teguran lisan dari seorang majikan demi melindungi keamanan seisi rumahnya.
“Bukan merampas, tapi memberitahu, tidak ada niat jahat ya merampas handphone itu, tapi Bu Erin ini hanya menegur ini apa namanya melindungi privasinya. Jadi dia meminta handphone itu ‘Sini saya pegang dulu handphone-nya’ gitu supaya dia melindungi privasi rumahnya gitu,” papar Farhanaz Maharani.
Adapun mengenai keberadaan ponsel Herawati yang tertinggal, kuasa hukum menjelaskan bahwa barang tersebut tidak pernah disita secara permanen. Ponsel itu tertinggal karena Herawati memutuskan untuk pergi meninggalkan rumah Erin pada malam hari tanpa pamit dan belum sempat mengemasi barang-barangnya.
“Perlu ditambahkan juga mengenai handphone untuk disitalah dan lain-lain, klien kami tidak pernah menyita handphone beliau. Tapi keadaannya di sana pada saat itu malam hari memang beliaunya yang pergi dari rumah,” pungkas Stivany Agusia, tim kuasa hukum Erin.
Diketahui awalnya Herawati melaporkan Erin ke pihak kepolisian dan mengadu ke DPR RI atas dugaan penganiayaan berat, seperti pencekikan, pencakaran, hingga penodongan pisau.
Perseteruan ini kian memanas setelah Erin juga melaporkan balik Herawati atas dugaan fitnah, pencemaran nama baik, dan pelanggaran UU ITE terkait penyebaran informasi yang dinilai tidak sesuai dengan fakta lapangan.





