Festival Pulang Kampung (FPK) V Nganjuk: Panggung Ekonomi Kreatif dan Pintu Peluang Masa Depan
Kabupaten Nganjuk baru saja menjadi tuan rumah Festival Pulang Kampung (FPK) kelima yang secara resmi dibuka oleh Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi. Bertempat di GOR Bung Karno, Jalan Barito, Kelurahan Begadung, Kecamatan Nganjuk, acara akbar ini tidak hanya menjadi ajang hiburan semata, melainkan sebuah platform strategis untuk menggerakkan roda ekonomi daerah dan membuka cakrawala peluang bagi generasi muda.
Pembukaan festival ini dihadiri oleh jajaran penting di Kabupaten Nganjuk, termasuk Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Ketua Pengadilan Negeri Nganjuk, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta para Camat. Kehadiran mereka menunjukkan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap inisiatif yang bertujuan untuk memajukan Nganjuk.
Bupati Nganjuk, yang akrab disapa Kang Marhaen, mengapresiasi setinggi-tingginya para pelaku kreatif dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan acara ini. Ia menekankan peran vital mereka dalam menghidupkan denyut ekonomi lokal melalui berbagai kegiatan yang dihadirkan.
“Festival Pulang Kampung kelima ini kami harapkan dapat menjadi lebih dari sekadar hiburan dan kuliner. Kami ingin menjadikannya sebagai pusat informasi yang berharga, terutama bagi generasi muda Nganjuk,” ujar Kang Marhaen.
FPK V: Lebih dari Sekadar Hiburan
Untuk mewujudkan visi tersebut, Kang Marhaen secara khusus meminta agar Dinas Pendidikan, seluruh sekolah di Nganjuk, serta Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) turut aktif berkontribusi dalam memeriahkan festival ini.
Peran Dinas Tenaga Kerja:
Disnaker didorong untuk menyelenggarakan job fair atau bursa kerja langsung di area festival. Tujuannya adalah untuk membuka sebanyak mungkin lowongan pekerjaan yang siap diisi oleh talenta lokal Nganjuk. Kang Marhaen mengakui bahwa saat ini Nganjuk membutuhkan ribuan tenaga kerja baru.“Kami membuka kesempatan bagi siswa kelas 12 SMA/SMK untuk langsung mencoba mengadu nasib dan mencari pekerjaan di daerah kita sendiri,” jelasnya pada Jumat (20/3/2026). Langkah ini diharapkan dapat mengurangi angka pengangguran dan memberikan kesempatan kerja yang lebih luas bagi para lulusan baru.
Promosi Pendidikan Tinggi dan Penguatan Ekonomi Lokal:
Dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global, Bupati Nganjuk menekankan pentingnya promosi pendidikan tinggi dan penguatan ekonomi lokal. Festival ini menjadi momentum yang tepat bagi perguruan tinggi yang ada di Nganjuk untuk menampilkan berbagai program studi yang mereka tawarkan.“Dengan demikian, kami berharap dapat membantu anak-anak Nganjuk agar memiliki kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi di daerah sendiri, tanpa harus jauh-jauh ke luar kota,” tambahnya. Hal ini tidak hanya menghemat biaya dan waktu, tetapi juga berpotensi menjaga sumber daya manusia Nganjuk tetap berada di daerahnya.
Kang Marhaen optimis bahwa berbagai kegiatan yang digelar dalam FPK ini akan memberikan dampak positif yang signifikan. “Dengan banyaknya kegiatan seperti ini, Insya Allah ekonomi dan UMKM di Nganjuk akan terus tumbuh dan berkembang,” ucapnya penuh harap.
Kolaborasi Murni untuk Festival yang Berkelanjutan
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Nganjuk, Gunawan Widagdo, menjelaskan bahwa FPK V akan berlangsung selama dua minggu, mulai dari tanggal 16 hingga 29 Maret 2026. Ia menyoroti bahwa penyelenggaraan festival kali ini merupakan hasil kolaborasi yang murni dengan pihak ketiga, menunjukkan kemandirian dan sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan sektor swasta.
Festival ini telah menjadi agenda tahunan yang konsisten sejak lima tahun lalu. Gunawan Widagdo menegaskan bahwa keberhasilan FPK ke-5 adalah buah dari gotong royong para event organizer (EO) di Kabupaten Nganjuk yang berkolaborasi dengan dukungan anggaran dari pihak ketiga.
“Acara ini terselenggara murni dari anggaran pihak ketiga dan partisipasi para event organizer atau EO di Kabupaten Nganjuk yang bergotong-royong,” paparnya.
Partisipasi tidak hanya datang dari pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Nganjuk, tetapi juga didukung oleh sponsor dari luar daerah. Hal ini menunjukkan daya tarik festival dan potensi ekonomi Nganjuk yang dilirik oleh investor.
Dengan penyelenggaraan FPK V, Pemerintah Kabupaten Nganjuk sangat optimis dapat mendorong peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat secara keseluruhan. Selain itu, festival ini juga diharapkan dapat memperkuat posisi Nganjuk sebagai daerah yang dinamis dan aktif dalam mengembangkan potensi lokal melalui penyelenggaraan berbagai event yang berakar pada kekayaan daerah. Festival ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat dapat menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi kemajuan daerah.





