Penyebaran Flu Singapura yang Mengkhawatirkan di Indonesia
Flu Singapura, atau dikenal juga dengan istilah Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD), kini menjadi perhatian serius bagi para orang tua di berbagai wilayah Indonesia. Penyakit ini menyerang anak-anak dan memiliki tingkat penularan yang sangat tinggi, bahkan melampaui virus Covid-19. Dampaknya bisa sangat berbahaya, termasuk menyebabkan komplikasi seperti lumpuh layu akibat infeksi pada saraf.
Menurut dr. Handayani, Spesialis Anak dari Mandaya Royal Hospital Puri, penularan HFMD terjadi sangat cepat. Dalam satu kelas atau daycare, satu anak yang terinfeksi bisa menularkan penyakit ini ke 12 anak lainnya. Hal ini jauh lebih cepat dibandingkan penularan Covid-19, yang rata-rata hanya menulari 7 anak.
Bahaya dari Virus EV71
Flu Singapura disebabkan oleh beberapa jenis virus, salah satunya adalah Coxsackievirus tipe A16. Gejalanya biasanya ringan dan bisa ditoleransi oleh anak. Namun, yang paling mengkhawatirkan adalah infeksi oleh Enterovirus 71 (EV71). Virus ini lebih kuat dan bertahan lebih lama dalam lingkungan.
“EV71 bisa menembus saraf anak dan menyebabkan komplikasi yang serius seperti kejang atau lumpuh layu,” ujarnya. Selain itu, demam tinggi hingga 39 derajat Celsius serta sariawan hebat bisa membuat anak malas makan dan minum, sehingga risiko dehidrasi meningkat.
Daya Tahan Virus yang Tinggi
Salah satu alasan mengapa Flu Singapura cepat menyebar adalah daya tahan virusnya yang tinggi. Berbeda dengan virus flu biasa yang memiliki kapsul pelindung, HFMD merupakan non-enveloped virus. Artinya, virus ini tidak memiliki lapisan pelindung dan bisa bertahan di permukaan meja atau mainan selama beberapa jam hingga satu hari penuh.
Penularan terjadi melalui beberapa cara, seperti kontak langsung dengan cairan tubuh anak, percikan air liur, atau melalui kotoran yang menempel di tangan. Hingga saat ini, belum ada obat antivirus spesifik untuk menyembuhkan Flu Singapura, sehingga pencegahan menjadi hal penting.
Pentingnya Vaksinasi
Vaksinasi menjadi salah satu cara utama untuk melindungi anak dari Flu Singapura. Kini, vaksin HFMD untuk tipe virus EV71 sudah tersedia di Indonesia. Vaksin ini aman karena menggunakan teknologi inactivated virus (virus mati), sehingga hanya mengenalkan bagian luar virus kepada sistem imun anak.
Dosis vaksin diberikan sebanyak dua kali dengan jarak minimal satu bulan antar dosis. Untuk perlindungan maksimal, disarankan juga melakukan booster. Vaksin ini dianjurkan untuk anak usia di bawah 6 tahun karena pada usia tersebut imunitas anak masih rentan dan risiko komplikasi paling tinggi.
Tips Pencegahan Lainnya
Selain vaksinasi, dr. Handayani menekankan pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Orang tua harus rajin mencuci tangan anak sebelum makan dan setelah bermain. Selain itu, rutin melakukan disinfeksi pada mainan anak juga sangat dianjurkan untuk memutus rantai penularan.
Bagi orang tua yang melihat gejala seperti bintik merah di tangan, kaki, serta sariawan disertai demam, segera berkonsultasi ke dokter spesialis anak. Penanganan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi seperti dehidrasi dan gangguan saraf.




