Strategi Pendidikan Papua Tengah Kurangi 131 Ribu Anak Tak Sekolah

Penurunan Angka Anak Tidak Sekolah di Papua Tengah

Pemerintah Provinsi Papua Tengah berhasil menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS) secara signifikan dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data Dasbor Kemendikdasmen per April 2026, jumlah ATS di wilayah Provinsi Papua Tengah menyusut menjadi 131.118 anak, dari sebelumnya mencapai 205.764 anak pada tahun 2024.

Keberhasilan ini diungkapkan oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Papua Tengah, Nurhaidah, dalam Rapat Koordinasi Penanganan ATS di Kota Jayapura, Papua, pada 28 Mei 2026. Nurhaidah menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pencegahan dan Penanganan ATS.

“Di Papua Tengah, kami memiliki tantangan geografis yang berat, akses infrastruktur yang belum merata, serta beragam faktor sosial budaya. Namun, tantangan inilah yang memacu kami untuk mencari solusi yang paling tepat sasaran,” ujar Nurhaidah.

Strategi Terpadu untuk Mengatasi ATS

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah menerapkan tujuh strategi terpadu untuk mengatasi problem pendidikan. Berikut adalah beberapa strategi utama yang diterapkan:

  1. Kolaborasi Lintas Sektor dan Yayasan

    Pemerintah provinsi bersinergi dengan dinas pendidikan dari delapan kabupaten serta lima yayasan pelopor pendidikan di tanah Papua. Langkah ini diambil mengingat sebagian besar sekolah di wilayah pedalaman dikelola oleh YPPGI dan YPPK, sementara wilayah pesisir didominasi oleh YPK. Pemprov Papua Tengah ikut mengintervensi pembiayaan satuan pendidikan guna meringankan beban pemerintah kabupaten sesuai regulasi PP Nomor 106 Tahun 2021.

  2. Program Sekolah Gratis dan Bantuan Kuliah

    Sepanjang tahun 2025, Pemprov Papua Tengah menggratiskan biaya pendidikan untuk 26.951 siswa di 132 sekolah (SMA, SMK, dan SLB). Pada tahun 2026, program ini diperluas ke jenjang SMP dengan menyasar 148 sekolah dan 26.511 siswa. Secara keseluruhan, total penerima dana Dana Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) mencapai 53.951 siswa di 187 sekolah. Selain itu, pemprov membiayai kuliah 5.216 mahasiswa di 25 kampus.

  3. Fasilitas Sekolah Berpola Asrama

    Untuk menjaga keberlanjutan pendidikan anak-anak dari keluarga tidak mampu, pemprov membiayai 13 asrama yang dikelola lembaga keagamaan di enam kabupaten dengan total 1.009 siswa. Program ini juga memfasilitasi anak-anak berprestasi melalui kerja sama dengan Sekolah Genius Tangerang, Meepa Boarding School Nabire, dan SMA Meepago Nabire.

  4. Peluncuran Sekolah Sepanjang Hari (SSH)

    Program SSH menjadi proyek percontohan di 10 Sekolah Dasar yang tersebar di delapan kabupaten dengan total 2.021 siswa. Strategi ini diterapkan untuk mengatasi rendahnya waktu belajar efektif, tingginya angka putus sekolah, serta meningkatkan gizi dan literasi peserta didik.

  5. Pengadaan Guru Mapega di Daerah 3T

    Kekurangan tenaga pendidik di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) diatasi dengan merekrut Guru Mapega. Pada tahun 2025, sebanyak 274 guru telah ditempatkan, dan kuotanya ditambah menjadi 500 guru pada tahun 2026. Guru-guru ini bertugas melakukan verifikasi data riil anak tidak sekolah di lapangan.

  6. Sertifikasi dan Peningkatan Kualifikasi Guru

    Pemprov Papua Tengah juga memfasilitasi program Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk menjamin kesejahteraan pendidik agar mereka bertahan di tempat tugas. Sebanyak 801 guru lulus sertifikasi pada tahun 2025, dan 1.000 guru lainnya sedang difasilitasi pada tahun 2026. Pemprov menargetkan sisa 2.175 guru bersertifikasi tuntas sebelum tahun 2029.

  7. Penyusunan Peta Jalan Penanganan ATS

    Pada tahun 2026, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Papua Tengah menyusun peta jalan formal penanganan ATS. Dokumen ini berfungsi sebagai panduan taktis agar koordinasi kemitraan koordinatif berjalan lebih terukur. Pemprov Papua Tengah ke depannya berkomitmen mengadopsi praktik baik dari provinsi lain guna merangkul anak jalanan dan remaja yang menghadapi masalah sosial.

Program penuntasan ATS ini selaras dengan program prioritas Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa dan Wakil Gubernur Deinas Geley, sekaligus mendukung visi “Pendidikan Bermutu untuk Semua” dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.


Pos terkait