Arus Lalu Lintas Jalur Gentong Tasikmalaya: Ramai Lancar, Belum Padat
KABUPATEN TASIKMALAYA – Jalur Gentong, salah satu arteri vital yang menghubungkan Bandung dan Tasikmalaya, terpantau ramai namun lancar pada Kamis, 19 Maret 2026. Meskipun sempat terjadi peningkatan volume kendaraan pada malam hingga dini hari, situasi lalu lintas pada siang hari menunjukkan tren penurunan, sehingga belum memerlukan rekayasa lalu lintas khusus seperti sistem satu arah (one way).
Menurut data yang dihimpun dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tasikmalaya, total sebanyak 52.597 kendaraan melintas di Jalur Gentong selama periode dini hari. Dominasi kendaraan terlihat pada arah Bandung menuju Tasikmalaya, yang mencatat angka 33.320 kendaraan. Sementara itu, jumlah kendaraan yang bergerak dari arah Tasikmalaya menuju Bandung tercatat sebanyak 19.277 unit.
Kasat Lantas Polres Tasikmalaya, AKP Riki Kustiawan, mengonfirmasi adanya lonjakan volume kendaraan pada malam hingga dini hari. “Memang benar, semalam sempat ada peningkatan jumlah kendaraan yang masuk ke Tasikmalaya. Namun, mulai pagi hingga siang ini, volume kendaraan justru mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kondisi malam hari,” jelas AKP Riki saat dikonfirmasi.
Tren Volume Kendaraan: Peningkatan Semalam, Penurunan Siang Hari
AKP Riki merinci bahwa puncak arus kendaraan di Jalur Gentong diprediksi telah terjadi pada malam sebelumnya. Hal ini terlihat dari perbandingan data total kendaraan yang melintas. Jika pada hari-hari sebelumnya rata-rata tercatat sekitar 24 ribu kendaraan, maka pada malam kemarin, jumlahnya melonjak signifikan hingga mencapai 53 ribu kendaraan yang masuk dan keluar.
“Total kendaraan yang masuk dan keluar dari pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB mencapai 52.597 kendaraan. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan yang cukup berarti dibandingkan hari biasa,” tambah AKP Riki.
Meskipun terjadi lonjakan pada malam hari, situasi pada siang hari menunjukkan kelancaran. Pihak kepolisian belum mencatat adanya penumpukan kendaraan yang berarti. “Untuk sekarang, volume kendaraan menurun. Kami akan melakukan pengecekan data keseluruhan nanti setelah waktu Magrib untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail mengenai jumlah kendaraan yang melintas sepanjang hari ini,” ujar AKP Riki.
Belum Ada Kebutuhan Rekayasa Lalu Lintas Khusus
Menanggapi pertanyaan mengenai potensi kepadatan di wilayah Malangbong, AKP Riki menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada dampak signifikan yang dirasakan di wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota. Meskipun demikian, pihaknya tetap bersiaga penuh.
“Kami siap untuk menampung aliran kendaraan apabila terjadi kepadatan di jalur Garut. Namun, saat ini kami belum memiliki rencana untuk mengalihkan arus kendaraan ke jalur alternatif. Prioritas utama kami tetap pada kelancaran di jalan utama,” tegas AKP Riki.
Sistem One Way: Masih Menunggu Kepadatan
Terkait kemungkinan pemberlakuan sistem satu arah (one way), AKP Riki menyatakan bahwa untuk hari ini, sistem tersebut belum diperlukan. Arus kendaraan masih terpantau ramai lancar dan belum menunjukkan adanya penumpukan yang memerlukan intervensi khusus.
“Untuk pemberlakuan one way, kami belum menerapkannya hari ini karena arus kendaraan belum mengalami penumpukan. Sistem ini hanya diberlakukan pada kondisi tertentu yang membutuhkan pengaturan khusus, biasanya pada sore hari menjelang Magrib jika memang diperlukan,” pungkasnya.
Tim kepolisian di lapangan terus memantau perkembangan situasi lalu lintas secara intensif. Patroli rutin dilakukan untuk memastikan kelancaran arus dan kesiapan dalam menghadapi potensi peningkatan volume kendaraan di waktu-waktu mendatang. Pengendara diimbau untuk tetap berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan bersama.





