Guardiola Tak Menyerah: Man City Kejar Arsenal Meski Tertinggal 9 Poin

Kekalahan dan hasil imbang yang diraih Manchester City dalam beberapa pertandingan terakhir semakin menipiskan peluang mereka untuk meraih gelar Liga Inggris musim 2025-2026. Setelah ditahan imbang 2-2 oleh Nottingham Forest, The Citizens kembali gagal meraih kemenangan. Kali ini, tim papan bawah West Ham United yang berhasil menahan imbang mereka dengan skor 1-1.

Pertandingan yang digelar di Stadion Olimpiade London pada Minggu (15/3/2026) dini hari WIB tersebut, menampilkan dominasi Manchester City. Tim asuhan Pep Guardiola ini tercatat menguasai bola hingga 71 persen dan melepaskan total 21 tembakan. Namun, hanya satu tembakan yang berhasil berbuah gol melalui Bernardo Silva pada menit ke-31. Sayangnya, keunggulan tersebut tidak bertahan lama. Empat menit berselang, West Ham United berhasil menyamakan kedudukan melalui Konstantinos Mavropanos. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-1 tetap bertahan, membuat Erling Haaland dan rekan-rekannya harus puas membawa pulang satu poin.

Kesenjangan Poin yang Melebar dengan Arsenal

Hasil imbang melawan West Ham United menjadi semakin menyesakkan bagi Manchester City, mengingat rival mereka, Arsenal, berhasil meraih kemenangan 2-0 atas Everton pada pertandingan lainnya. Kemenangan tersebut semakin memperkokoh posisi Arsenal di puncak klasemen sementara Liga Inggris, dengan selisih sembilan poin dari Manchester City yang kini berada di posisi kedua.

Meskipun tertinggal sembilan poin, Manchester City masih memiliki satu pertandingan tunda yang belum dimainkan. Hal ini memberikan sedikit celah bagi The Citizens untuk memperkecil jarak. Dengan delapan laga tersisa, Manchester City dituntut untuk meraih kemenangan di setiap pertandingan sambil berharap Arsenal terpeleset di beberapa laga mendatang. Tantangan konsistensi ini akan menjadi ujian berat bagi skuad asuhan Pep Guardiola.

Optimisme Pep Guardiola di Tengah Situasi Sulit

Meskipun berada dalam posisi yang sulit, Pep Guardiola selaku pelatih Manchester City tetap menunjukkan optimisme terkait peluang timnya untuk meraih gelar juara Liga Inggris musim ini. Ia mengakui bahwa situasi saat ini memang rumit.

“Ini rumit. Kalau menang melawan Nottingham Forest dan hari ini, nasib kami ada di tangan kami sendiri, tapi kami masih punya satu pertandingan tersisa dan akan menjamu Arsenal,” ujar Guardiola, seperti dikutip dari laman resmi klub.

Guardiola menambahkan bahwa ia selalu optimis, terutama untuk pertandingan kandang yang akan datang. Namun, ia juga menunjukkan sikap sportif dengan menyatakan kesiapannya untuk memberikan selamat kepada Mikel Arteta jika Arsenal berhasil menjuarai Liga Inggris musim ini.

“Saya selalu optimis. Saya optimis soal laga kandang hari Selasa,” tuturnya. “Jika [juara Premier League] tidak mungkin tercapai, mereka harus merayakannya, dan saya akan menelepon Mikel untuk memberi selamat kepadanya.”

Pelatih asal Spanyol ini juga menyoroti beberapa faktor yang mempengaruhi performa timnya musim ini, termasuk komposisi pemain yang banyak berubah dan membutuhkan proses adaptasi.

“Ada banyak pemain baru dan konsistensi yang kami miliki di masa lalu, musim ini kami tidak mampu mendapatkannya,” imbuhnya.

Ujian Berat di Depan Mata

Perjalanan Manchester City di sisa musim ini tampaknya akan semakin berat dengan jadwal pertandingan yang padat dan krusial. Setelah menghadapi West Ham United, The Citizens akan segera bertanding melawan Real Madrid pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (18/3/2026) dini hari WIB.


Dalam pertandingan tersebut, Manchester City berada dalam posisi yang kurang menguntungkan setelah tertinggal 0-3 dari Real Madrid di leg pertama. Mereka membutuhkan kemenangan besar, minimal 4-0 di Stadion Etihad, jika ingin memastikan langkah ke perempat final Liga Champions.

Puncak dari rangkaian pertandingan berat ini adalah pertemuan dengan Arsenal di final Piala Liga Inggris, yang akan digelar pada Minggu (22/3/2026). Laga final ini akan menjadi penentu gelar lain bagi Manchester City, sekaligus menjadi ajang pembuktian bagi mereka untuk bangkit dari tekanan dan meraih trofi di tengah persaingan ketat di Liga Inggris.

Pos terkait