BATAM – Aktivitas sebuah gudang beras yang memasang papan nama PT UKP di kawasan Sekupang, Kota Batam, menjadi perhatian. Gudang tersebut rutin menerima pasokan beras dalam jumlah besar menggunakan kontainer sebelum didistribusikan ke sejumlah wilayah di Batam dan sekitarnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kegiatan bongkar muat berlangsung hampir setiap hari. Tingginya intensitas distribusi memunculkan pertanyaan mengenai asal pasokan beras yang masuk ke gudang tersebut.
Salah seorang sumber di sekitar lokasi mengatakan, kontainer bermuatan beras terlihat datang secara rutin. Menurut dia, masyarakat berharap terdapat keterbukaan informasi mengenai asal barang serta jalur distribusinya.
“Kontainer berisi beras terlihat masuk secara rutin. Yang menjadi pertanyaan masyarakat adalah dari mana asal pasokan beras tersebut dan bagaimana jalur distribusinya hingga sampai ke Batam,” ujarnya.
Ia menilai transparansi dalam rantai distribusi pangan merupakan hal penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan pasokan beras yang beredar berasal dari jalur distribusi yang sesuai dengan ketentuan.
Pengawasan terhadap distribusi beras juga menjadi perhatian pemerintah. Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan dan instansi terkait sebelumnya telah menginstruksikan pengawasan terhadap peredaran komoditas pangan strategis guna menjaga stabilitas harga dan kualitas, serta mencegah praktik yang dapat merugikan masyarakat.
Selain itu, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan menegaskan pentingnya keterlacakan dan pengawasan rantai distribusi pangan sebagai upaya menjamin ketersediaan, keamanan, mutu, dan keterjangkauan pangan bagi masyarakat.
Karena itu, ia berharap instansi terkait, seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Satgas Pangan, serta pihak berwenang lainnya, dapat melakukan pengecekan terhadap asal pasokan beras yang masuk ke gudang tersebut. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan distribusi pangan berjalan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Hingga berita ini diterbitkan, wartawan masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pengelola gudang dan instansi terkait. (RD)





