Jalur Selatan Jabar Macet Parah Jelang Lebaran: Jutaan Kendaraan Memadati Arah Garut dan Tasikmalaya
Menjelang Hari Raya Idulfitri, lonjakan volume kendaraan di jalur selatan Jawa Barat, khususnya yang menuju Garut, Tasikmalaya, dan Pangandaran, telah mencapai puncaknya. Kondisi ini menyebabkan kemacetan panjang yang menguji kesabaran para pemudik. Data terkini menunjukkan bahwa jutaan kendaraan telah melintasi jalur Nagreg, dengan prediksi angka tersebut akan terus bertambah seiring mendekatnya momen perayaan.
Peningkatan Arus Kendaraan yang Signifikan
Pada H-2 Lebaran, tepatnya Kamis (19/3/2026), Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bandung mencatat angka yang mencengangkan. Hingga pukul 09.00 WIB, sebanyak 63.219 kendaraan telah teridentifikasi melintas di jalur Nagreg. Angka ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Pihak Dishub Kabupaten Bandung memprediksi bahwa jumlah kendaraan akan terus melonjak, terutama karena sebagian masyarakat, seperti warga Muhammadiyah, akan melaksanakan salat Id pada hari Jumat (20/3). Hal ini menambah tekanan pada infrastruktur jalan yang sudah padat.
Kemacetan Panjang Melanda Rancaekek hingga Nagreg
Pantauan di lapangan mengkonfirmasi adanya kemacetan parah yang membentang di sepanjang Jalan Raya Rancaekek hingga Cicalengka. Kepadatan lalu lintas kembali terasa intens saat memasuki area Nagreg.
Diperkirakan, antrean kendaraan ini mencapai panjang lebih dari 8 kilometer. Mayoritas pemudik yang terjebak dalam kemacetan ini adalah pengendara sepeda motor. Mereka harus bersabar menghadapi lautan kendaraan yang bergerak sangat lambat, menuju destinasi mereka di Garut dan Tasikmalaya.
Salah satu pemudik, Ilham, menceritakan pengalamannya yang kurang menyenangkan. Ia mengaku terjebak macet selama hampir dua jam di Jalan Raya Rancaekek hingga Cicalengka. Meskipun telah berusaha menyiasati kepadatan dengan berangkat sejak pagi hari dari kediamannya di Kota Bandung, Ilham tetap harus menghadapi kenyataan pahit.
“Saya sudah pergi dari sekitar jam 06.00 WIB, eh tahunya pas sampai tanjakan Cicalengka stuck gak maju,” keluhnya. “Stuck 1,5 jam-an, nggak maju-maju (kendaraan),” tambahnya, menggambarkan rasa frustrasinya.
Analisis Puncak Arus Mudik
Kepala Bidang Pengembangan Transportasi Dishub Kabupaten Bandung, Eric Alam Prabowo, memberikan gambaran lebih rinci mengenai situasi ini. Ia menyatakan bahwa volume kendaraan telah mengalami peningkatan tajam sejak malam sebelumnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, hingga H-3 Lebaran atau Rabu malam, tercatat sebanyak 137.032 kendaraan telah melintasi jalur Nagreg. Angka ini menunjukkan bahwa separuh dari total kendaraan tersebut telah melintas mulai dari dini hari hingga pagi hari pada H-2 Lebaran.
“Volume arus lalu lintas meningkat cukup tajam dibandingkan kemarin. Bahkan dari data arus lalu lintas yang kami dapatkan, sudah sekitar 60 ribu lebih kendaraan yang tercatat mulai dari pukul 00.00 WIB sampai dengan tadi pagi pukul 08.00. Jadi sudah setengahnya dari H-3 kemarin,” jelas Eric.
Eric menambahkan bahwa puncak arus mudik di jalur selatan Nagreg kemungkinan besar belum tercapai. Jika data lalu lintas menunjukkan grafik yang stabil sejak pagi hari, maka puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada malam hari ini.
“Nanti kalau jam 12 grafiknya meningkat atau stabil, kami bisa menyatakan bahwa puncak arus mudik kemungkinan besar terjadi H-2 Lebaran, seperti tahun lalu. Namun kami akan lihat apakah bisa melampaui puncak arus mudik tahun lalu yang jumlahnya sekitar 142 ribu, atau di bawah itu,” paparnya.
Situasi ini menyoroti pentingnya perencanaan perjalanan yang matang bagi para pemudik. Kesabaran dan kewaspadaan menjadi kunci utama untuk menghadapi arus mudik yang padat di jalur selatan Jawa Barat.
Tips untuk Pemudik:
- Berangkat Lebih Awal atau Terlambat: Hindari jam-jam puncak mudik. Pertimbangkan untuk berangkat sangat pagi sebelum kepadatan dimulai, atau pada malam hari setelah jam sibuk.
- Gunakan Jalur Alternatif: Jika memungkinkan, cari dan pelajari jalur alternatif yang bisa menghindari titik-titik kemacetan utama.
- Istirahat yang Cukup: Pastikan Anda dalam kondisi fisik yang prima sebelum memulai perjalanan. Berhenti dan istirahatlah secara berkala untuk menghindari kelelahan.
- Pantau Informasi Lalu Lintas: Manfaatkan aplikasi navigasi atau pantau informasi lalu lintas terkini melalui radio atau media sosial untuk mendapatkan pembaruan terkini.
- Siapkan Perbekalan: Bawa bekal makanan dan minuman yang cukup, serta perlengkapan darurat untuk mengantisipasi jika terjebak dalam kemacetan yang lama.
- Sabar dan Utamakan Keselamatan: Ingatlah bahwa keselamatan adalah yang utama. Hindari mengambil risiko dengan memacu kendaraan di tengah kepadatan.





