Banjir di Taman Mangu Indah, Pondok Aren: Masalah yang Terus Berulang
Banjir yang kini sering terjadi di Taman Mangu Indah, Pondok Aren, Tangerang Selatan, menjadi masalah besar bagi warga setempat. Bahkan saat hujan ringan, wilayah ini bisa terendam air. Hal ini diduga disebabkan oleh luapan Kali Ciputat dan perubahan lingkungan sekitar.
Warga Mulai Menjual Rumah
Banyak warga memilih menjual rumah mereka karena kelelahan menghadapi banjir yang terus-menerus mengganggu kehidupan sehari-hari. Spanduk bertuliskan “dijual” terlihat di beberapa rumah, menunjukkan bahwa banyak orang ingin meninggalkan area tersebut.
Ketua RT 04 RW 12, Imawan Susanto (52), menyatakan bahwa banjir kini lebih sering terjadi dibanding sebelumnya. Ia mengatakan, “Sekarang hujan sedikit saja sudah banjir. Dalam setahun bisa beberapa kali.” Sebelumnya, banjir hanya terjadi dalam periode lima tahunan, tetapi kini genangan air muncul berulang kali dalam satu tahun.
Dampak Banjir pada Lingkungan
Rumah-rumah yang berada dekat aliran Kali Ciputat menjadi yang paling terdampak. Bekas genangan air terlihat di dinding rumah hingga sekitar 30 sentimeter. Beberapa rumah tampak kosong, sementara lainnya masih dihuni dengan kondisi perabot ditinggikan untuk menghindari kerusakan.
Jalan lingkungan juga mengalami kerusakan, terlihat retak dan ditumbuhi lumut akibat sering tergenang. Celah pada jalan disebut menjadi jalur rembesan air saat hujan turun.
Perubahan Lingkungan Menjadi Sorotan
Ketua RT 02 RW 12, Sugiyanto (63), menyebut kondisi ini berbeda jauh dibanding saat ia pertama kali tinggal di kawasan tersebut pada 1994. Menurut dia, saat itu banjir belum menjadi kejadian rutin. Bahkan Jalan Ceger Raya di depan perumahan tidak pernah tergenang.
Kini, setiap hujan turun, jalan tersebut ikut terendam. Sugiyanto menduga peningkatan banjir dipengaruhi pertumbuhan permukiman di kawasan hulu yang mengurangi daya serap air. Selain itu, ia juga menyoroti kondisi Kali Ciputat yang diduga mengalami pendangkalan dan belum pernah dinormalisasi secara menyeluruh.
Dugaan Perubahan Aliran Kali
Banjir di Pondok Aren diduga dipicu perubahan aliran Kali Ciputat di kawasan Bintaro. Ketua Pansus RTRW DPRD Tangsel, Ahmad Syawqi, menyebut dampaknya terasa hingga Maharta dan wilayah sekitarnya. Hasil inspeksi menemukan salah satu aliran sungai tidak lagi berfungsi dan diduga dialihkan ke arah Pondok Aren.
Akibatnya, debit air meningkat saat hujan dan memicu banjir. Padahal, aliran tersebut sebelumnya mengarah ke kawasan Bintaro Xchange, namun sejak 2011 jalurnya disebut berubah dan kini terbengkalai.
Perlu Penanganan Menyeluruh
Pengamat tata kota menilai persoalan banjir tidak hanya terkait kondisi sungai, tetapi juga pengelolaan tata ruang dan berkurangnya area resapan air. Warga berharap adanya penanganan lebih serius, termasuk normalisasi sungai dan perbaikan infrastruktur jalan, guna mengurangi dampak banjir yang terus berulang.
Solusi yang Diharapkan
Warga setempat berharap pemerintah dapat segera melakukan tindakan nyata untuk mengatasi masalah banjir. Normalisasi Kali Ciputat menjadi prioritas utama, termasuk pembersihan aliran sungai dari sampah dan limbah. Selain itu, perbaikan sistem drainase dan pengelolaan tata ruang juga diperlukan agar tidak ada lagi permukiman yang terancam banjir.
Selain itu, perlu adanya koordinasi antara pihak-pihak terkait seperti dinas lingkungan, badan pengelola air, dan pemerintah daerah untuk menciptakan solusi yang berkelanjutan.




