Keajaiban “The Dagestan Ninja”: Kemenangan KO Spektakuler yang Terhalang Aturan
Asadula “The Dagestan Ninja” Imangazaliev baru saja mencatatkan salah satu penampilan paling memukau dalam sepanjang kariernya di ONE Championship. Pada laga utama ONE Friday Fights 147 yang disiarkan pada 20 Maret lalu dari Lumpinee Stadium, Bangkok, Thailand, petarung berusia 22 tahun asal Rusia ini berhasil merobohkan legenda hidup Muay Thai, Nong-O Hama, hanya dalam waktu 44 detik di ronde kedua. Sebuah kemenangan KO yang sensasional, namun ironisnya, tidak memberinya sabuk juara dunia ONE Flyweight Muay Thai yang diperebutkan.
Momen Krusial yang Terlewat
Meskipun menampilkan performa luar biasa di dalam oktagon, Imangazaliev harus menelan pil pahit karena gagal memenuhi persyaratan berat badan dan hidrasi saat sesi timbang badan sebelum pertandingan. Kegagalan ini membuatnya kehilangan kesempatan untuk meraih gelar juara dunia yang prestisius tersebut, meskipun ia telah membuktikan diri sebagai penantang yang sangat serius.
Jalannya Pertarungan yang Intens
Sejak bel pertama dibunyikan, Imangazaliev menunjukkan determinasi tinggi. Ia langsung mengambil inisiatif serangan, membuka pertarungan dengan pukulan teep ke arah wajah Nong-O. Tindakan ini merupakan pernyataan tegas bahwa ia sama sekali tidak gentar menghadapi sang veteran yang telah delapan kali menjadi juara dunia ONE Bantamweight Muay Thai.
Nong-O, yang kini berusia 39 tahun, menunjukkan pengalaman bertarungnya dengan cepat beradaptasi. Ia berusaha menjaga jarak, bergerak keluar-masuk untuk menghindari pola serangan non-ortodoks dari lawannya. Sesekali, ia melancarkan pukulan body kick kanan untuk mencoba menemukan ritmenya sendiri. Namun, pertarungan harus berakhir lebih cepat dari yang diperkirakan.
Memasuki ronde kedua, kedua petarung sempat saling bertukar serangan dari jarak jauh. Nong-O mencoba melancarkan pukulan straight kanan ke arah tubuh Imangazaliev. Namun, “The Dagestan Ninja” membaca pergerakan lawannya dengan sempurna. Ia mundur selangkah, lalu melepaskan kombinasi pukulan yang mematikan: hook kiri ke kepala, diikuti hook kanan ke badan, dan diakhiri dengan hook kiri kembali ke kepala.
Rangkaian serangan brutal itu terbukti efektif seketika. Nong-O seketika kehilangan kesadaran, bahkan sebelum tubuhnya sempat menyentuh lantai ring. Wasit yang bertugas segera menghentikan pertandingan, memastikan keselamatan sang legenda.
Rekor Gemilang dan Ambisi Masa Depan
Kemenangan spektakuler ini mengukuhkan rekor Imangazaliev menjadi 12-0, dengan catatan 8-0 di panggung ONE Championship. Finis cepat di ronde kedua ini merupakan kemenangan KO ketujuhnya di kancah global, semakin mempertegas statusnya sebagai salah satu striker paling berbahaya di divisi flyweight Muay Thai.
Meskipun sabuk juara masih belum berada dalam genggamannya, Imangazaliev tidak kehilangan ambisi. Dalam wawancara pasca-pertarungan, ia secara terbuka menyatakan keinginannya untuk menghadapi mantan raja divisi, Rodtang “The Iron Man” Jitmuangnon. Pertarungan melawan Rodtang dipandang sebagai langkah logis berikutnya demi memperebutkan gelar yang sempat terlepas dari jangkauannya.

Potensi duel antara Imangazaliev dan Rodtang tentu akan menjadi magnet tersendiri bagi para penggemar Muay Thai di seluruh dunia. Keduanya dikenal dengan gaya bertarung agresif dan kemampuan striking yang mumpuni. Jika kesempatan ini terwujud, perebutan gelar juara dunia ONE Flyweight Muay Thai diprediksi akan menyajikan tontonan yang luar biasa menegangkan dan penuh kejutan.
Kisah Imangazaliev di ONE Friday Fights 147 menjadi pengingat bahwa dalam dunia bela diri, performa di atas ring adalah segalanya, namun aturan juga memiliki peran krusial. Meski talenta dan kemampuan bertarungnya tak terbantahkan, ia harus menunda ambisi gelarnya. Namun, dengan semangat juang yang ditunjukkannya, “The Dagestan Ninja” diprediksi akan terus menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan di masa depan.





