Indah Permatasari Sibuk Persiapkan Hidangan Khas di Baubau untuk Lebaran 2026
Perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun 2026 bagi aktris Indah Permatasari terasa istimewa. Kali ini, ia memilih untuk merayakannya di kampung halaman sang suami, Arie Kriting, yang berlokasi di Baubau, Sulawesi Tenggara. Menyambut hari kemenangan pada Sabtu, 21 Maret 2026, Indah telah mempersiapkan diri dengan penuh semangat. Kesibukannya dimulai sejak pagi, mulai dari berbelanja bahan-bahan kebutuhan di pasar hingga bergelut di dapur untuk menyiapkan hidangan spesial lebaran. Bersama sang suami, ibu mertua, dan kerabat lainnya, Indah bekerja keras untuk menyelesaikan persiapan masakan sehari sebelum lebaran, atau yang akrab disebut H-1 lebaran.
Menu Khas Timur Menjadi Primadona di Meja Makan
Dalam perhelatan akbar ini, Indah Permatasari memutuskan untuk menghidangkan makanan khas Indonesia Timur yang kaya akan cita rasa. Dua menu andalan yang ia pilih adalah buras dan coto Makassar. Meskipun sibuk meracik bumbu dan mengolah bahan, Indah sendiri mengaku belum sempat mencicipi hasil masakannya secara langsung. Hal ini wajar mengingat ia sedang menjalankan ibadah puasa. Namun, sebagai seorang “Nona Makassar”, Indah terbilang cukup mahir dalam mengolah kedua hidangan legendaris ini. Ia mencurahkan seluruh tenaganya di dapur, memastikan setiap langkah memasak dilakukan dengan presisi dan cinta.
Proses mengaduk adonan buras membutuhkan tenaga ekstra, terutama saat menggunakan kompor tradisional. Indah terlihat menggunakan kedua tangannya untuk mengaduk adonan yang semakin berat seiring waktu memasak.

Menjelang H-1 lebaran, kesibukan di dapur semakin terasa. Indah tampak telaten dalam memasak berbagai menu, meskipun waktu yang tersedia semakin sempit. Ini sudah menjadi rutinitas baginya dalam menyambut hari raya.

Momen memasak Indah terlihat sederhana namun penuh kehangatan. Ia tidak keberatan duduk lesehan saat membungkus buras menggunakan daun pisang, menunjukkan keahliannya yang sudah terasah.

Bahkan, Arie Kriting pun turut ambil bagian dalam persiapan ini. Ia terlihat membantu Indah membungkus buras di dapur, menambah semarak suasana dan membuatnya semakin tidak sabar untuk menikmati hidangan tersebut.
Coto Makassar: Keahlian Indah dalam Meracik Bumbu
Selain buras, Indah Permatasari juga bertekad untuk menyajikan coto Makassar yang lezat. Ia memastikan semua bahan disiapkan sendiri, termasuk proses memotong-motong bawang dan rempah-rempah lainnya.

Semua bahan untuk coto Makassar telah disiapkan Indah dengan cermat. Ia bahkan terlihat sedang memotong-motong bawang sebagai salah satu langkah awal dalam proses memasak.

Sebelum digiling dan dicampur, Indah melakukan proses menyangrai beberapa jenis rempah. Langkah-langkah ini sudah tertanam kuat dalam ingatannya, menunjukkan betapa ia terbiasa dengan tradisi memasak hidangan khas ini.

Tradisi mudik ke rumah mertua di Baubau saat lebaran sudah menjadi agenda tahunan bagi Indah. Ia selalu antusias untuk ikut membantu keluarga besar dalam mempersiapkan menu-menu lebaran.

Kepastian jadwal lebaran yang baru diumumkan pada Sabtu, sesuai hasil sidang isbat Kementerian Agama RI, memberikan sedikit kelegaan. Hal ini memberikan Indah waktu tambahan yang berharga untuk menyelesaikan persiapan masakannya dengan lebih tenang.

Meskipun sedang berpuasa, Indah mengaku rasa coto Makassar yang ia buat masih menjadi misteri baginya. Ia berjanji akan membagikan pengalamannya setelah lebaran tiba.
Semangat dan Antusiasme di Tengah Keterbatasan
Indah Permatasari menunjukkan semangat luar biasa dalam mempersiapkan buras dan coto Makassar untuk hidangan lebaran di rumah mertuanya. Meskipun mengaduk buras membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit, antusiasmenya untuk membuat coto Makassar dari nol, termasuk meracik bumbu-bumbunya, tetap membara. Rasa penasaran Indah terhadap cita rasa masakannya semakin bertambah karena ia tidak bisa mencicipinya selagi berpuasa. Momen-momen seperti ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga pengingat akan kekayaan kuliner Indonesia yang patut dilestarikan.
Di sisi lain, momen Indah Permatasari berbuka puasa syahdu di pinggir pantai kampung halaman suaminya, serta cerita Arie Kriting mengenai momen pendekatan mereka, menambah warna pada perayaan Idul Fitri tahun ini. Kesibukan di dapur yang dipenuhi aroma rempah dan kehangatan keluarga, menjadi bagian tak terpisahkan dari makna Idul Fitri yang sesungguhnya.





