Jadwal Imsakiyah dan Keutamaan Berbuka Puasa di Jayapura
Menjelang waktu berbuka puasa, umat Muslim senantiasa menantikan momen tersebut setelah seharian menahan lapar, dahaga, dan hawa nafsu. Di Kota Jayapura, Provinsi Papua, waktu berbuka puasa memiliki jadwal spesifik yang perlu diketahui oleh para pelaksana ibadah. Penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah oleh pemerintah Republik Indonesia jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, berdasarkan hasil sidang isbat.
Indonesia, yang terbagi menjadi tiga zona waktu, memiliki jadwal imsakiyah yang berbeda-beda di setiap wilayahnya. Kota Jayapura, yang berada dalam zona Waktu Indonesia Timur (WIT), tentu memiliki jadwal yang disesuaikan. Mengetahui jadwal buka puasa yang tepat tidak hanya memberikan kelegaan setelah berpuasa, tetapi juga merupakan bagian dari tuntunan Islam yang mendatangkan pahala berlimpah.
Berikut adalah jadwal imsakiyah dan buka puasa yang dirancang khusus untuk Kota Jayapura pada hari Rabu, 18 Maret 2026, yang bertepatan dengan 28 Ramadan 1447 Hijriah:
Jadwal Buka Puasa Kota Jayapura
Rabu, 18 Maret 2026 / 28 Ramadan 1447 H
- Maghrib: 17:52 WIT
- Isya’: 19:00 WIT
Jadwal Imsakiyah Lengkap Kota Jayapura
Rabu, 18 Maret 2026 (28 Ramadan 1447 H)
- Imsak: 04:18 WIT
- Subuh: 04:28 WIT
- Dzuhur: 11:49 WIT
- Ashar: 14:51 WIT
- Maghrib: 17:52 WIT
- Isya’: 19:00 WIT
Keutamaan Menyegerakan Berbuka Puasa
Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan, menyegerakan waktu berbuka puasa merupakan salah satu sunnah yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Hal ini ditegaskan dalam beberapa sabda Rasulullah SAW. Beliau bersabda, Allah SWT berfirman: “Yang paling Kucintai dari hamba-hamba-Ku (yang berpuasa) adalah yang paling cepat berbuka puasa.” (HR. At-Tirmidzi).
Lebih lanjut, Rasulullah SAW juga bersabda: “Umatku akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Kedua hadits tersebut dengan jelas menunjukkan bahwa waktu berbuka puasa yang tepat telah ditentukan berdasarkan tuntunan Nabi Muhammad SAW, yaitu segera setelah matahari terbenam dan tidak sepatutnya ditunda. Dengan menyegerakan berbuka, seorang Muslim menunjukkan ketaatan kepada Allah SWT dan mengikuti jejak Rasul-Nya dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Untuk dapat berbuka puasa sesuai dengan sunnah Rasulullah SAW, terdapat lima tanda waktu berbuka puasa yang tepat sesuai tuntunan Islam:
- Terbenamnya Matahari: Ini adalah tanda utama yang paling jelas. Terbenamnya matahari secara fisik menandakan masuknya waktu salat Maghrib, yang sekaligus menjadi waktu diperbolehkannya berbuka puasa.
- Adzan Maghrib: Di banyak negara Muslim, kumandang adzan Maghrib menjadi penanda pasti dan umum digunakan sebagai waktu berbuka puasa yang tepat.
- Perhitungan Waktu Salat: Menggunakan jadwal salat resmi yang diterbitkan oleh lembaga-lembaga terkait, yang biasanya juga mencantumkan waktu berbuka puasa yang akurat.
- Perubahan Cahaya Langit: Fenomena alam seperti langit yang mulai menggelap di ufuk barat setelah matahari terbenam juga bisa menjadi indikator alami bahwa waktu berbuka telah tiba.
- Mengikuti Kalender Hijriah: Dalam ajaran Islam, penentuan waktu ibadah, termasuk waktu berbuka puasa, sangat erat kaitannya dengan sistem kalender Hijriah.
Doa Berbuka Puasa: Ungkapan Syukur dan Permohonan
Ketika tiba saatnya berbuka puasa, setelah seharian menahan diri dari makan dan minum, umat Muslim dianjurkan untuk melafalkan doa berbuka puasa. Doa ini merupakan bentuk rasa syukur atas nikmat dan karunia yang telah diberikan oleh Allah SWT, serta pengakuan atas kemudahan yang diberikan untuk menjalankan ibadah puasa.
Terdapat beberapa bacaan doa berbuka puasa yang diajarkan dalam Islam, sebagaimana dipaparkan oleh para ulama berdasarkan riwayat hadits. Berikut adalah beberapa di antaranya:
Doa dari Riwayat Abu Daud (dari Sahabat Ibnu Umar RA):
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah
Artinya: “Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala insya Allah.” (HR. Abu Daud no. 2010)Doa dari Riwayat Abu Daud (dari Mu’adz bin Zahrah):
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ
Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.” (HR. Abu Daud no. 2011)
Dalam masyarakat, doa ini seringkali ditambahkan dengan lafadz lain, yang diperbolehkan karena doa tidak terbatas pada teks yang kaku selama maknanya baik. Tambahan yang umum adalah:
اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin
Artinya: “Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki dan kasih sayang-Mu aku berbuka.”Doa dari Riwayat Ibnu Sunni (dari Mu’adz bin Zahrah):
الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي أعانَنِي فَصَمْتُ، وَرَزَقَنِي فأفْطَرْتُ
Alhamdulillahilladzi a’aananii fashamtu, wa razaqanii faafthartu
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang menolongku maka aku dapat berpuasa, dan yang telah memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka.” (HR. Ibnu Sunni)Doa dari Riwayat Ibnu Sunni (dari Sahabat Ibnu Abbas):
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنا، وَعلى رِزْقِكَ أَفْطَرْنا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إنَّكَ أنْتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ
Allahumma shumnaa, wa ‘alaa rizqika aftharnaa, fataqabbal Minna innaka antas samii’ul ‘aliim
Artinya: “Ya Allah, karena Kamu kami berpuasa, dan dengan rizki-Mu kami berbuka, maka terimalah (puasa) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (HR: Ibnu Sunni)Doa berdasarkan Riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Sunni (dari Ibnu Umar):
اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي
Allahumma inni asaluka birahmatikallatii wasi’at kulla syaiin antaghfira lii
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.”
(Lihat selengkapnya: al-Nawawi, al-Adzkar, hlm. 190)
Membaca doa saat berbuka puasa adalah cara yang indah untuk mengakhiri hari puasa dengan penuh kesadaran spiritual dan rasa syukur.





