Jadwal Buka Puasa dan Imsak Kota Medan, Jumat 20 Maret 2026
Bagi umat Muslim di Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat, 20 Maret 2026, menandai momen penting dalam rangkaian ibadah puasa Ramadan. Hari itu bertepatan dengan tanggal 30 Ramadan 1447 Hijriah, sebuah hari yang sangat dinantikan untuk mengakhiri puasa seharian. Mengetahui jadwal imsak dan buka puasa yang tepat adalah esensial bagi setiap Muslim untuk menjalankan ibadah sesuai dengan tuntunan syariat Islam, yang tidak hanya memberikan ketenangan hati tetapi juga berpotensi mendatangkan pahala berlipat ganda.
Pemerintah Republik Indonesia telah secara resmi menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026, berdasarkan hasil sidang isbat yang diadakan pada Selasa, 17 Februari 2026 di Jakarta. Penetapan ini menjadi pedoman bagi seluruh umat Muslim di Indonesia dalam memulai dan mengakhiri ibadah puasa.
Setelah menahan diri dari makan, minum, dan hawa nafsu sejak fajar hingga matahari terbenam, waktu berbuka puasa adalah momen yang paling dinanti. Jadwal buka puasa yang akurat sangat penting untuk memastikan ibadah yang dijalankan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW. Dengan memahami waktu yang dianjurkan, umat Muslim dapat meraih kenikmatan berbuka puasa sekaligus mendapatkan ganjaran pahala yang berlimpah.
Berikut adalah jadwal imsakiyah dan buka puasa yang dirilis untuk Kota Medan pada Jumat, 20 Maret 2026, yang juga bertepatan dengan 30 Ramadan 1447 Hijriah:
Jadwal Buka Puasa dan Isya Kota Medan
* Jumat, 20 Maret 2026 (30 Ramadan 1447 H)
* Maghrib (Waktu Berbuka Puasa): 18:39 WIB
* Isya: 19:47 WIB
Jadwal Imsakiyah Kota Medan
* Jumat, 20 Maret 2026 (30 Ramadan 1447 H)
* Imsak: 05:05 WIB
* Subuh: 05:15 WIB
* Dzuhur: 12:36 WIB
* Ashar: 15:42 WIB
* Maghrib: 18:39 WIB
* Isya: 19:47 WIB
Keutamaan Menyegerakan Berbuka Puasa
Dalam ajaran Islam, menyegerakan berbuka puasa saat memasuki waktunya merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW. Hal ini tercermin dalam beberapa sabda beliau:
- “Allah berfirman, ‘Yang paling Kucintai dari hamba-hamba-Ku (yang berpuasa) adalah yang paling cepat berbuka puasa’” (HR. At-Tirmidzi).
- “Umatku akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka puasa.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Kedua hadits tersebut dengan jelas menunjukkan pentingnya untuk segera berbuka puasa begitu matahari terbenam dan waktu Maghrib telah tiba, tanpa menunda-nundanya. Tindakan menyegerakan berbuka puasa merupakan bentuk ketaatan kepada Allah SWT dan kepatuhan terhadap sunnah Rasulullah SAW dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan.
Tanda-tanda Waktu Berbuka Puasa yang Tepat Sesuai Tuntunan Islam
Untuk memastikan ibadah puasa dilaksanakan sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW, ada beberapa tanda yang dapat dijadikan patokan untuk mengetahui waktu berbuka puasa yang tepat:
- Terbenamnya Matahari: Ini adalah tanda paling utama dan paling jelas. Terbenamnya matahari secara visual menandakan masuknya waktu salat Maghrib, yang sekaligus menjadi penanda waktu berbuka puasa.
- Adzan Maghrib: Di sebagian besar negara Muslim, adzan Maghrib yang dikumandangkan menjadi penanda resmi dan pasti bahwa waktu berbuka puasa telah tiba.
- Perhitungan Waktu Salat: Menggunakan jadwal salat resmi yang biasanya mencakup informasi mengenai waktu imsak, subuh, dzuhur, ashar, maghrib, dan isya. Jadwal ini merupakan hasil perhitungan astronomis yang akurat.
- Perubahan Cahaya Langit: Secara alami, langit akan mulai menggelap di ufuk barat setelah matahari terbenam. Perubahan warna dan intensitas cahaya ini bisa menjadi indikator visual bahwa waktu berbuka telah dekat.
- Mengikuti Kalender Hijriah: Dalam penanggalan Islam, penentuan waktu ibadah, termasuk puasa dan berbuka, sangat bergantung pada pergerakan bulan yang tercatat dalam kalender Hijriah.
Bacaan Doa Berbuka Puasa
Setelah seharian menahan lapar dan dahaga, umat Muslim dianjurkan untuk memanjatkan doa sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat dan karunia yang telah diberikan Allah SWT. Ada beberapa bacaan doa berbuka puasa yang diajarkan dalam Islam, di antaranya:
Doa dari Riwayat Abu Daud (dari Ibnu Umar RA):
“ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ”
Transliterasi: Dzahabazh zhama’u wabtallatil ‘uruuqu, wa tsabatal ajru in syaa Allah.
Artinya: “Telah hilang dahaga, dan telah basah tenggorokan, dan telah ditetapkan pahala, insya Allah.” (HR. Abu Daud no. 2010).Doa dari Riwayat Abu Daud (dari Muadz bin Zahrah):
“اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ، وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ”
Transliterasi: Allahumma laka shumtu wa ‘alaa rizqika afthartu.
Artinya: “Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.” (HR. Abu Daud no. 2011).Dalam praktik di masyarakat, doa ini seringkali ditambahkan dengan lafaz lain, seperti:
“اللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْت بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ”
Transliterasi: Allahummalakasumtu wabika aamantu wa’alarizqika afthortu birohmatikaya ar-hamarrahimin.
Artinya: “Ya Allah Dzat yang Maha Pemurah dari segalanya, untuk-Mu aku berpuasa dan dengan rizki dan kasih sayang-Mu aku berbuka.” Penambahan ini diperbolehkan selama maknanya baik.Doa dari Riwayat Ibnu Sunni (dari Muadz bin Zahrah):
“الحَمْدُ لِلَّهِ الَّذي أعانَنِي فَصَمْتُ، وَرَزَقَنِي فأفْطَرْتُ”
Transliterasi: Alhamdulillahilladzi a’aananii fashamtu, wa razaqanii faafthartu.
Artinya: “Segala puji bagi Allah yang menolongku maka aku dapat berpuasa, dan yang telah memberiku rezeki sehingga aku dapat berbuka.” (HR. Ibnu Sunni).Doa dari Riwayat Ibnu Sunni (dari Ibnu Abbas RA):
“اللَّهُمَّ لَكَ صُمْنا، وَعلى رِزْقِكَ أَفْطَرْنا، فَتَقَبَّلْ مِنَّا إنَّكَ أنْتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ”
Transliterasi: Allahumma shumnaa, wa ‘alaa rizqika aftharnaa, fataqabbal Minna innaka antas samii’ul ‘aliim.
Artinya: “Ya Allah, karena Kamu kami berpuasa, dan dengan rizki-Mu kami berbuka, maka terimalah (puasa) kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar dan Maha Mengetahui.” (HR. Ibnu Sunni).Doa dari Riwayat Ibnu Majah dan Ibnu Sunni (dari Ibnu Umar RA):
“اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي”
Transliterasi: Allahumma inni asaluka birahmatikallatii wasi’at kulla syaiin antaghfira lii.
Artinya: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku.” (Lihat selengkapnya: al-Nawawi, al-Adzkar, hlm. 190).
Semoga informasi jadwal imsakiyah dan buka puasa serta bacaan doa ini dapat membantu umat Muslim di Kota Medan dalam menjalankan ibadah puasa dengan lebih khusyuk dan sesuai dengan tuntunan syariat.





