Menyambut Fajar Terakhir Ramadan: Jadwal Imsak dan Keutamaan Sahur di Manado, 20 Maret 2026
Menjelang akhir bulan suci Ramadan, umat Muslim di seluruh penjuru negeri bersiap menyambut hari terakhir puasa. Pada Jumat, 20 Maret 2026, seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kota Manado, akan menjalankan ibadah puasa pada hari ke-30 Ramadan 1447 Hijriah. Momen ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kekhusyukan ibadah hingga akhir, di mana persiapan matang, terutama terkait waktu sahur atau imsak, menjadi kunci kelancaran dan kenyamanan berpuasa.
Memahami jadwal imsak dan waktu sahur merupakan elemen krusial agar ibadah puasa dapat dilaksanakan sesuai dengan ketentuan syariat. Dengan mengetahui secara pasti kapan waktu imsak dimulai, masyarakat dapat merencanakan aktivitas harian dan ibadah dengan lebih teratur. Hal ini tidak hanya membantu menjaga ritme puasa agar tidak terlewat, tetapi juga memastikan setiap rangkaian ibadah, mulai dari sahur hingga berbuka, dijalankan tepat waktu.
Bagi warga Kota Manado, berikut adalah jadwal imsak yang perlu dicatat untuk hari Jumat, 20 Maret 2026, sebagaimana tercantum dalam jadwal salat yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Bimas Islam):
Jadwal Imsak dan Salat Kota Manado, Jumat 20 Maret 2026
- IMSAK: 04:21 WITA
- SUBUH: 04:31 WITA
- TERBIT: 05:42 WITA
- DUHA: 06:09 WITA
- ZUHUR: 11:52 WITA
- ASAR: 14:54 WITA
- MAGRIB: 17:55 WITA
- ISYA’: 19:03 WITA
Secara ringkas, jadwal imsakiyah untuk Kota Manado pada Jumat, 20 Maret 2026 (30 Ramadan 1447 H) adalah sebagai berikut:
- Imsak: 04:21
- Subuh: 04:31
- Zhuhr: 11:52
- ‘Ashr: 14:54
- Maghrib: 17:55
- ‘Isya’: 19:03
Doa Niat Puasa Ramadan: Fondasi Ibadah yang Tak Terpisahkan
Dalam menjalankan ibadah puasa Ramadan, niat merupakan salah satu rukun yang mutlak harus ada dan tidak boleh ditinggalkan. Berbagai mazhab memiliki pandangan terkait waktu pengucapan niat ini. Menurut Mazhab Syafi’i, niat puasa Ramadan harus diucapkan setiap malam selama bulan suci ini, tepatnya sebelum terbitnya fajar. Hal ini menekankan pentingnya kesadaran dan keinginan hati yang diperbarui setiap hari untuk menjalankan ibadah puasa.
Sementara itu, Mazhab Maliki memberikan kelonggaran dengan membolehkan niat puasa dilakukan satu kali untuk sebulan penuh pada malam pertama Ramadan. Meskipun terdapat perbedaan dalam cara pengucapannya, esensi dari niat tetaplah sama, yaitu tekad yang tulus untuk beribadah kepada Allah SWT.
Bacaan niat puasa Ramadan yang umum diajarkan adalah:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala.”
Keutamaan dan Manfaat Sahur: Bekal Spiritual dan Fisik Menuju Ramadan Penuh Berkah
Sahur, sebagai santapan sebelum memulai puasa, seringkali dianggap sekadar ritual makan. Namun, di balik kegiatan ini tersimpan makna dan manfaat yang mendalam. Rasulullah SAW sendiri telah bersabda, “Makan sahur, karena dalam sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari dan Muslim). Keberkahan ini bukan hanya terbatas pada asupan nutrisi, melainkan meluas ke berbagai aspek kehidupan seorang Muslim.
Beberapa keutamaan dan manfaat utama dari melaksanakan sahur antara lain:
- Menambah Keberkahan dalam Puasa: Keberkahan dalam sahur tidak hanya terwujud dalam bentuk energi fisik yang didapat dari makanan, tetapi juga sebagai sumber semangat dan ketahanan mental untuk menjalankan ibadah puasa sepanjang hari.
- Menjaga Kesehatan dan Stamina: Dengan memilih menu sahur yang bergizi dan seimbang, tubuh akan memiliki cadangan energi yang cukup. Hal ini membantu mencegah rasa lemas dan menjaga performa fisik serta mental agar tetap prima.
- Meneladani Sunnah Rasulullah SAW: Melaksanakan sahur adalah salah satu cara umat Muslim untuk meniru dan mengikuti jejak Nabi Muhammad SAW. Beliau senantiasa melaksanakan sahur, bahkan dengan hidangan yang sederhana sekalipun, seperti kurma dan air putih.
- Mencegah Dehidrasi: Konsumsi cairan yang memadai saat sahur sangat penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Hal ini membantu mencegah dehidrasi yang dapat mengganggu kenyamanan dan konsentrasi selama berpuasa.
- Memudahkan dalam Menjalankan Ibadah: Tubuh yang mendapatkan asupan nutrisi dan hidrasi yang cukup saat sahur akan lebih kuat dan berenergi. Kondisi ini tentu akan memudahkan seseorang untuk melaksanakan ibadah-ibadah sunnah dan wajib, seperti shalat tarawih, shalat malam, membaca Al-Qur’an, serta menjalankan aktivitas sehari-hari dengan lebih khusyuk.
Waktu Terbaik untuk Sahur: Mengikuti Sunnah dan Meraih Keutamaan Spiritual
Rentang waktu pelaksanaan sahur dimulai sejak tengah malam hingga menjelang terbitnya fajar. Namun, para ulama sangat menganjurkan umat Islam untuk mengakhirkan waktu sahur, yaitu melaksanakannya sedekat mungkin dengan waktu imsak atau azan Subuh. Anjuran ini didasarkan pada kebiasaan Nabi Muhammad SAW yang selalu menunda sahur hingga mendekati waktu fajar.
Mengikuti sunnah Rasulullah SAW dalam mengakhirkan sahur memiliki beberapa keuntungan. Dari sisi fisik, sahur yang dilakukan menjelang waktu puasa dinilai lebih efektif dalam menjaga stamina dan energi sepanjang hari. Tubuh akan lebih siap menghadapi tantangan puasa ketika asupan terakhir dikonsumsi sesaat sebelum ibadah dimulai.
Secara spiritual, momen sahur yang dilakukan di akhir malam juga menjadi waktu yang sangat berharga untuk melatih kedisiplinan dan pengorbanan diri. Umat Islam harus membangunkan diri dari tidur, mengorbankan sebagian waktu istirahat malam demi meraih keberkahan sahur. Lebih dari itu, waktu sebelum fajar ini merupakan momen yang sangat mustajab untuk memanjatkan doa, memohon ampunan (beristighfar), dan berdzikir kepada Allah SWT.
Dengan demikian, sahur bukan hanya sekadar persiapan fisik sebelum menahan lapar dan dahaga. Ia adalah sebuah kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas ibadah, mempererat kedekatan spiritual dengan Sang Pencipta, dan meraih keberkahan Ramadan secara menyeluruh.





