Jejak Karier Kasat Narkoba yang Diduga Terlibat Narkoba

Penangkapan Kasat Resnarkoba Polres Kukar Mengguncang Internal Kepolisian

Penangkapan seorang kasat resnarkoba di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) kembali menghebohkan publik. AKP Yohanes Bonar Adiguna, yang menjabat sebagai Kasat Resnarkoba Polres Kutai Kartanegara (Kukar), ditangkap oleh Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim atas dugaan keterlibatan dalam kasus narkotika. Peristiwa ini memperkuat tren penangkapan oknum aparat yang terlibat dalam peredaran narkoba di wilayah tersebut.

Penangkapan Awal Mei 2026

AKP Yohanes Bonar Adiguna diamankan pada awal Mei 2026 dan kini ditahan di Rumah Tahanan Polda Kaltim sejak 2 Mei 2026. Meski penyidik masih melakukan pemeriksaan, pihak kepolisian belum memberikan rincian lengkap mengenai perkara yang menjeratnya. Dugaannya, ia terlibat dalam penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika, yang merupakan bidang tugasnya sebagai Kasat Resnarkoba.

Sebelumnya, kasus serupa juga menimpa AKP Deky Jonathan Sasiang, Kasat Narkoba Polres Kutai Barat. Hal ini menunjukkan adanya indikasi sistematis dalam penggerebekan oknum aparat yang terlibat dalam jaringan narkoba.

Jejak Karier AKP Yohanes Bonar Adiguna

AKP Yohanes Bonar Adiguna adalah sosok yang dikenal memiliki karier cukup menonjol di lingkungan Polda Kaltim. Ia lulus dari Akademi Kepolisian pada tahun 2015 dan melanjutkan pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) pada 2020 dengan capaian delapan besar. Selama masa karier, ia pernah menjabat berbagai posisi penting, seperti:

  • Kasat Polair Polres Paser pada 2020
  • Pamin Sepripim Polda Kaltim
  • Pejabat Sementara (Ps) Kasat Reskrim Polres Kutai Barat
  • Ps Kasat Reskrim Polres Bontang
  • Kapolsek Sungai Kunjang, Samarinda

Jabatan terakhir yang diemban oleh YBA adalah Kasat Resnarkoba Polres Kukar, yang kini menjadi sumber kontroversi setelah dirinya ditangkap.

Tanggapan dari Kapolda Kaltim

Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol Endar Priantoro, telah membenarkan penangkapan terhadap AKP Yohanes Bonar Adiguna. Ia menyatakan bahwa proses pemeriksaan masih berlangsung, sehingga belum bisa memberikan informasi lebih lanjut.

“Ya, kasat narkoba baru penindakan masih dalam proses pemeriksaan di Polda. Karena masih dalam pemeriksaan kita belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut,” ujar Endar Priantoro usai menghadiri acara Panen Raya Jagung di Desa Embalut, Tenggarong Seberang, Sabtu (16/5/2026).

Sementara itu, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yuliyanto juga mengonfirmasi adanya penangkapan tersebut. “Benar, saat ini masih dalam pengembangan,” katanya singkat.

Hingga kini, Polda Kaltim masih mendalami dugaan keterlibatan AKP Yohanes Bonar Adiguna dalam jaringan narkotika. Polisi juga belum memberikan keterangan mengenai barang bukti maupun kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.

Reaksi Publik dan Keprihatinan

Peristiwa ini memicu reaksi dari masyarakat dan kalangan media. Berbagai isu mulai muncul, termasuk pertanyaan tentang efektivitas penegakan hukum di internal kepolisian. Masyarakat mengharapkan transparansi dan keadilan dalam penanganan kasus ini.

Selain itu, penangkapan ini juga menjadi bahan evaluasi bagi institusi kepolisian. Diperlukan langkah-langkah preventif untuk memastikan tidak ada lagi oknum aparat yang terlibat dalam peredaran narkoba.

Kesimpulan

Penangkapan AKP Yohanes Bonar Adiguna menjadi momen penting dalam upaya membersihkan instansi kepolisian dari praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Dengan penegakan hukum yang tegas dan transparan, diharapkan dapat memberikan contoh yang baik kepada seluruh anggota polisi.

Pos terkait