Sebuah pemandangan tak terduga di tengah hiruk pikuk Car Free Day (CFD) Jakarta Pusat pada Minggu, 4 Januari 2026, berhasil mencuri perhatian warga. Sebuah pengendali gim Nintendo Switch, yang lebih dikenal sebagai Joy-Con, ditemukan tertanam permanen di aspal Jalan Jenderal Sudirman. Fenomena unik ini seketika menjadi viral di media sosial, memicu rasa penasaran dan keramaian di kalangan pengunjung CFD.
Banyak warga yang sedang berolahraga, baik itu bersepeda, berlari, maupun berjalan kaki, menghentikan aktivitas mereka sejenak untuk mencari dan melihat langsung objek tak lazim yang menghiasi jalanan protokol tersebut. Momen ini tak dilewatkan begitu saja, banyak yang mengabadikannya dalam foto maupun video, kemudian mengunggahnya kembali ke berbagai platform media sosial, semakin memperluas jangkauan viralitasnya.
Kisah Warga yang Penasaran
Salah satu warga yang tergerak untuk melihat Joy-Con tertanam itu adalah Akmal (26), seorang penduduk Grogol, Jakarta Barat. Ia mengaku sengaja datang ke kawasan Sudirman bersama temannya dengan bersepeda, setelah melihat unggahan tentang Joy-Con tersebut di media sosial. “Penasaran, sering CFD di sini buat sepedahan, tapi biasanya lewat jalur sepeda yang kanan jadi enggak engeh kalau ada ini (Joy-con tertanam), baru tahu setelah viral,” ungkap Akmal saat ditemui di Jalan Sudirman.
Menurut Akmal, Joy-Con yang identik dengan dunia permainan video terasa sangat unik ketika ditemukan menempel di jalan raya. Keunikan inilah yang menjadi daya tarik utama bagi banyak warga untuk menyaksikannya secara langsung. “Unik saja, ini sepertinya sudah lama, terjatuh, terus kelindes kendaraan, lama-lama kan menyatu sama aspal, kan aspal panas pas siang, mungkin itu jadi kependem,” tambahnya, berspekulasi mengenai bagaimana benda tersebut bisa tertanam di aspal.
Pengalaman serupa juga datang dari Rizki, seorang warga Mampang, Jakarta Selatan. Ia mengaku mengetahui keberadaan Joy-Con tersebut dari media sosial, lalu bertekad mencarinya saat sedang berlari di kawasan CFD. “Penerasan, kemarin lihat di sosmed, pas lari di CFD coba lihat, eh beneran ada,” jelas Rizki dengan antusias.
Rizki menambahkan bahwa meskipun ia rutin berolahraga di Jalan Jenderal Sudirman, ia baru menyadari keberadaan Joy-Con tersebut setelah fenomena ini menjadi viral dan ramai dibicarakan warganet. “Lari sering tetapi baru tahu ini, terus ada mapsnya juga kan kalau di search di Google,” ungkapnya, merujuk pada fakta bahwa objek ini bahkan terdeteksi di Google Maps.
Fenomena Digital dan Keberadaan Fisik
Sebelumnya, sebuah video yang diunggah oleh akun Instagram @alvxb telah lebih dulu mempopulerkan penemuan Joy-Con Nintendo Switch yang tertanam di aspal Jalan Jenderal Sudirman. Dalam video tersebut, Joy-Con tampak jelas berada di permukaan jalan, bahkan saat ruas Sudirman ditutup untuk perayaan malam pergantian Tahun Baru.
Keberadaan Joy-Con ini menjadi semakin menarik perhatian karena lokasinya tercatat secara akurat dalam sistem Google Maps. Warganet bahkan dapat dengan mudah melacak keberadaannya hanya dengan menelusuri kata kunci “Joy-Con” melalui layanan peta digital tersebut. Hal ini menunjukkan bagaimana teknologi dan objek fisik dapat saling berinteraksi dan menciptakan fenomena baru yang unik.
Pantauan Langsung di Lokasi
Saat dilakukan pantauan langsung pada Minggu, 4 Januari 2026, Joy-Con yang menjadi perbincangan itu terlihat berada di depan Gedung Intiland Tower. Ukurannya yang relatif kecil membuat sejumlah warga harus mencermatinya dengan saksama agar dapat menemukannya di antara hamparan aspal jalan.
Secara visual, Joy-Con berwarna putih itu tertanam sebagian di permukaan aspal. Beberapa bagiannya masih terlihat jelas di permukaan, sementara tombol-tombolnya tampak telah mengeras dan seolah menyatu dengan tekstur jalan. Kondisi ini memberikan gambaran bahwa benda tersebut telah berada di sana cukup lama dan mengalami berbagai proses alamiah yang membuatnya menyatu dengan infrastruktur jalan.
Fenomena Joy-Con tertanam di aspal ini menjadi pengingat bahwa hal-hal tak terduga bisa saja muncul di tempat yang paling biasa kita temui. Ia menjadi objek wisata dadakan yang menarik, memicu percakapan, dan bahkan membuat sebagian orang sengaja datang untuk melihatnya. Ini adalah contoh menarik bagaimana budaya pop dan teknologi dapat menyentuh kehidupan sehari-hari, bahkan dalam bentuk yang paling tak terduga sekalipun.






