KAI Daop 8 Surabaya Batalkan 3 Perjalanan Kereta Akibat Tabrakan KRL-KA Argo Bromo di Bekasi

Kecelakaan Kereta Api di Bekasi Timur

Pada Senin malam (27/4), terjadi kecelakaan antara Kereta Rel Listrik (KRL) dan Kereta Argo Bromo Anggrek di kawasan Stasiun Bekasi Timur. Kejadian ini menyebabkan tiga perjalanan kereta api di Daop 8 Surabaya harus dibatalkan. Perjalanan yang dibatalkan antara lain:

  • KA 163 Gumarang dengan rute Surabaya Pasarturi – Pasarsenen
  • KA 94 – 91 Jayabaya dengan rute Malang – Pasarsenen
  • KA 29F Argo Anjasmoro dengan rute Surabaya Pasarturi – Gambir

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menyampaikan duka cita atas insiden tersebut. Ia juga memohon maaf kepada para penumpang yang terdampak pembatalan perjalanan.

“Kami berharap proses penanganan berjalan lancar dan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik,” ujar Mahendro pada Selasa (28/4). Ia menegaskan bahwa pembatalan perjalanan dilakukan demi menjaga keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api.

KAI menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam setiap kondisi. Langkah pembatalan ini diambil sebagai bentuk komitmen untuk memastikan kelancaran proses penanganan di lokasi kejadian.

Penanganan Bagi Penumpang Terdampak

Untuk mengompensasi dampak dari pembatalan perjalanan, KAI Daop 8 Surabaya memberikan pengembalian bea tiket 100% kepada penumpang yang terdampak. Pengembalian ini dilakukan tanpa biaya tambahan.

Penumpang dapat melakukan pembatalan tiket melalui aplikasi Access by KAI atau langsung di loket stasiun. Selain itu, pelanggan juga bisa memilih opsi penjadwalan ulang sesuai ketentuan yang berlaku.

KAI Daop 8 Surabaya akan terus memperbarui informasi operasional secara berkala. Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi Contact Center 121, WhatsApp 0811-2223-3121, atau kanal resmi KAI lainnya.

Kronologi Kecelakaan

Dalam kronologi singkat, kecelakaan terjadi saat sebuah taksi listrik menabrak KRL di perlintasan sebidang dekat Bulak Kapal. Akibatnya, KRL berhenti di jalur perjalanan. Pada saat yang sama, KA Argo Bromo melaju dari arah belakang dan tidak dapat menghindari tabrakan.

Menurut Manajer Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, kecelakaan ini menyebabkan beberapa gerbong kereta rusak dan banyak korban terjepit di rangkaian.

“Iya betul, ada kecelakaan kereta. Jadi ada taksi yang menabrak KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal ya, sehingga membuat KRL-nya berhenti, lalu di belakangnya ada Kereta Argo Bromo (dan terjadi tabrakan),” ujar Franoto.

Hingga Selasa pagi (28/4), KAI melaporkan adanya 7 orang penumpang yang meninggal dunia akibat insiden ini. Selain itu, sebanyak 81 korban luka-luka dan 3 orang masih terjebak dalam rangkaian kereta.

Pos terkait