Bantuan Kemanusiaan dari Kantor Staf Presiden Tiba di Pidie, Dukungan Penuh Polri Dirasakan Masyarakat
SIGLI – Kabupaten Pidie kembali menunjukkan ketangguhannya dalam menghadapi cobaan bencana alam. Kali ini, kepedulian dari pemerintah pusat hadir melalui Kantor Staf Presiden (KSP) Republik Indonesia yang menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak banjir. Kegiatan penyerahan bantuan yang berlangsung pada Sabtu, 3 Januari 2026, ini mendapatkan pendampingan langsung dari Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK, yang mendampingi Tim KSP yang dipimpin oleh Ancilla Yanny Irmella.
Rombongan Tim KSP beserta Tim Advance Kantor Staf Presiden tiba di Markas Komando (Mako) Polres Pidie pada pukul 09.30 WIB. Kehadiran mereka disambut hangat, menandai dimulainya serangkaian kegiatan penyaluran bantuan dan peninjauan langsung kondisi masyarakat pasca bencana.
Perjalanan rombongan kemudian dilanjutkan menuju Gampong Lamkawe, Kecamatan Kembang Tanjong, Kabupaten Pidie. Di lokasi ini, bantuan diserahkan secara simbolis kepada warga yang terdampak langsung oleh luapan air. Tidak hanya sekadar menyerahkan bantuan, Tim KSP yang dipimpin oleh Ancilla Yanny Irmella juga menyempatkan diri untuk berdialog dan menyapa warga. Interaksi langsung ini menjadi momen penting untuk mendengarkan secara rinci kondisi terkini serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak yang dihadapi masyarakat pasca bencana.
Salah satu fokus perhatian dalam kunjungan ini adalah upaya pemulihan psikologis bagi anak-anak yang menjadi korban banjir. Tim KSP turut meninjau langsung kegiatan trauma healing yang dilaksanakan oleh personel Polisi Wanita (Polwan) Polres Pidie. Kegiatan ini dirancang khusus untuk membantu anak-anak mengatasi trauma dan kecemasan yang mungkin timbul akibat pengalaman pahit selama bencana. Suasana ceria dan penuh harapan terpancar dari wajah anak-anak yang mengikuti sesi trauma healing, menjadi bukti nyata dampak positif dari kehadiran dan perhatian yang diberikan.
Setelah dari Kecamatan Kembang Tanjong, rombongan Tim KSP melanjutkan perjalanan ke Gampong Tiba Mesjid, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie. Di gampong ini, penyaluran bantuan kembali dilakukan untuk masyarakat setempat yang juga mengalami dampak serupa akibat banjir. Kehadiran bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat dalam menghadapi masa pemulihan pasca bencana.
Peran Aktif Polri dalam Penanggulangan Bencana
Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK, menegaskan komitmen penuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam mendukung program pemerintah pusat untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam. Beliau menekankan bahwa kehadiran Polri harus dirasakan secara nyata oleh masyarakat melalui pelayanan yang humanis dan responsif.
“Polres Pidie tidak hanya berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga hadir sebagai garda terdepan dalam memberikan bantuan dan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama saat dilanda bencana,” ujar AKBP Jaka Mulyana.
Lebih lanjut, Kapolres Pidie menjelaskan berbagai upaya yang telah dan akan terus dilakukan oleh Polres Pidie dalam penanggulangan bencana. Selain mendampingi tim dari pusat, Polres Pidie juga mengerahkan Tim Dokkes (Dokter Kesehatan) untuk memberikan pelayanan kesehatan langsung kepada masyarakat. Kegiatan trauma healing yang dipelopori oleh Polwan menjadi salah satu bentuk kepedulian Polri terhadap aspek psikologis korban, khususnya anak-anak.
“Kami menyadari bahwa pemulihan tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga mental dan emosional. Oleh karena itu, Tim Dokkes Polres Pidie secara aktif melakukan pemeriksaan kesehatan, sementara personel kami lainnya turut serta dalam kegiatan pembersihan fasilitas umum yang terdampak banjir,” tambah AKBP Jaka Mulyana.
Rincian Bantuan yang Disalurkan
Bantuan yang disalurkan dalam kegiatan ini ditujukan untuk dua gampong yang paling terdampak, yaitu Gampong Lamkawe di Kecamatan Kembang Tanjong dan Gampong Tiba Mesjid di Kecamatan Mutiara Timur. Berbagai jenis bantuan diserahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan pemulihan masyarakat, antara lain:
- Perlengkapan Ibadah: Kebutuhan esensial untuk menunjang aktivitas keagamaan masyarakat.
- Pakaian: Bantuan pakaian layak pakai untuk menggantikan pakaian yang rusak atau hilang akibat banjir.
- Perlengkapan Anak: Kebutuhan khusus untuk anak-anak, seperti popok, susu formula, dan mainan edukatif.
- Alat Kebersihan: Peralatan yang dibutuhkan untuk membersihkan rumah dan lingkungan pasca banjir.
- Mesin Pompa Apung: Alat bantu untuk mengeringkan genangan air di area pemukiman.
- Al-Qur’an: Kitab suci sebagai penopang spiritual masyarakat.
- Kebutuhan Sehari-hari Lainnya: Berbagai macam barang kebutuhan pokok dan perlengkapan rumah tangga lainnya yang sangat dibutuhkan oleh keluarga terdampak.
Kegiatan penyerahan bantuan ini dihadiri oleh berbagai pihak penting, menunjukkan sinergi antarlembaga dalam penanggulangan bencana. Turut hadir dalam rombongan tersebut Wakapolres Pidie Kompol Dwi Arys Purwoko, S.IP, SIK, MH., perwakilan dari Kodim 0102/Pidie, Tenaga Ahli Utama KSP, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pidie, para pejabat utama Polres Pidie, Kapolsek Kembang Tanjung, Kapolsek Mutiara Timur, serta Tim Advance Kantor Staf Presiden. Kolaborasi ini menjadi kunci utama dalam memastikan bantuan tersalurkan dengan efektif dan tepat sasaran, serta memberikan semangat baru bagi masyarakat Pidie dalam membangun kembali kehidupan pasca bencana.






