Pembunuhan di Desa Golan, Ponorogo Terbongkar dari Kecurigaan Warga
Pembunuhan yang terjadi di Desa Golan, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, akhirnya terungkap setelah kecurigaan warga memicu tindakan lebih lanjut. Kejadian ini menimpa Nur Aini (55), seorang warga yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Beberapa hal membuat warga menjadi curiga. Pertama, lampu rumah korban masih menyala meskipun sudah malam hari. Kedua, nasi berkat yang merupakan makanan dari hajatan atau selamatan yang dikirimkan oleh tetangga tidak tersentuh sama sekali. Nasi berkat biasanya dibawa pulang oleh peserta hajatan dan jika ada yang tidak datang, maka nasi tersebut akan dikirimkan kembali.
Prayitno, salah satu tetangga korban, mengungkapkan bahwa sekitar pukul 04.30 WIB, lampu rumah Nur Aini masih menyala. Nasi berkat yang dikirimkan juga masih terletak di depan pintu rumah. Ia mencoba menghubungi korban namun tidak bisa mendapatkan respons.
“Kemarin siang tak bisa dihubungi. Semalam juga tidak bisa. Pintunya terkunci terus. Pagi tadi saya curiga karena melihat cahaya dari jendela menggunakan lampu HP. Saya langsung lari mencari tetangga,” ujarnya.
Menurut Prayitno, warga tidak berani mendekat ke rumah korban. Mereka memilih untuk memanggil polisi. Lokasi Mapolsek Sukorejo hanya berjarak sekitar 500 meter dari lokasi dugaan pembunuhan.
Saat polisi membuka pintu rumah, mereka menemukan jenazah korban dalam posisi miring dan tertutup sarung. Selain itu, jenazah juga berlumuran darah.
Irfan Rifai, saudara dari korban Nur Aini, mengatakan bahwa dirinya dipanggil oleh warga. Saat melihat korban, ia melihat bahwa korban berlumuran darah di bagian kepala, sementara bagian bawah tubuh tidak terlihat berlumuran darah.
“Ia berlumuran darah disebagian kepala, tapi untuk yang bawah tidak ada yang berlumuran darah,” tambah Irfan.
Dia menduga bahwa luka-luka tersebut disebabkan oleh penyiksaan atau dugaan pembunuhan. Namun, ia belum berani menyimpulkan siapa pelakunya.
“Tinggalnya memang bersama anaknya. Cuma sekarang anaknya tidak ada. Saya tidak berani menyimpulkan bagaimana-bagaimananya. Kami serahkan ke pihak kepolisian,” ujarnya.
Irfan juga menjelaskan bahwa korban dalam kondisi di dalam rumah. Rumah tersebut terkunci dari luar.
“Banyak berlumuran darah. Tadi waktu tetangga mengecek habis subuh, sudah ada di dalam rumah kondisi terkunci di luar,” katanya.
AKP Imam Mujali, Kasatreskrim Polres Ponorogo, membenarkan adanya dugaan pembunuhan. Ia mengatakan bahwa informasi lengkap akan diberikan setelah pihak kepolisian melakukan investigasi lebih lanjut.




