Kekhawatiran Mahasiswa Unpad Pasca-Kasus Penodongan
Kasus penodongan yang menimpa seorang mahasiswi Universitas Padjajaran (Unpad) di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, telah menciptakan rasa takut dan was-was di kalangan mahasiswa. Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (12/5/2026) malam, saat korban bernama GC (21) sedang berada di sebuah gang di kawasan Dusun Sukamanah, Desa Hegarmanah. Saat itu, pelaku mencoba menodongnya, namun korban mencoba kabur dan justru terjatuh, sehingga dilindas oleh pelaku.
Kejadian ini memicu reaksi dari banyak mahasiswa lainnya, terutama mereka yang tinggal di sekitar kawasan kos. Salah satu mahasiswi Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad, Maureen Sheanine (20), mengungkapkan bahwa ia merasa tidak aman ketika melintas di area tersebut, terutama saat malam hari.
“Kalau aku menanggapi ini, ini meresahkan buat saya pribadi sebagai mahasiswa,” ujarnya. “Jadi ngerasa takut, terutama kalau mau pergi sudah enggak ada matahari, jadi ngerasa takut.”
Maureen juga menyebutkan bahwa kondisi penerangan di beberapa gang masih minim, membuat mahasiswa merasa khawatir jika harus melintas sendirian. Ia berharap pihak berwenang bisa meningkatkan keamanan atau setidaknya memperbaiki penerangan di area tersebut.
“Harapan ke depan buat polisi dan pemerintah soal keamanan, minimal saja penerangan diperbaiki,” katanya. Sebagai antisipasi, ia kini lebih memilih untuk tidak pulang terlalu larut atau bersama teman-temannya.
Pengalaman Trauma Korban Pertama
Selain korban kedua, ada juga korban pertama yang mengalami penodongan di lokasi yang sama. Korban pertama adalah Shafira Nina Budiman (20). Ia mengaku trauma setelah kejadian tersebut, bahkan sampai-sampai apabila ada kendaraan mendekat, ia merasa seperti diancam.
“Jujur agak trauma. Waktu beli jajan sore-sore, kalau ada motor mendekat jadi kayak orang yang mengancam,” ujarnya. Saat kejadian, pelaku sempat mencoba merebut ponselnya, namun ia berhasil kabur dan berteriak minta tolong.
“Ini handphone buat kuliah juga kan,” tambahnya. “Ke depannya saya akan hati-hati lagi. Hape akan ditaruh di tas, takut kejadian begitu. Memang lagi musibah saja,” pungkasnya.
Kesaksian Warga dan Penangkapan Pelaku
Setelah kejadian penodongan terhadap Shafira, pelaku kembali beraksi dengan menodong korban GC. Sebelum korban ditemukan tergeletak di tengah jalan gang, warga sekitar sempat mendengar jeritan minta tolong.
Ariel Delima (21), salah satu warga sekitar, mengatakan awalnya ia mengira suara tersebut berasal dari anak kecil yang sedang bermain. Namun, suara teriakan tersebut semakin keras hingga akhirnya ia melihat korban tergeletak di lantai dua.
“Lama-lama suaranya makin kenceng. Dilihat dari lantai dua, korban sudah tergeletak, pelaku juga sudah kabur,” katanya. Ariel juga menyebutkan bahwa pelaku menggunakan jaket berwarna jingga saat kabur.
Akhirnya, pelaku yang bernama Muhammad Rayiban dan berusia 21 tahun berhasil diringkus oleh pihak kepolisian. Kejadian ini telah viral di media sosial, dan banyak warga serta mahasiswa mengkhawatirkan keamanan di kawasan tersebut.
Harapan Masyarakat
Warga sekitar berharap agar pihak berwenang dapat meningkatkan keamanan dan penerangan di sekitar kawasan kos mahasiswa. Mereka juga menyarankan agar kejadian serupa tidak terulang lagi, dengan adanya tindakan preventif dan pengawasan yang lebih ketat.





