Kemitraan Indonesia-Inggris fokus pada pelaku usaha

Kerja Sama Ekonomi Baru antara Indonesia dan Inggris

Indonesia dan Inggris telah menjalin kerja sama ekonomi baru melalui pembentukan Economic Growth Partnership (EGP) sebagai upaya memperkuat hubungan bilateral. Kemitraan ini terbentuk saat Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kerja ke Inggris.

Kesepakatan antara kedua negara ditandai dengan penandatanganan dokumen berjudul Arrangement between the Government of the United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland and the Government of the Republic of Indonesia to Establish an Economic Growth Partnership (EGP). Diwakili oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, sementara pihak Inggris diwakili oleh Secretary of State for Business and Trade (DBT) Peter Kyle MP.

Airlangga menyampaikan bahwa kerja sama tersebut menjadi fondasi penting untuk mendorong peningkatan kerja sama ekonomi, perdagangan, investasi, dan inovasi antara kedua negara. “Dokumen kerja sama ekonomi strategis tersebut merupakan wujud nyata dari komitmen kedua negara dalam membangun pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan saling menguntungkan,” ujar Airlangga, seperti dikutip dari Antara pada Kamis, 22 Januari 2026.

Penandatanganan dokumen kerja sama ekonomi itu menjadi salah satu pilar utama dalam Accord for a New Indonesia-United Kingdom Strategic Partnership yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris. Bagi Indonesia, kerja sama ini juga sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen.

Airlangga menjelaskan bahwa perjanjian ini dirancang sebagai kerangka kerja sama yang praktis dan berorientasi pada pelaku usaha. Kerja sama tersebut mencakup sejumlah sektor prioritas seperti energi bersih, ekonomi digital, keuangan, pendidikan, infrastruktur, dan transportasi. Selain itu, juga mencakup pertanian dan pangan, kesehatan dan life sciences, penguatan rantai pasok, serta perdagangan dan pembangunan berkelanjutan.

Melalui kemitraan tersebut, Indonesia dan Inggris diharapkan bisa memanfaatkan potensi ekonomi masing-masing secara optimal di tengah dinamika perekonomian global.

Hubungan Strategis dengan Inggris

Airlangga menekankan bahwa Inggris merupakan salah satu mitra strategis Indonesia di kawasan Eropa. Pada 2024, nilai perdagangan Indonesia-Inggris mencapai US$ 2,78 miliar dan menunjukkan tren peningkatan sejak 2020 dengan pola perdagangan yang saling melengkapi. Sementara itu, realisasi investasi Inggris di Indonesia mencapai US$ 402,6 juta pada triwulan III 2025, terutama di sektor pertambangan, industri pangan, pertanian, serta kawasan industri dan jasa.

Pada kesempatan yang sama, Secretary Kyle menyampaikan bahwa kerja sama ekonomi strategis mencerminkan komitmen bersama kedua pemerintah dalam memperkuat hubungan ekonomi bilateral sekaligus membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara pemerintah dan pelaku usaha kedua negara.

Momentum Penting dalam Hubungan Indonesia dan Inggris

Kedua menteri juga menegaskan bahwa kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Inggris menjadi momentum penting yang menandai semakin kuatnya hubungan strategis Indonesia dan Inggris. Mereka juga mengapresiasi kerja Tim Perunding atas kerja keras dan hasil yang dicapai selama proses perundingan.

Sektor Prioritas dalam Kerja Sama

Kerja sama EGP mencakup beberapa sektor utama yang menjadi fokus bagi kedua negara. Berikut adalah sektor-sektor prioritas:

  • Energi bersih
  • Ekonomi digital
  • Keuangan
  • Pendidikan
  • Infrastruktur
  • Transportasi
  • Pertanian dan pangan
  • Kesehatan dan life sciences
  • Penguatan rantai pasok
  • Perdagangan dan pembangunan berkelanjutan

Dengan fokus pada sektor-sektor tersebut, kedua negara berharap dapat memperkuat kerja sama ekonomi dan menciptakan peluang bisnis yang saling menguntungkan.

Pos terkait