JAKARTA — Konsorsium PT Hutama Karya (Persero) melalui badan usaha pelaksana PT Hutama Mambelim Trans Papua (HMTP) terus memacu pengerjaan fisik proyek Jalan Trans Papua Ruas Jayapura–Wamena. Proyek ini menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam memperkuat infrastruktur di wilayah Papua.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Papua, Denny Firmansyah, menjelaskan bahwa pihaknya bersama manajemen Hutama Karya melakukan peninjauan langsung di lokasi proyek untuk mengevaluasi metode kerja, kesiapan alat, serta risiko teknis. Peninjauan ini mencakup seluruh koridor pengerjaan galian yang dimulai dari titik awal STA 0+000 hingga STA 50+140.
“Ini merupakan agenda untuk memastikan bahwa pekerjaan proyek berjalan efektif, mengingat jalan ini merupakan akses penting masyarakat yang melintas dari Jayapura menuju Wamena dan sebaliknya. Maka, penting bagi kita selalu menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan di saat masa pengerjaan proyek berlangsung,” ujar Denny Firmansyah dalam keterangan resmi.
Dalam penjelasannya, pembangunan jalan sepanjang 50,14 kilometer ini diproyeksikan menjadi urat nadi logistik yang menghubungkan tiga provinsi dan delapan kabupaten di tanah Papua. Keberadaan akses ini dinilai krusial untuk menekan biaya distribusi barang dan memperkuat konektivitas antarwilayah yang selama ini terisolasi secara geografis.
Sementara itu, Direktur Operasi I Hutama Karya Agung Fajarwanto menegaskan bahwa setiap tahapan konstruksi wajib memenuhi standar mutu dan keselamatan. Pihaknya telah melakukan sejumlah langkah percepatan, mulai dari penerapan sistem kerja dua shift, penambahan alat berat, hingga penguatan tim fondasi dalam (bore pile).
“Kami memastikan setiap tahapan konstruksi memenuhi standar keselamatan dan kualitas. Kehadiran kami di lapangan adalah wujud komitmen bahwa proyek ini dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Agung.
Hingga saat ini, proyek tersebut juga dilaporkan telah menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja lokal untuk berbagai pos pekerjaan sipil dan operasional lapangan. HMTP menargetkan penyelesaian proyek tetap sesuai lini masa (timeline) guna menghadirkan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat di sekitar koridor Trans Papua.
Beberapa langkah strategis yang dilakukan oleh pihak kontraktor antara lain:
- Peningkatan kapasitas produksi dengan menambah jumlah alat berat
- Penerapan sistem kerja dua shift untuk mempercepat proses pengerjaan
- Penguatan tim teknis dan pengawasan kualitas
Selain itu, pihak HMTP juga aktif dalam membangun hubungan baik dengan masyarakat setempat. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memastikan keberlanjutan proyek dan kenyamanan masyarakat sekitar area pembangunan.
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo menyatakan bahwa target penyelesaian konstruksi Jalan Trans Papua adalah pada semester II/2026. Ia menegaskan bahwa kontrak Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) sudah ditandatangani, sehingga tinggal dilakukan follow-up terhadap progres yang dilakukan oleh konsorsium yang mengerjakan proyek tersebut.
“Insyaallah selesai itu 2026 ya. Karena kan KPBU-nya sudah ditandatangani, sudah tanda tangan tinggal follow-up [progresnya ke konsorsium yang mengerjakan]. Jadi, kita akan follow-up dengan pemilik KPBU itu saja sebenarnya,” ujarnya dalam Konferensi Pers di Kementerian PU.





