Keterbatasan Meja dan Kursi di SMPN 3 Depok Mengundang Perhatian
Ketua DPRD Kota Depok, Ade Supriyatna, menyampaikan kekhawatirannya terhadap keterbatasan meja dan kursi di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 3 Depok. Hal ini menjadi perhatian serius karena jumlah mebel yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah siswa yang ada di sekolah tersebut.
SMPN 3 Depok yang berlokasi di Jalan Barito Raya, Kelurahan Bakti Jaya, Kecamatan Sukmajaya, baru saja diresmikan oleh Wali Kota Depok, Supian Suri, pada awal tahun 2026. Namun, meskipun gedungnya telah rampung, masalah fasilitas belajar seperti meja dan kursi masih menjadi kendala.
Ade melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SMPN 3 Depok pada 12 Februari 2026 dan menemukan bahwa meja serta kursi belum sepenuhnya terpenuhi. Ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi tersebut dan meminta agar persoalan ini segera diselesaikan.
“Saya tidak ingin persoalan ini berlarut-larut,” ujar Ade dalam pernyataannya, Rabu (6/5/2026). Ia menegaskan bahwa anggaran untuk pengadaan meja dan kursi sudah tersedia sejak 2025 dan bahkan pada 2026 telah dilakukan pergeseran anggaran untuk percepatan pembangunan.
Selain itu, ia menekankan bahwa secara regulasi tidak ada hambatan yang menghalangi penyelesaian masalah ini. Oleh karena itu, tidak ada alasan untuk menunda pengerjaan.
“Aku tegaskan, bulan ini harus sudah dibereskan. Jangan tunggu tahun ajaran baru,” tegas Ade. Ia menilai bahwa krisis meja dan kursi bukan hanya soal fasilitas, tetapi juga berkaitan dengan kenyamanan, kesehatan, dan masa depan anak-anak.
“Bagaimana mereka bisa belajar dengan baik kalau harus duduk di lantai? Bagaimana konsentrasi mereka bisa terjaga?” tanya Ade. Ia menilai bahwa kondisi ini memberi contoh buruk kepada generasi muda tentang lemahnya eksekusi dan tanggung jawab.
Ade juga mendorong Dinas Pendidikan Kota Depok untuk segera menuntaskan pengadaan meja dan kursi di SMPN 3 Depok. Ia menekankan bahwa anak-anak Depok berhak mendapatkan fasilitas belajar yang layak, bukan hanya di masa depan, tetapi sekarang juga.
- Masalah ini menunjukkan pentingnya perencanaan dan pengelolaan anggaran yang tepat dalam dunia pendidikan.
- Keterlibatan DPRD sangat penting dalam memastikan kebutuhan siswa dipenuhi.
- Tindakan cepat dari pemerintah daerah akan menjadi contoh positif bagi masyarakat.




