Kronologi lengkap pasangan muda tewas dalam kecelakaan di Jalan Mahendradatta Denpasar

Kecelakaan Maut di Jalan Mahendradatta, Denpasar

Kecelakaan lalu lintas yang menewaskan dua orang terjadi di Jalan Mahendradatta, Denpasar, pada malam hari tanggal 3 Mei 2026. Peristiwa ini menyebabkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

Menurut informasi dari pihak kepolisian, jumlah korban meninggal dunia kini berjumlah dua orang. Kedua korban merupakan pasangan pengendara dan penumpang sepeda motor Yamaha N-Max. Kejadian ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 21.10 Wita, tepat di jembatan sebelah selatan SPBU Denpasar Barat.

Di lokasi kejadian, kondisi kedua kendaraan sangat memprihatinkan. Sepeda motor Yamaha N-Max dengan plat nomor DK 5772 ABO dan Yamaha Aerox DK 6881 AEU mengalami kerusakan parah pada bagian depan akibat benturan keras di area tikungan.

Peristiwa ini menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan. Salah satu unit sepeda motor, yang diketahui merupakan motor matic besar N-Max, tampak hancur lebur pada bagian depannya. Puing-puing bodi motor berserakan di aspal, menunjukkan betapa kerasnya benturan yang terjadi.

Tidak lama setelah kejadian, satu unit ambulans BPBD Kota Denpasar tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi. Petugas kepolisian segera mengamankan arus lalu lintas yang sempat tersendat karena banyaknya warga yang berkumpul di sekitar korban yang tergeletak.

Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu Gede Adi Saputra Jaya, menjelaskan bahwa kedua korban meninggal dunia sempat dilarikan ke RS Prof. Ngoerah (RSUP Sanglah), namun nyawa mereka tidak tertolong akibat luka berat yang diderita.

“Korban meninggal dunia adalah pengendara N-Max berinisial IMS (28) dan penumpangnya, seorang perempuan berinisial KH (27),” ujar Iptu Gede Adi Saputra Jaya.

“Keduanya mengalami cedera kepala berat (CKB) dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit,” jelasnya.

Berdasarkan hasil olah TKP dan laporan kepolisian, kronologi kejadian bermula ketika IMS yang membonceng KH bergerak dari arah utara menuju ke selatan. Setibanya di lokasi kejadian yang merupakan jalur tikungan, IMS diduga kurang berhati-hati saat berusaha mendahului kendaraan yang ada di depannya.

“Pengendara N-Max mengambil jalur terlalu ke kanan saat menyalip. Di saat yang bersamaan, muncul sepeda motor Aerox yang dikendarai oleh BS (17) dari arah berlawanan atau dari selatan ke utara,” bebernya.

Karena jarak yang sudah sangat dekat, tabrakan adu jangkrik tidak dapat terhindarkan. Akibat benturan tersebut, IMS dan KH yang diduga tidak mengenakan helm saat berkendara ini terpental hingga mengalami luka fatal.

Sementara itu, pengendara Yamaha Aerox, BS berhasil selamat namun mengalami luka-luka yang cukup serius. “Untuk pengendara Aerox berinisial BS mengalami retak pada tulang pipi kanan dan bengkak pada bagian bibir. Saat ini yang bersangkutan masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Bali Med Denpasar,” ungkapnya.


Pos terkait