Bencana Longsor di Cisarua Bandung Barat
Longsor yang terjadi di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, kini menjadi perhatian masyarakat. Bencana ini menimpa sebanyak 30 rumah warga yang tertimbun tanah dan menyebabkan puluhan korban hilang.
Peristiwa longsor disertai aliran air deras terjadi di Kampung Babakan RT 05 RW 11, Kelurahan Pasirkuning, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, pada Sabtu, 24 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 WIB. Material tanah bercampur aliran air deras dari lereng Gunung Burangrang menghantam kawasan permukiman warga. Berdasarkan video yang beredar, terlihat bagaimana aliran lumpur seperti sungai besar berwarna cokelat pekat mengalir deras dan menghancurkan banyak rumah warga.
Penyebab Longsor
Bencana ini diduga kuat terjadi akibat kondisi tanah yang rapuh serta tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Cisarua dalam beberapa hari terakhir. Letak permukiman yang berada di kaki Gunung Burangrang membuat material longsor meluncur dengan kecepatan tinggi ke arah pemukiman.
Korban dan Kerusakan
Sebanyak empat warga dilaporkan meninggal dunia akibat longsor tersebut. Peristiwa ini terjadi di wilayah Kampung Pasirkuning hingga Kampung Pasir Kuda RT 05 RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua. Sebanyak 30 rumah tertimbun material longsor, dengan rincian 114 warga terdampak. Dari jumlah tersebut, 21 orang ditemukan selamat, empat orang meninggal dunia, dan sekitar 89 orang lainnya masih dalam proses pencarian.
Proses Evakuasi
Hingga kini, proses pencarian korban terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, serta masyarakat setempat. Kapolsek Cisarua, Yogaswara, menjelaskan bahwa korban masih dalam pencarian. Tim gabungan terus melakukan upaya evakuasi dan penyisiran di lokasi terdampak longsor dan banjir bandang.
Kondisi medan yang berat serta material longsor yang tebal menjadi tantangan tersendiri bagi petugas di lapangan. Saat ini, aparat kepolisian dan tim gabungan masih melakukan pengamanan lokasi, pencarian korban, serta koordinasi lintas instansi untuk penanganan darurat. Warga yang tinggal di sekitar lokasi bencana diimbau untuk menjauhi area longsoran dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan.
Pencarian Korban
Pada hari pertama operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, tim gabungan bersama aparat kepolisian berhasil mengevakuasi 10 kantong jenazah dari timbunan material longsor. Proses pencarian berlangsung sejak pagi hingga sore hari, meski terkendala cuaca buruk yang menyulitkan evakuasi.
Seluruh jenazah yang ditemukan langsung dibawa ke Posko Disaster Victim Identification (DVI) untuk menjalani proses identifikasi sebelum diserahkan kepada keluarga korban. Langkah ini dilakukan guna memastikan identitas para korban secara akurat dan resmi.
Jumlah Korban Hari Pertama
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menyampaikan bahwa hingga Sabtu (24/1/2026), sebanyak 10 kantong jenazah berhasil diangkat dari lokasi longsor. Di Pos DVI saat ini terdapat 10 kantong jenazah. Dari jumlah tersebut, 6 jenazah telah teridentifikasi dan dikonfirmasi oleh pihak keluarga.
Dari seluruh temuan itu, sembilan jenazah ditemukan dalam kondisi utuh, sementara satu kantong lainnya berisi potongan tubuh korban. Salah satu bagian tubuh berupa tangan telah berhasil diidentifikasi melalui pencocokan sidik jari, sedangkan potongan tubuh lainnya berupa kaki masih menunggu hasil uji DNA.
Puluhan Warga Masih Hilang
Hendra juga mengungkapkan, hingga Sabtu sore pukul 16.00 WIB, sekitar 81 warga masih dinyatakan hilang akibat longsor yang menerjang kawasan permukiman dan lahan pertanian di lereng Gunung Burangrang. Angka ini masih bersifat perkiraan berdasarkan data posko pengaduan. Dari laporan yang masuk, sebanyak 23 korban telah teridentifikasi.
Pendataan korban hilang terus diperbarui seiring masuknya laporan dari masyarakat. Tim gabungan juga terus berkoordinasi dengan pihak keluarga untuk mencocokkan identitas korban yang telah ditemukan.
Pencarian Dihentikan Sementara
Operasi pencarian korban terpaksa dihentikan sementara pada Sabtu sore karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan serta faktor keselamatan tim penyelamat. Karena cuaca belum memungkinkan, penggalian sementara dihentikan dan akan dilanjutkan besok. Pencarian dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Minggu (25/1/2026) pagi, melibatkan tim gabungan dari kepolisian, TNI, Basarnas, BPBD, relawan, dan warga setempat, dengan tetap mempertimbangkan kondisi cuaca dan medan.






