Kuliner Solo: Jangan ‘Nuthuk’ Wisatawan Lebaran

Solo Bersiap Sambut Lonjakan Wisatawan Libur Lebaran 2026: Jaga Kualitas dan Harga Demi Kepuasan Pengunjung

Kota Surakarta, atau yang akrab disapa Solo, memproyeksikan lonjakan kedatangan wisatawan yang signifikan selama periode libur Lebaran 2026. Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, optimis bahwa Kota Bengawan ini akan dibanjiri oleh para pelancong, dengan perkiraan peningkatan jumlah wisatawan mencapai lima persen dibandingkan tahun sebelumnya. Data pada tahun 2025 mencatat sedikitnya 333.000 wisatawan telah mengunjungi Solo.

Menyambut potensi besar ini, pemerintah kota secara proaktif mengimbau seluruh pemangku kepentingan, khususnya para pelaku usaha di sektor kuliner dan pariwisata, untuk bersinergi demi menciptakan pengalaman liburan yang berkesan bagi pengunjung. Salah satu fokus utama adalah memastikan stabilitas harga, terutama di tengah tingginya permintaan selama libur Idulfitri.

Imbauan Penting untuk Pelaku Usaha Kuliner

Pemerintah Kota Surakarta memberikan peringatan tegas kepada para pelaku usaha agar tidak menaikkan harga secara tidak wajar atau yang kerap disebut “nuthuk” selama libur Lebaran. Momentum libur panjang ini memang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan untuk berkunjung ke Surakarta, didukung oleh kekayaan destinasi wisata dan ragam kuliner khas yang ditawarkan.

Respati Ardi menekankan pentingnya menjaga agar harga tetap berada dalam batas kewajaran. Lebih lanjut, ia mendorong para pelaku usaha untuk aktif menawarkan promosi dan diskon guna menarik minat lebih banyak wisatawan.

“Kami mengimbau kepada seluruh pelaku usaha kuliner, apa pun jenisnya, mohon dapat menyesuaikan harga dan tidak mengambil keuntungan secara berlebihan. Kami berharap justru ini menjadi momentum untuk menawarkan promosi agar wisatawan merasa puas dan ingin kembali ke Surakarta,” ujar Respati Ardi.

Strategi pemberian diskon dianggap sebagai langkah yang lebih efektif untuk meningkatkan kepuasan pengunjung dan mendorong mereka untuk melakukan kunjungan kembali di masa mendatang. Hal ini sejalan dengan upaya menciptakan loyalitas pelanggan dan citra positif bagi pariwisata Solo.

Kesiapan Menindak Tegas Pelanggaran

Hingga saat ini, Pemerintah Kota Surakarta belum menerima laporan resmi mengenai lonjakan harga kuliner atau tarif parkir yang tidak wajar selama dua hari pertama perayaan Idulfitri. Meskipun demikian, Respati Ardi menegaskan bahwa pihaknya siap menerima aduan dari masyarakat dan akan bertindak tegas jika ditemukan adanya pelanggaran.

“Insya Allah, semoga harga tetap stabil terjaga. Apabila ada aduan terkait harga yang melambung tinggi dan tidak sesuai kewajaran, silakan hubungi kami. Kami akan segera menindak tegas,” tegasnya.

Prediksi Puncak Keramaian dan Antisipasi Distribusi Pengunjung

Respati memprediksi bahwa lonjakan aktivitas warga dan wisatawan akan mulai terasa pada Sabtu malam (21/3/2026) hingga Senin (23/3/2026). Keberadaan dua lokasi pelaksanaan salat Idulfitri di Solo diharapkan dapat membantu mendistribusikan pergerakan masyarakat, sehingga tidak terjadi penumpukan di satu titik saja.

“Target kami adalah kenaikan lima persen jumlah wisatawan. Namun, kami melihat adanya dua pelaksanaan salat Idulfitri yang membuat konsentrasi masyarakat lebih terpecah. Diperkirakan, titik keramaian akan lebih merata pada H+1 dan H+2 Lebaran,” pungkasnya.

Distribusi keramaian ini diharapkan dapat memberikan pengalaman yang lebih nyaman bagi wisatawan, memungkinkan mereka untuk menikmati berbagai atraksi dan kuliner tanpa harus menghadapi kepadatan yang berlebihan.

Diversifikasi Wisata dan Kuliner sebagai Daya Tarik Utama

Solo menawarkan berbagai macam destinasi wisata yang menarik, mulai dari situs bersejarah, museum, hingga pusat perbelanjaan.

  • Wisata Budaya dan Sejarah:
    • Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat
    • Museum Radya Pustaka
    • Taman Sriwedari
    • Gedung Wayang Orang Sriwedari
  • Wisata Belanja:
    • Pasar Klewer
    • Pasar Gede
    • Kampung Batik Laweyan
  • Wisata Kuliner:
    • Nasi Liwet
    • Sate Buntel
    • Serabi Notosuman
    • Tengkleng

Kekayaan kuliner Solo menjadi magnet tersendiri bagi para wisatawan. Berbagai hidangan tradisional yang lezat dan terjangkau menjadi salah satu alasan utama mengapa banyak orang memilih Solo sebagai destinasi liburan mereka. Dari nasi liwet yang gurih, sate buntel yang khas, hingga serabi notosuman yang manis legit, semuanya siap memanjakan lidah para pengunjung.

Pemerintah Kota Surakarta berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan infrastruktur pariwisata guna memastikan kenyamanan dan kepuasan seluruh wisatawan yang berkunjung. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, Solo diharapkan dapat semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan di Indonesia, terutama selama periode libur Lebaran.

Pos terkait