Kutukan 7 Tahun KPop: 5 Boy Group Ungkap Rahasia Kompaknya

Mematahkan Kutukan 7 Tahun: Rahasia Kebersamaan Boy Group K-Pop yang Bertahan

Istilah “kutukan 7 tahun” telah lama menghantui dunia K-Pop, merujuk pada kecenderungan banyak grup idola untuk bubar atau kehilangan anggota setelah tujuh tahun berkarier. Namun, bagi beberapa boy group K-Pop, kutukan ini bukanlah takdir yang tak terhindarkan. Mereka telah membuktikan bahwa dengan kekompakan, kepercayaan, dan tujuan bersama, masa-masa kritis ini dapat dilalui. Mari kita selami bagaimana deretan boy group ini berhasil mematahkan kutukan 7 tahun dan terus bersatu.

1. BIGBANG: Kekuatan Finansial dan Kerja Keras

BIGBANG adalah salah satu grup yang telah lama malang melintang di industri K-Pop. Pada tahun 2016, dalam sebuah program televisi, Taeyang sempat mengungkapkan bahwa para anggota merasakan kelelahan setelah tujuh tahun berkarier, bahkan ada yang mungkin menyimpan sedikit kekecewaan. Namun, Daesung memberikan pandangan yang lebih pragmatis.

Menurutnya, salah satu faktor utama yang membantu mereka melewati fase sulit tersebut adalah keuntungan finansial yang mereka dapatkan sebagai BIGBANG. Ia bahkan bercanda bahwa meskipun ada sedikit rasa kesal di antara anggota, kesuksesan finansial menjadi alasan kuat untuk tetap bertahan. Namun, di balik candaan tersebut, Daesung juga menekankan pentingnya kerja keras. Kesimpulannya adalah, untuk terus bersama, mereka harus terus bekerja lebih keras lagi.

2. GOT7: Tujuan Bersama dan Kesadaran Kolektif

GOT7 menunjukkan ketidakgentaran mereka menghadapi kutukan 7 tahun. Dalam sebuah wawancara pada tahun 2019, Jay B menyatakan bahwa setiap anggota memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk terus berkarier bersama sebagai grup yang terdiri dari tujuh anggota. Jinyoung menambahkan bahwa banyak senior di industri K-Pop yang telah membuktikan bahwa kutukan ini bisa dipatahkan.

Para anggota GOT7 tidak pernah benar-benar mempertimbangkan kemungkinan bubar setelah tujuh tahun. Mark mengungkapkan bahwa mereka sering berdiskusi tentang pentingnya tetap bersama. Kesadaran akan hal ini semakin menguat ketika pertanyaan mengenai pembaruan kontrak mulai muncul dari publik. Jay B menyimpulkan, “Aku rasa kita semua menyadari bahwa akan sangat sulit bagi kita untuk promosi sepenuhnya sendirian tanpa anggota lain. Itulah mengapa kami akan terus melindungi keberadaan GOT7.” Visi ini terbukti terwujud, karena GOT7 tetap bertahan sebagai grup yang utuh hingga kini.

3. BTOB: Kepemimpinan yang Menginspirasi dan Rencana Jangka Panjang

Ketujuh anggota BTOB menunjukkan komitmen mereka dengan memperbarui kontrak mereka dengan Cube Entertainment pada tahun 2018, setelah debut di agensi yang sama pada tahun 2012. Menurut Ilhoon, keberhasilan ini sebagian besar berkat kepemimpinan Eunkwang. Ia menilai bahwa perkataan sang leader seringkali menjadi kenyataan.

Salah satu ucapan Eunkwang yang terbukti adalah keinginannya agar BTOB mampu melewati kutukan 7 tahun. Eunkwang sendiri mengaku selalu melibatkan seluruh anggota BTOB dalam setiap rencananya, bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan demi kebaikan grup. Meskipun demikian, perjalanan BTOB tidak lepas dari tantangan, dengan hengkangnya Ilhoon pada tahun 2020.

4. INFINITE: Transformasi Menjadi Keluarga dan Semangat Pantang Menyerah

Pada tahun 2016, dalam sebuah wawancara dengan majalah The Star, anggota INFINITE mengungkapkan keyakinan mereka untuk melewati kutukan 7 tahun. Sungyeol menjelaskan bahwa perpecahan yang dulu sering terjadi kini telah berubah menjadi keharmonisan layaknya keluarga. Mereka mengaku kini saling memahami hanya dengan bertatapan.

Sunggyu, sang leader, menambahkan bahwa seiring bertambahnya usia dan label mereka sebagai idol K-Pop yang tidak lagi muda, hal itu justru mendorong mereka untuk bekerja lebih keras. Mereka memiliki keinginan kuat untuk terus berdiri di atas panggung, bahkan sepuluh tahun dari sekarang. Kekuatan tim dan kerja sama yang solid menjadi aset terbesar mereka dalam menghadapi tantangan kutukan 7 tahun.

5. EXO: Ikatan Persahabatan yang Menguat dan Dinamika Tim yang Sehat

Dalam sebuah program televisi pada tahun 2018, EXO ditanyai mengenai kutukan 7 tahun. Chanyeol menyatakan bahwa ikatan persahabatan mereka justru semakin kuat seiring berjalannya waktu. Mereka masih sering berkumpul untuk berbagi cerita dan membicarakan berbagai hal. Diskusi terbuka dan pencarian solusi bersama menjadi kunci ketika perbedaan pendapat muncul.

Para anggota menyebut Sehun sebagai salah satu pilar penting dalam kerja sama tim. Mereka menganggap Sehun sebagai kekuatan pendorong yang mampu mempercepat kemajuan dalam setiap percakapan. Selain itu, kepribadian Suho yang patut dicontoh juga sangat dihargai, bahkan membuat Chen mengklaim bahwa Suho sangat layak menjadi leader EXO.

Kutukan 7 tahun tampaknya tidak lagi menjadi momok menakutkan bagi boy group K-Pop yang telah disebutkan di atas. Sejak awal, mereka meyakini bahwa melewati fase krusial ini bukanlah hal yang sulit, asalkan para anggota tetap kompak dan memiliki keinginan kuat untuk bertahan bersama. Selama tujuan bersama masih ada, kutukan tersebut dapat diatasi. Kebersamaan, komunikasi yang baik, dan saling pengertian menjadi kunci utama yang memungkinkan mereka terus melangkah maju dalam industri yang kompetitif ini.

Pos terkait