Harga Emas Antam Hari Ini: Stagnan di Rp2.893.000 per Gram
Pasar emas logam mulia (LM) PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada Sabtu, 21 Maret 2026, menunjukkan stabilitas harga yang signifikan. Harga emas Antam per gram terpantau tidak mengalami perubahan, tetap berada di angka Rp2.893.000.
Fenomena serupa juga terlihat pada harga buyback emas Antam. Situs resmi Logammulia.com melaporkan bahwa harga pembelian kembali emas oleh Antam dari konsumen juga stagnan di angka Rp2.610.000 per gram. Harga buyback ini merupakan patokan bagi Antam saat membeli kembali emas logam mulia yang telah dijual kepada konsumen, yang kemudian dijual kembali ke Butik Antam.
Rincian Harga Emas Antam dalam Berbagai Pecahan
Perlu dipahami bahwa harga emas Antam tidak hanya tersedia dalam satuan gram. Perusahaan ini menawarkan berbagai pilihan pecahan batangan emas yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan investasi para nasabahnya. Berikut adalah rincian harga emas batangan Antam per hari ini dalam berbagai ukuran pecahan:
- Harga emas 0,5 gram: Rp1.496.500
- Harga emas 1 gram: Rp2.893.000
- Harga emas 2 gram: Rp5.736.000
- Harga emas 3 gram: Rp8.586.000
- Harga emas 5 gram: Rp14.280.000
- Harga emas 10 gram: Rp28.480.000
- Harga emas 25 gram: Rp71.035.000
- Harga emas 50 gram: Rp141.905.000
- Harga emas 100 gram: Rp283.660.000
- Harga emas 250 gram: Rp708.840.000
- Harga emas 500 gram: Rp1.417.400.000
- Harga emas 1.000 gram: Rp2.833.600.000
Penting untuk dicatat bahwa harga jual emas yang tertera di atas belum termasuk Pajak Penghasilan (PPh) 22 atas emas batangan. Besaran PPh 22 adalah sebesar 0,45 persen bagi konsumen yang menyertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) saat bertransaksi. Namun, bagi pembeli yang tidak dapat menunjukkan NPWP, akan dikenakan potongan pajak yang lebih tinggi, yaitu sebesar 0,9 persen.
Emas Fisik: Instrumen Investasi dengan Risiko Rendah
Setiap instrumen investasi senantiasa memiliki profil risiko yang berbeda-beda. Tingkat risiko ini dapat dikategorikan sebagai rendah, moderat (menengah), hingga berisiko tinggi. Dalam konteks ini, emas fisik atau logam mulia secara umum diakui sebagai salah satu instrumen investasi yang memiliki tingkat risiko rendah.
Menurut pandangan perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia, Andy Nugroho, emas fisik memang termasuk dalam kategori investasi berisiko rendah. Namun, ia juga menekankan bahwa emas tidak luput dari risiko tersendiri, terutama risiko kehilangan atau pencurian, yang sangat mungkin terjadi apabila emas tersebut sering dibawa bepergian atau disimpan di tempat yang kurang aman.
“Risiko rendahnya emas terletak pada potensi pertumbuhan nilainya yang cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan bunga bank, serta likuiditasnya yang cukup baik,” ujar Andy. “Namun, di sisi lain, ia juga bisa dikategorikan berisiko tinggi karena kerentanannya untuk hilang atau dicuri. Walaupun sangat praktis dan mudah dibawa ke mana-mana, justru kemudahan inilah yang membuatnya rentan terhadap tindakan pencurian.”
Andy juga mengingatkan pentingnya bagi masyarakat untuk memahami karakteristik dari setiap instrumen investasi. Instrumen investasi yang menawarkan risiko rendah, secara umum, juga akan memberikan imbal hasil (return) yang lebih kecil. Sebaliknya, jika seseorang mencari instrumen investasi dengan potensi imbal hasil yang besar, maka ia harus siap menghadapi risiko yang lebih tinggi pula. Prinsip high risk, high return (risiko tinggi, imbal hasil tinggi) sangat relevan di sini.
“Dengan adanya risiko rendah, berarti potensi keuntungan (return) juga akan kecil. Oleh karena itu, jangan sampai ada anggapan bahwa investasi berisiko rendah bisa memberikan keuntungan yang besar,” tegas Andy.
Menghitung Keuntungan Investasi Emas
Memahami cara menghitung potensi keuntungan dari investasi emas adalah kunci untuk mengelola ekspektasi dan strategi berinvestasi. Secara sederhana, keuntungan investasi emas dihitung dari selisih antara harga jual emas dengan harga belinya.
Sebagai ilustrasi, mari kita ambil contoh harga emas Antam hari ini. Jika Anda membeli emas dengan harga Rp2.893.000 per gram dan berencana menjualnya kembali dengan harga buyback Rp2.610.000 per gram, maka terdapat selisih sebesar Rp283.000 antara harga jual dan beli.
Dalam skenario ini, Anda perlu menunggu hingga selisih harga jual emas di pasar melampaui harga beli awal Anda untuk dapat meraih keuntungan. Jika Anda membeli emas seharga Rp2.893.000 pada pagi hari dan berniat menjualnya kembali di sore hari yang sama dengan harga yang sama atau lebih rendah, Anda berpotensi mengalami kerugian sebesar selisih tersebut.
Berbeda halnya jika Anda membeli emas pada hari ini dan memutuskan untuk menjualnya kembali lima tahun mendatang. Dalam jangka waktu yang lebih panjang, peluang pergerakan harga emas ke arah positif menjadi lebih besar, sehingga emas seringkali direkomendasikan sebagai instrumen investasi jangka panjang. Stabilitas harga yang terlihat hari ini hanyalah gambaran sesaat di pasar yang dinamis.





