Megan Domani Dukung Calon Ipar di Tengah Viral Buku Aurelie

Aurelie Moeremans Ungkap Trauma Masa Remaja dalam Buku “Broken Strings”, Publik Soroti Sosok Misterius

Aktris Aurelie Moeremans baru-baru ini merilis buku pertamanya yang berjudul “Broken Strings: Fragments of a Stolen Youth”. Karya tulis ini bukan sekadar kumpulan cerita, melainkan curahan hati yang mendalam mengenai pengalaman pahit masa remajanya, termasuk momen kelam saat dirinya menjadi korban child grooming di usia 15 tahun. Perilisan buku ini sontak menjadi perbincangan hangat di kalangan publik, memicu berbagai reaksi dan spekulasi.

Buku yang diterbitkan pada Oktober 2025 lalu ini, secara perlahan namun pasti, mulai menarik perhatian publik. Tiga bulan pasca peluncurannya, nama Aurelie Moeremans mendadak viral di dunia maya. Dukungan mengalir deras untuk bintang film “LDR” tersebut, yang berani membuka luka lama dan membagikan pengalaman traumatisnya melalui medium tulisan.

Dalam “Broken Strings”, Aurelie secara blak-blakan menceritakan bagaimana ia mengalami manipulasi psikologis yang dilakukan oleh orang dewasa. Proses ini, yang bertujuan membangun kepercayaan untuk kemudian melakukan eksploitasi, pelecehan seksual, atau yang dikenal sebagai child grooming, terjadi saat Aurelie masih belia, tepatnya di usianya yang ke-15 tahun. Pengakuan ini tentu saja menggugah simpati banyak pihak.

Publik Kaitkan Buku Aurelie dengan Aktor Roby Tremonti dan Pernikahan Dini

Bersamaan dengan viralnya buku “Broken Strings”, perhatian publik turut tertuju pada sosok aktor Roby Tremonti. Banyak warganet yang berspekulasi bahwa Roby adalah sosok “Bobby” yang digambarkan dalam cerita Aurelie. Spekulasi ini semakin menguat mengingat Roby sendiri pernah mengakui bahwa ia pernah menikah dengan Aurelie di usia yang sangat muda, yakni 18 tahun. Pengakuan pernikahan dini ini menambah dimensi lain pada diskursus seputar buku tersebut.

Bahkan, aktor yang juga dikenal lewat perannya dalam sinetron “Amanah Wali” ini sempat memberikan reaksi ketika buku Aurelie Moeremans menjadi buah bibir di masyarakat. Reaksi ini tentu saja semakin memicu rasa penasaran publik mengenai keterkaitan antara dirinya dengan narasi yang disajikan dalam buku tersebut.

Dukungan dari Lingkaran Terdekat: Megan Domani Turut Berkomentar

Tidak hanya publik luas, lingkaran terdekat Aurelie pun memberikan dukungan penuh. Megan Domani, yang merupakan kekasih Jeremie Moeremans (adik Aurelie), turut angkat bicara mengenai buku “Broken Strings” yang kini telah dibaca oleh ribuan orang secara daring.

Megan mengaku telah berkomunikasi langsung dengan Aurelie, yang saat ini menetap di Amerika Serikat, untuk menyampaikan dukungannya. “Aku udah chat langsung sama Kak Aurelie pastinya,” ujar Megan, yang juga adik dari aktor Bryan Domani, seperti dikutip dari kanal YouTube Cumi-cumi pada Minggu, 18 Januari 2026.

Pemeran tokoh Sukila dalam sinetron “Seleb” ini menegaskan komitmennya untuk selalu mendukung sang calon kakak ipar. “Aku support kakak ipar aku pastinya. Aku semangatin terus pastinya,” imbuhnya. Megan merasa lega melihat Aurelie akhirnya bisa menyalurkan pengalaman pahitnya melalui sebuah karya tulis. “Aku seneng akhirnya Kak Aurelie bisa menuangkan semua di buku,” tandasnya.

Pesan Aurelie: Fokus pada Pengalaman, Bukan Menghakimi

Menanggapi ramainya spekulasi dan keterkaitan nama-nama publik figur dengan karakter dalam bukunya, Aurelie Moeremans akhirnya angkat suara. Melalui unggahan di platform Threads, ia menyampaikan pesan penting kepada warganet.

Aurelie memohon agar publik tidak melakukan bullying atau menyerang karakter-karakter yang ada di dalam buku, terutama jika spekulasi tersebut masih sebatas tebakan. Ia mengungkapkan ketidaknyamanannya melihat banyaknya asumsi dan tudingan yang diarahkan pada tokoh-tokoh dalam bukunya.

“Please. Aku mau minta satu hal notes penting soal Broken Strings,” tulis Aurelie. “Tolong jangan membully atau menyerang karakter-karakter yang ada di dalam buku, apalagi kalau itu masih sebatas tebakan-tebakan. Banyak asumsi di luar sana yang belum tentu benar, dan jujur aku ga enak bacanya,” lanjutnya, seperti dikutip pada Jumat.

Lebih lanjut, Aurelie menekankan bahwa fokus utama dari ceritanya bukanlah untuk mencari identitas individu di dunia nyata, menghakimi, apalagi mengeroyok. “Fokus dari cerita ini bukan untuk mencari siapa siapa di dunia nyata, bukan untuk menghakimi, apalagi mengeroyok,” tegasnya.

Ia berharap agar pembaca dapat lebih fokus pada esensi dari “Broken Strings”, yaitu pengalaman pribadi, luka yang mendalam, dan proses penyembuhan yang ia bagikan dengan penuh kejujuran. “Fokusnya adalah pengalaman, luka, dan proses penyembuhan yang aku bagikan dengan sangat jujur,” pungkas Aurelie Moeremans.

Pos terkait