Mengapa Hotel Mewah Suka Tingkat Hunian Rendah
Sebagian besar hotel berupaya mencapai tingkat hunian mendekati 100 persen karena hal tersebut dapat meningkatkan keuntungan. Namun, tidak demikian dengan hotel mewah. Justru sebaliknya, hotel-hotel mewah lebih suka ketika kamar-kamarnya setengah kosong. Bagi mereka, tidak ada antrean di meja concierge, kolam renang yang tenang, dan restoran yang sepi bukanlah kegagalan. Justru sebaliknya, ini menjadi bagian dari promosi masa inap yang tenang dan layanan yang prima.
Julian Brittano, pengembang hotel dan CEO The Rook Hotels dan The Cornerstone Collection, menjelaskan bahwa semakin sedikit tamu, semakin banyak waktu yang dimiliki staf untuk memberikan layanan yang dipersonalisasi dan menciptakan momen yang terasa mustahil di lingkungan yang lebih ramai. “Hotel yang setengah kosong melambangkan privilese. Dalam konteks ini, tingkat hunian yang rendah bukanlah inefisiensi — melainkan kurasi yang disengaja.”
Bagi tamu hotel, kekosongan itu menjadi bentuk eksklusivitas, dan merek memperkuat ekuitasnya dengan memenuhi janji tersebut. Minkyung Kim, asisten profesor pemasaran di Tepper School of Business, Carnegie Mellon University, menambahkan bahwa hotel-hotel mewah menerima tingkat hunian yang lebih rendah sebagai harga yang harus dibayar untuk memberikan pengalaman yang lebih tenang dan berkualitas tinggi.
Strategi Memastikan Kamar Tidak Terjual Habis
Bagi hotel mewah, tidak perlu repot membuat kamar tidak laku dengan memblokir tamu. Tamu dapat tersaring dengan sendirinya oleh harga yang tinggi. Beberapa hotel mematok harga lebih dari $1.000 per malam atau sekitar Rp 16,6 juta per malam. Biasanya, tamu yang senang kemewahan akan memesan layanan lainnya seperti restoran dan spa. Ini artinya, satu tamu kaya dapat menghasilkan pendapatan yang sama dengan tiga atau empat pelanggan kelas menengah.
“Properti yang terasa ‘terlalu ramai’ berisiko melemahkan posisinya. Properti yang mengutamakan keluasan justru memperkuat loyalitas. Dalam kemewahan, setengah kosong justru penuh makna,” kata Kim.
Kesuksesan di Pasar Amerika Serikat
Cara tersebut berhasil di Amerika Serikat berkat orang-orang yang berpenghasilan tinggi mendapatkan keuntungan dari pasar saham dan real estate. Pemesanan untuk properti mewah naik 2,5 persen year-to-date hingga September, menurut firma analitik perhotelan CoStar. Sebaliknya, permintaan untuk hotel skala bawah dan menengah sedikit lebih rendah dibandingkan tahun lalu untuk periode yang sama, menurut Wall Street Journal.
Keuntungan dari Tingkat Hunian Rendah
Dengan tingkat hunian yang rendah, hotel mewah dapat fokus pada pengalaman unik dan layanan premium yang hanya bisa diberikan dalam suasana yang tenang. Hal ini tidak hanya meningkatkan kepuasan tamu, tetapi juga memperkuat citra merek. Tamu yang datang biasanya memiliki daya beli tinggi dan cenderung bersedia membayar lebih untuk pengalaman yang tidak bisa ditemukan di tempat lain.
Selain itu, tingkat hunian yang rendah juga memungkinkan hotel untuk melakukan pemeliharaan dan perbaikan tanpa mengganggu operasional harian. Ini memastikan bahwa setiap tamu yang datang akan merasakan kualitas yang konsisten dan standar yang tinggi.
Tantangan dan Peluang
Meskipun memiliki keuntungan, hotel mewah juga menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan antara tingkat hunian dan kualitas layanan. Mereka harus terus-menerus memastikan bahwa harga yang ditawarkan sesuai dengan nilai yang diberikan. Selain itu, mereka juga perlu mempertahankan minat tamu melalui inovasi dan peningkatan layanan.
Namun, bagi hotel mewah, tingkat hunian yang rendah bukanlah ancaman, melainkan strategi yang disengaja untuk menciptakan pengalaman yang tak terlupakan. Dengan fokus pada kualitas dan eksklusivitas, mereka terus memperkuat posisi mereka di pasar yang kompetitif.





