Penyambutan Khusus untuk Menteri Kebudayaan RI di Palu
Kedatangan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. H. Fadli Zon, S.S., M.Sc., di Kota Palu pada Senin (29/12) pagi disambut dengan prosesi adat khas Sulawesi Tengah yang penuh makna dan nilai filosofis. Prosesi ini menunjukkan kekayaan budaya lokal yang masih dilestarikan hingga saat ini.
Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si., bersama Wakil Gubernur dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., secara langsung menyambut Menteri Kebudayaan RI beserta rombongan di Bandara Internasional Mutiara SIS Al-Jufri Palu. Penyambutan ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan dari pemerintah daerah kepada tamu negara.
Menteri Kebudayaan RI tiba sekitar pukul 06.11 WITA menggunakan penerbangan komersial. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, mencerminkan karakter masyarakat Sulawesi Tengah yang menjunjung tinggi nilai adat, keramahan, dan persaudaraan.
Prosesi adat dimulai dengan pemasangan Siga, penutup kepala tradisional khas Sulawesi Tengah, kepada Menteri Kebudayaan RI. Siga menjadi simbol kehormatan, kewibawaan, serta tanda bahwa tamu tersebut diterima sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat adat Sulawesi Tengah.
Dalam tradisi masyarakat Kaili, pemasangan Siga memiliki makna mendalam sebagai bentuk pengakuan bahwa tamu yang datang membawa niat baik dan dihormati setara dengan tokoh adat maupun pemimpin daerah.
Selain Menteri Kebudayaan, seluruh anggota rombongan juga dikenakan sarung khas Donggala, yang menjadi simbol kesederhanaan, kesopanan, dan identitas budaya masyarakat pesisir Sulawesi Tengah. Sarung Donggala sendiri merupakan salah satu warisan budaya lokal yang telah dikenal luas dan memiliki nilai sejarah panjang.
Penggunaannya dalam penyambutan tamu negara menjadi bentuk nyata pelestarian budaya yang masih hidup dan dijaga hingga kini. Prosesi adat ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dalam mengangkat budaya lokal sebagai bagian penting dari diplomasi budaya dan penyambutan tamu resmi negara.
Beberapa pejabat turut hadir dalam penyambutan tersebut, antara lain:
* Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah Mahfud Masuara, S.H.
* Kepala Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Prasetiyohadi, S.T., S.H., M.H.
* Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah Andi Kamal Lembah, S.H., M.Si.
* Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Drs. Arfan, M.Si.
* Unsur Forkopimda
* Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah
Menteri Kebudayaan RI dijadwalkan melaksanakan kunjungan kerja selama tiga hari, terhitung mulai 29 hingga 31 Desember 2025 di Provinsi Sulawesi Tengah. Dalam agenda kunjungannya, Menteri Kebudayaan akan mengunjungi Situs Megalitikum Lore Lindu, salah satu kawasan cagar budaya nasional yang menyimpan peninggalan sejarah peradaban kuno dan menjadi ikon kebudayaan Sulawesi Tengah.
Selain itu, Menteri Kebudayaan RI juga dijadwalkan meresmikan pembangunan laboratorium, fasilitas penyimpanan (storage), serta pusat informasi Kawasan Lore Lindu, sebagai upaya penguatan pelestarian dan penelitian budaya.
Kunjungan ini diharapkan menjadi momentum strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam menjaga, melindungi, dan mengembangkan kekayaan budaya lokal Sulawesi Tengah.
Melalui penyambutan adat yang sarat makna tersebut, Sulawesi Tengah kembali menegaskan posisinya sebagai daerah yang kaya budaya, terbuka bagi kolaborasi, serta berkomitmen kuat menjaga warisan leluhur untuk generasi mendatang.





