PT Waskita Karya Tbk (WSKT) kembali menunjukkan komitmennya dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan menyelenggarakan program mudik bersama yang merupakan bagian dari program Mudik Bersama BUMN. Pada momen Lebaran tahun ini, Waskita Karya berhasil memberangkatkan hampir 300 pemudik yang memiliki tujuan ke berbagai kota besar di Pulau Jawa, termasuk Solo, Semarang, Yogyakarta, Malang, dan Surabaya.
Ermy Puspa Yunita, selaku Sekretaris Perusahaan Waskita Karya, menjelaskan bahwa para peserta mudik kali ini tidak hanya terdiri dari pegawai Waskita Karya dan anak usahanya, tetapi juga meliputi keluarga pegawai serta masyarakat umum. Untuk memastikan kenyamanan dan keamanan perjalanan, Waskita Karya menyediakan enam unit bus sebagai moda transportasi utama. Lima unit bus dilepas secara resmi dari Gedung Waskita Karya di Jakarta, sementara satu unit bus lainnya diberangkatkan langsung dari Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.
Acara pelepasan di GBK ini turut dihadiri oleh tokoh penting, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Agus Harimurti Yudhoyono, serta Chief Operating Officer BPI Danantara yang juga menjabat sebagai Kepala BP BUMN, Dony Oskaria. Kehadiran mereka bersama perwakilan dari sekitar 66 BUMN lainnya menegaskan sinergi antar Badan Usaha Milik Negara dalam menyukseskan program mudik bersama ini.
“Bagi Waskita, penyelenggaraan program mudik gratis ini bukan semata-mata sebagai pemenuhan kewajiban, melainkan sebuah bentuk apresiasi yang tulus kepada seluruh Insan Waskita dan juga masyarakat luas yang senantiasa memberikan dukungan kepada perusahaan. Kami sangat berharap para pemudik dapat menikmati perjalanan yang aman dan nyaman hingga tiba di kampung halaman masing-masing,” ujar Ermy dalam keterangan resminya.
Manajemen Waskita Karya meyakini bahwa melalui kegiatan ini, perusahaan dapat memberikan bantuan yang berarti serta meringankan beban masyarakat yang ingin melaksanakan tradisi pulang kampung saat Lebaran. Banyak di antara mereka yang mungkin menghadapi kendala biaya transportasi atau kesulitan dalam mendapatkan tiket, terutama pada puncak arus mudik.
Mereduksi Risiko dan Emisi Karbon Melalui Mudik Bersama
Salah satu motivasi utama di balik penyelenggaraan program mudik bersama ini adalah tingginya angka pemudik yang masih menggunakan sepeda motor. Penggunaan sepeda motor untuk perjalanan jarak jauh, terutama saat mudik, memiliki tingkat kerawanan kecelakaan yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan menggunakan moda transportasi massal seperti bus.
“Agenda mudik bersama ini berangkat dari tingginya statistik pemudik yang menggunakan sepeda motor, yang memiliki kerawanan paling tinggi dibanding kendaraan seperti bus,” jelas Ermy. Dengan menyediakan alternatif transportasi yang lebih aman dan terorganisir, Waskita Karya berharap dapat secara signifikan menekan angka penggunaan kendaraan pribadi untuk mudik.
Lebih lanjut, inisiatif ini juga memiliki dampak positif terhadap lingkungan. Dengan mengurangi jumlah kendaraan pribadi yang beroperasi di jalan, program Mudik Bersama BUMN diharapkan dapat berkontribusi dalam menekan emisi karbon yang dihasilkan dari sektor transportasi. Ini sejalan dengan upaya global untuk menciptakan transportasi yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Fasilitas Lengkap untuk Kenyamanan Pemudik
Waskita Karya tidak hanya menyediakan sarana transportasi berupa bus, tetapi juga memastikan kenyamanan para pemudik selama perjalanan. Perusahaan membekali seluruh peserta dengan konsumsi yang memadai untuk dinikmati selama perjalanan. Selain itu, tim medis dan obat-obatan juga disiagakan untuk memastikan kesehatan dan keselamatan para pemudik.
“Perseroan memastikan, masyarakat yang mengikuti mudik gratis ini selalu sehat serta selamat sampai tujuan,” tegas Ermy. Komitmen ini menunjukkan bahwa Waskita Karya sangat memperhatikan aspek keselamatan dan kesejahteraan para peserta program.
Komitmen Jangka Panjang terhadap Keberlanjutan
Kegiatan mudik bersama ini merupakan salah satu wujud nyata dari komitmen PT Waskita Karya Tbk dalam mengimplementasikan prinsip-prinsip Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) secara konsisten. Melalui program-program seperti ini, Waskita Karya tidak hanya berupaya memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, tetapi juga turut mendorong terwujudnya ekonomi yang berkelanjutan di Indonesia.
Perusahaan berharap bahwa kegiatan ini dapat terus berlanjut di masa mendatang, bahkan dengan skala yang lebih besar. “Waskita berharap, tahun depan dapat memberangkatkan lebih banyak lagi pemudik,” ujar Ermy, menandakan ambisi perusahaan untuk terus berkontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan. Program ini menjadi bukti bahwa perusahaan besar dapat berperan aktif dalam menciptakan dampak sosial yang positif, mempererat tali silaturahmi antar keluarga, dan mendukung kelestarian lingkungan.





