Peningkatan Kewaspadaan Keamanan di Lapas Kalianda Jelang Nataru 2025
PESAWARAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kalianda mengambil langkah proaktif dalam memastikan keamanan dan ketertiban selama periode krusial Siaga Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Sebuah operasi penggeledahan blok hunian dilaksanakan pada Selasa malam, 30 Desember 2025, untuk mengantisipasi potensi gangguan dan menjaga stabilitas lingkungan lapas. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Lapas Kalianda, Beni Nurrahman, menegaskan keseriusan dalam menjaga situasi yang aman dan kondusif, bahkan di tengah kondisi cuaca yang tidak bersahabat seperti hujan yang turun tanpa henti.
Operasi penggeledahan ini dilakukan secara insidentil, bukan berdasarkan jadwal rutin, namun dengan perencanaan yang matang. Pelaksanaannya melibatkan personel gabungan yang terdiri dari Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP), petugas keamanan dan ketertiban (Kamtib), serta Regu Pengamanan Lapas. Untuk memperkuat jajaran pengamanan dan memberikan pengalaman praktis, beberapa taruna pemasyarakatan turut dilibatkan dalam mendukung pelaksanaan tugas penting ini. Kehadiran pimpinan tertinggi lapas di lapangan secara langsung menjadi bukti nyata bahwa pengamanan Nataru bukanlah sekadar agenda rutin, melainkan prioritas utama yang membutuhkan upaya serius untuk menjaga stabilitas lingkungan pemasyarakatan.
Penggeledahan Sistematis dan Humanis
Sasaran penggeledahan dipilih secara acak, mencakup blok hunian A, B, dan C. Pelaksanaan kegiatan yang dilakukan pada malam hari, ditambah dengan kondisi cuaca yang kurang mendukung, tidak menyurutkan semangat dan profesionalisme tim. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan tertib dan terkendali, memastikan setiap prosedur operasional standar (SOP) dijalankan dengan cermat. Prinsip kehati-hatian dan profesionalisme dijunjung tinggi oleh seluruh petugas yang terlibat, demi menjaga integritas dan efektivitas operasi.
Salah satu aspek penting yang ditekankan dalam pelaksanaan penggeledahan ini adalah pendekatan humanis dan dialogis. Petugas tidak hanya melakukan pemeriksaan fisik, tetapi juga berkomunikasi secara langsung dengan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Tujuan kegiatan dijelaskan secara transparan, dan sikap saling menghormati dijaga dengan baik. Pendekatan ini bertujuan untuk memastikan bahwa hak-hak dasar dan martabat para warga binaan tetap terjamin selama proses berlangsung. Dengan komunikasi yang baik, diharapkan tercipta suasana yang kondusif dan kooperatif, yang pada akhirnya mendukung kelancaran kegiatan dan menjaga ketenangan di dalam lapas.
Pencegahan Dini dan Komitmen Keamanan
Kepala Lapas Kalianda, Beni Nurrahman, menjelaskan bahwa penggeledahan ini merupakan bagian integral dari strategi preventif lapas. Tujuannya adalah untuk mengantisipasi segala potensi gangguan keamanan yang mungkin timbul, terutama pada momen Nataru yang secara historis kerap diwarnai peningkatan risiko.
“Penggeledahan ini bertujuan untuk memastikan situasi lapas tetap aman dan kondusif, sekaligus sebagai bentuk deteksi dini terhadap barang-barang terlarang yang berpotensi disalahgunakan,” ujar Beni. Ia menambahkan, “Namun demikian, kami tetap mengedepankan pendekatan yang humanis dan persuasif kepada warga binaan. Kami percaya bahwa keamanan dapat dicapai tanpa mengorbankan hak dan martabat mereka.”
Hasil dari penggeledahan yang telah dilaksanakan menunjukkan gambaran yang positif. Tidak ditemukan adanya barang-barang terlarang yang signifikan atau indikasi potensi gangguan keamanan yang menonjol. Para warga binaan menunjukkan sikap kooperatif selama kegiatan berlangsung, yang berkontribusi pada kelancaran proses tanpa hambatan berarti. Situasi Lapas Kalianda pasca-operasi penggeledahan terpantau aman, terkendali, dan stabil, sesuai dengan harapan dan tujuan pelaksanaan kegiatan.
Melalui inisiatif seperti ini, Lapas Kalianda secara tegas menegaskan komitmennya untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas. Upaya ini dilakukan secara seimbang dengan tetap menjalankan fungsi pembinaan terhadap warga binaan. Penguatan pengamanan selama masa Siaga Natal dan Tahun Baru ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang tidak hanya aman dan tertib, tetapi juga kondusif untuk mendukung proses pembinaan yang efektif, baik bagi warga binaan yang sedang menjalani masa hukuman maupun bagi para petugas yang menjalankan tugas mulia mereka.






