Oxford Imbang, Lewati Leicester, Tetap di Zona Merah

Oxford United Raih Hasil Imbang, Perjuangan di Zona Degradasi Semakin Sengit

Oxford United berhasil menambah perolehan poin mereka di Divisi Championship, kasta kedua sepak bola Inggris, setelah meraih hasil imbang 1-1 melawan Charlton Athletic. Pertandingan yang berlangsung di Kassam Stadium ini menjadi krusial bagi klub yang dimiliki oleh pengusaha Indonesia, Erick Thohir, dalam upaya mereka bertahan di kompetisi tersebut. Hasil imbang ini, meskipun menambah satu poin, belum sepenuhnya memuaskan bagi kubu “The U’s” yang berambisi mengamankan posisi lebih aman di papan klasemen.

Sebelumnya, Oxford United sempat menunjukkan performa menjanjikan dengan meraih tiga kemenangan beruntun di Divisi Championship. Tren positif ini tentu menjadi harapan bagi para pendukung untuk melihat tim kesayangan mereka keluar dari ancaman degradasi. Pada hari Sabtu, 14 Maret 2026, Oxford mendapat kesempatan untuk melanjutkan momentum tersebut ketika menjamu Charlton Athletic. Namun, Charlton, yang saat ini berada di peringkat 18 klasemen dan dilatih oleh mantan pelatih level Premier League, Nathan Jones, terbukti menjadi lawan yang tidak mudah dihadapi.

Pertandingan di Kassam Stadium sendiri didominasi oleh permainan tuan rumah yang diasuh oleh Matt Bloomfield. Oxford United menunjukkan inisiatif serangan dan berusaha keras untuk membongkar pertahanan lawan. Upaya mereka akhirnya membuahkan hasil ketika tim mendapatkan hadiah penalti. Ini merupakan momen yang cukup langka bagi Oxford, karena terakhir kali mereka mendapatkan hadiah tendangan dari titik putih sudah hampir dua tahun sebelumnya.

Kapten tim, Cameron Brannagan, yang dipercaya sebagai eksekutor, berhasil menjalankan tugasnya dengan baik. Tendangan penaltinya pada menit ke-57 sukses merobek jala gawang Charlton, membawa Oxford unggul 1-0. Gol ini disambut dengan sorak sorai para pendukung yang hadir, memberikan optimisme bahwa tiga poin akan mampu diamankan.

Namun, keunggulan Oxford tidak bertahan hingga peluit akhir dibunyikan. Di menit-menit akhir pertandingan, Charlton Athletic berhasil menyamakan kedudukan melalui tendangan penalti mereka sendiri. Charlie Kelman menjadi pencetak gol bagi Charlton, memastikan pertandingan berakhir dengan skor imbang 1-1.

Hasil imbang ini tentu meninggalkan rasa kekecewaan mendalam bagi pelatih Oxford United, Matt Bloomfield. Ia mengungkapkan rasa frustrasinya karena gagal membawa pulang tiga poin penuh.

Komentar Pelatih dan Dampak Klasemen

“Sangat mengecewakan tidak bisa pulang dengan 3 poin,” ujar Bloomfield kepada awak media. “Kami menunggu sangat lama untuk mendapatkan penalti, lalu kami memberi lawan satu penalti juga pada hari yang sama. Jadi kami sangat kecewa.” Keluhan sang pelatih mencerminkan betapa ketatnya persaingan di zona bawah klasemen dan betapa berharganya setiap poin yang diraih.

Dengan tambahan satu poin dari hasil imbang ini, Oxford United berhasil naik satu peringkat di klasemen Divisi Championship, menempati posisi ke-22. Saat ini, mereka mengoleksi 39 poin. Kenaikan posisi ini terjadi berkat kekalahan yang dialami oleh Leicester City dari Queens Park Rangers pada hari yang sama. Menariknya, pelatih Leicester City saat ini, Gary Rowett, merupakan sosok yang pernah menangani Oxford United di awal musim, termasuk pada ajang Piala Presiden 2025.

Posisi ke-22 merupakan langkah maju bagi Oxford, namun mereka masih berada dalam ancaman degradasi. Jarak mereka dengan posisi terakhir di zona aman hanya terpaut satu poin. West Bromwich Albion saat ini menghuni zona aman tersebut dengan raihan 40 poin. Perjuangan Oxford United untuk bertahan di Divisi Championship dipastikan akan semakin sengit hingga akhir musim.

Nasib Ole Romeny di Oxford United

Di tengah persaingan ketat di liga, nasib penyerang Timnas Indonesia, Ole Romeny, di Oxford United masih menjadi sorotan. Pemain berusia 25 tahun ini kembali tidak masuk dalam daftar skuad pertandingan. Padahal, sebelumnya Ole Romeny telah memastikan bahwa dirinya tidak mengalami cedera menjelang panggilan Timnas Indonesia. Namun, ia kini telah absen dalam tiga laga beruntun di Divisi Championship. Absennya Ole Romeny menimbulkan pertanyaan mengenai statusnya di tim dan menit bermain yang ia dapatkan di klub barunya. Para penggemar sepak bola Indonesia tentu berharap Ole Romeny dapat segera mendapatkan kesempatan untuk unjuk gigi di kasta kedua sepak bola Inggris.

Pos terkait