Pantai Barat Pangandaran Terkontaminasi Limbah Bau, Miris Anak-Anak Bermain di Alirannya

Masalah Lingkungan di Pantai Barat Pangandaran

Pantai Barat Pangandaran, yang dikenal sebagai salah satu destinasi wisata favorit di Jawa Barat, kembali menghadapi masalah lingkungan. Air limbah yang mengalir dari saluran pembuangan menuju laut terlihat mencemari kawasan tersebut, khususnya di sekitar Pos 1.

Dalam pantauan Tribun Jabar pada Sabtu (30/5/2026) pagi, aliran air keruh dan berbau tidak sedap terlihat mengalir dari saluran drainase yang mengarah ke kawasan pantai. Air tersebut bermuara langsung ke laut dan menimbulkan aroma yang menyengat di sekitar lokasi. Ironisnya, banyak wisatawan, terutama anak-anak, tampak nyaman bermain pasir dan air di sekitar aliran limbah tersebut.

Seakan-akan mereka tidak menyadari bahwa air yang mengalir berasal dari saluran pembuangan kawasan perhotelan dan permukiman. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terkait aspek kesehatan dan kenyamanan wisatawan, terutama karena Pantai Pangandaran selalu ramai pengunjung pada momen akhir pekan maupun libur panjang.

Seorang wisatawan asal Jakarta, Dea (27), mengaku awalnya mengira aliran air tersebut merupakan air bersih yang mengalir ke laut. Namun setelah mendekat, ia menyadari bahwa air tersebut berasal dari saluran pembuangan yang mengeluarkan bau tidak sedap.

“Ya kang, saya juga awalnya mengira air itu bersih. Ternyata itu saluran pembuangan dari arah hotel dan pemukiman,” ujar Dea kepada Tribun Jabar di lokasi, Sabtu pagi. Menurutnya, keberadaan air limbah yang mengalir ke kawasan wisata tentu sangat mengganggu kenyamanan pengunjung dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan. Ia pun menyayangkan belum adanya penanganan cepat dari pemerintah daerah terhadap persoalan yang sudah lama dikeluhkan wisatawan dan masyarakat.

“Harusnya cepat-cepat ditangani pemerintah, bukan hanya dilihat saja. Ini kan kawasan wisata yang jadi kebanggaan Pangandaran,” katanya.

Penjelasan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Pangandaran, Irwansyah, mengakui adanya beberapa titik saluran pembuangan limbah yang berada di kawasan Pantai Pangandaran. Menurutnya, sedikitnya terdapat empat titik saluran yang bermuara ke pantai, yakni di depan Pondok Seni, sekitar Hotel Krisna, Hotel Bumi Nusantara, dan Hotel Laut Biru.

“Ada sekitar empat titik saluran limbah, di antaranya di depan Pondok Seni, Hotel Krisna, Hotel Bumi Nusantara, dan Hotel Laut Biru,” kata Irwansyah. Saluran tersebut merupakan bagian dari sistem pembuangan dan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) milik hotel maupun restoran yang beroperasi di kawasan pantai.

Meskipun demikian, Irwansyah mengakui belum seluruh hotel dan usaha pariwisata di Pantai Pangandaran memiliki fasilitas IPAL yang memadai. “Memang belum semua hotel di Pantai Pangandaran memiliki IPAL,” ujarnya.

Keberadaan air limbah yang mengalir langsung ke kawasan pantai dinilai tak hanya berpotensi mencemari lingkungan pesisir, tapi juga dapat merusak citra Pangandaran sebagai destinasi wisata unggulan.

Harapan Masyarakat

Seorang penggiat organisasi kepemudaan di Kabupaten Pangandaran, Aprianus (33), mengatakan, persoalan limbah ini memang menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan di tengah upaya pemerintah daerah meningkatkan kunjungan wisatawan. “Apalagi kawasan Pantai Pangandaran kan pusat aktivitas wisata yang setiap hari libur selalu dipadati wisatawan,” katanya.

Ia berharap Pemda segera melakukan langkah konkret, mulai dari pengawasan terhadap sistem pembuangan limbah hotel restoran maupun pemukiman. “Ya, agar pencemaran lingkungan tidak terus terjadi dan kualitas lingkungan pantai barat Pangandaran tetap terjaga,” ucap Aprianus.

Solusi yang Diharapkan

Masalah limbah yang mengalir ke Pantai Barat Pangandaran menunjukkan pentingnya pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Beberapa solusi yang bisa dilakukan antara lain:

  • Peningkatan pengawasan terhadap hotel dan usaha pariwisata dalam menjaga kualitas IPAL
  • Pengembangan infrastruktur pengolahan limbah yang memadai
  • Edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan
  • Kerja sama antara pemerintah daerah, pengusaha, dan masyarakat untuk menjaga kualitas lingkungan pantai

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan kondisi lingkungan di Pantai Barat Pangandaran dapat diperbaiki dan tetap menjadi destinasi wisata yang menarik dan nyaman bagi pengunjung.

Pos terkait