Sensasi Melon Premium Segar dari Kebun, Harga Terjangkau

Wisata Petik Melon di Tuntang, Semarang: Pengalaman Unik dan Harga Terjangkau

Di tengah suasana yang sejuk dan nyaman, para pengunjung tampak antusias memasuki greenhouse melon milik BUMDes Tuntang Sejahtera, Kabupaten Semarang. Pada hari Minggu (24/5/2026), mereka silih berganti masuk ke dalam area yang dipenuhi dengan sulur tanaman melon yang menggantung.

Di sepanjang jalur yang disediakan, pengunjung berjalan perlahan sambil memilih buah melon yang sudah siap dipanen. Setelah memetik sendiri, mereka kemudian menimbang hasil panen tersebut sebelum melakukan pembayaran kepada pengelola BUMDes. Konsep wisata petik melon ini menjadi daya tarik tersendiri karena pengunjung bisa merasakan pengalaman langsung memanen buah melon premium dari kebun.

Erina, salah satu pengunjung, mengaku datang bersama teman-temannya untuk mencoba sensasi petik melon langsung dari kebun. Menurutnya, tempat ini sangat menarik karena suasana yang nyaman, bersih, luas, serta melon yang segar dan berkualitas.

“Jalan-jalan ke sini, petik melon langsung. Menarik karena tempatnya nyaman, bersih, luas, dan melonnya segar-segar. Bisa petik sendiri,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa harga melon di greenhouse lebih terjangkau dibandingkan harga di pasaran. Selain itu, pengunjung juga bisa memilih sendiri kualitas buah yang diinginkan sesuai dengan selera masing-masing.

Program Ketahanan Pangan Desa

Ketua BUMDes Tuntang Sejahtera, Supriyono menjelaskan bahwa kebun melon ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan yang didanai melalui dana desa. Pengembangan usaha melon dipilih setelah adanya kebijakan dari Kementerian Desa terkait program ketahanan pangan desa.

Bersama pendamping dari perguruan tinggi, BUMDes memutuskan mengembangkan dua bidang usaha, yakni budidaya melon dan lele. Greenhouse dibangun untuk mendukung budidaya melon premium yang dinilai memiliki potensi berkembang di wilayah Tuntang.

“Dari dana desa kami bangun greenhouse, lalu proses penanaman didampingi Mas Akin sebagai ahlinya, warga lokal Desa Tuntang,” jelasnya.

Supriyono menambahkan bahwa uji coba penanaman melon sudah dilakukan beberapa kali hingga akhirnya menemukan jenis melon yang cocok berkembang di wilayah Tuntang. Pada masa tanam pertama, BUMDes menanam lima jenis melon. Saat ini, masa panen kedua menggunakan jenis melon sweet hami dan lavender.

Keduanya memerlukan masa tanam sekira 70 hari. “Ini sudah sekian kali uji. Yang cocok yang kami tanam. Ini ada jenis sweet hami dan lavender,” ucapnya.

Harga Terjangkau dan Kualitas Premium

Selain mengejar keuntungan, BUMDes juga ingin masyarakat bisa menikmati melon premium dengan harga lebih terjangkau. Baik melon sweet hami maupun sweet lavender dijual dengan harga Rp25 ribu per kilogram. Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga pasar.

“Misi kami tidak hanya keuntungan mutlak. Kami ingin masyarakat Desa Tuntang bisa merasakan melon kualitas premium. Kalau di luar satu kilogram bisa Rp40 ribu, di sini cukup Rp25 ribu,” katanya.

Pengelola Greenhouse Melon BUMDes Tuntang Sejahtera, Akin Andriastomo, menyebut bahwa setiap masa panen melon menghasilkan omzet hingga puluhan juta rupiah. Greenhouse melon tersebut berdiri di atas lahan seluas sekitar 300 meter persegi dengan kapasitas mencapai 700 pohon melon.

“Omzet sampai Rp20 jutaan. Kalau dirupiahkan, hasil panennya sekitar 1 ton dikali harga jual Rp25 ribu per kilogram,” bebernya.

Fasilitas dan Pengalaman Berbeda

Selain menawarkan produk berkualitas, greenhouse ini juga memberikan pengalaman unik bagi pengunjung. Dengan konsep wisata petik, pengunjung bisa merasakan sensasi berkebun dan memanen buah langsung dari tanaman. Hal ini membuat pengunjung merasa lebih dekat dengan alam dan proses produksi tanaman.

Tidak hanya itu, pengunjung juga bisa belajar tentang cara bertani yang ramah lingkungan dan efisien. BUMDes Tuntang Sejahtera juga aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar tentang pentingnya pertanian berkelanjutan.

Dengan kombinasi antara ekonomi dan edukasi, greenhouse melon ini menjadi contoh sukses dalam pemanfaatan dana desa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan di daerah.


Pos terkait