Taman Bendera Pusaka: Ruang Hijau Baru di Jantung Jakarta Selatan, Dibuka 24 Jam
Sebuah destinasi publik baru nan modern telah hadir di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Taman Bendera Pusaka, sebuah ruang terbuka hijau seluas 5,6 hektare, resmi dibuka untuk umum mulai Minggu, 15 Maret 2026. Keistimewaan taman ini tidak hanya terletak pada luasnya, tetapi juga pada aksesibilitasnya yang 24 jam penuh, didukung oleh sistem keamanan canggih yang mencakup pengawasan CCTV.
Pembukaan taman ini menandai langkah strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam memperkaya kualitas ruang publik di ibu kota. Gubernur DKI Jakarta, dalam acara peresmian yang berlangsung Sabtu, 14 Maret 2026, menyampaikan harapannya agar taman ini menjadi sarana rekreasi dan aktivitas yang bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
Fasilitas Lengkap untuk Aktivitas Warga
Taman Bendera Pusaka dirancang untuk memenuhi berbagai kebutuhan rekreasi dan olahraga. Pengunjung dapat menikmati fasilitas yang tersedia, antara lain:
- Jogging Track: Lintasan lari sepanjang 1,2 kilometer yang mengelilingi area taman, menawarkan pemandangan yang menyegarkan.
- Lapangan Olahraga: Tersedia lapangan multifungsi yang dapat digunakan untuk berbagai cabang olahraga seperti basket, tenis, dan padel. Penggunaan lapangan padel dan tenis dapat dinikmati secara gratis dengan melakukan pendaftaran terlebih dahulu.
- Area Publik: Ruang terbuka yang luas sangat cocok untuk kegiatan santai, berkumpul bersama keluarga, atau sekadar menikmati suasana.
- Danau Buatan dan Jembatan Ikonik: Sebuah danau buatan menjadi pusat perhatian, di mana berdiri tegak Patung Fatmawati. Jembatan penghubung berwarna merah yang melintas di atas danau menjadi salah satu elemen visual yang menarik dan berpotensi menjadi ikon baru taman ini.
Penghormatan untuk Sang Penjahit Bendera Pusaka
Salah satu elemen paling signifikan dari Taman Bendera Pusaka adalah keberadaan Patung Fatmawati. Sosok pahlawan nasional yang memiliki peran krusial dalam sejarah bangsa ini diabadikan melalui sebuah patung yang menggambarkan dirinya sedang menjahit bendera Merah Putih.
Pembangunan patung ini merupakan bentuk penghargaan mendalam atas jasa Fatmawati sebagai penjahit bendera pusaka yang dikibarkan pada momen bersejarah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945. Keberadaan patung ini diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai patriotisme dan kecintaan terhadap sejarah bangsa, terutama bagi generasi muda.
Imbauan Transportasi Publik dan Aturan Penggunaan Taman
Meskipun taman ini menawarkan kenyamanan dan aksesibilitas, Gubernur DKI Jakarta mengimbau para pengunjung untuk memprioritaskan penggunaan transportasi publik. Hal ini dikarenakan kapasitas area parkir di sekitar Taman Bendera Pusaka sangat terbatas.
“Tempat parkir memang, kalau saya bilang bahwa parkir enggak bermasalah pasti saya juga bohong. Tetapi saya yakin karena ini adalah menjadi ruas utama transportasi publik di Jakarta, semua orang bisa dengan mudah sekarang ini sampai dengan ke Blok M, dan dari Blok M ke sini cukup dekat,” ujar Gubernur. Beliau menambahkan, “Sehingga dengan demikian kami mengimbau, mengharapkan orang yang akan menggunakan taman ini seyogianya lebih baik menggunakan transportasi publik, karena dari mana saja bisa. Bahwa kemudian mereka akan membawa kendaraan dan sebagainya memang ada tempat parkir, tetapi saya yakin tidak mencukupi untuk itu.”
Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa Taman Bendera Pusaka dirancang sebagai ruang publik untuk kegiatan bersama, bukan sebagai tempat untuk istirahat panjang atau tidur. Petugas keamanan yang bertugas akan mengingatkan pengunjung yang kedapatan melanggar aturan ini, demi menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama. “Jadi taman ini adalah untuk taman bersama, bukan tempat untuk tidur. Jadi kalau ada warga yang kemudian untuk tidur-tiduran dan sebagainya, ya tentunya ada sekuriti yang akan mengingatkan,” tegasnya.
Transformasi Jakarta Menuju Kota Global
Dalam pidato peresmiannya, Gubernur juga menyoroti perkembangan positif Jakarta dalam perjalanannya menuju kota global. Ia melaporkan peningkatan peringkat Jakarta dalam daftar kota dunia, dari posisi 74 menjadi 71 dari 156 kota. Peningkatan ini juga tercermin pada infrastruktur transportasi Jakarta yang kini menduduki peringkat 17 terbaik di dunia, bahkan melampaui beberapa kota besar di ASEAN seperti Manila, Bangkok, Kuala Lumpur, dan Hanoi, hanya kalah dari Singapura.
Dukungan Berbagai Pihak dan Peluang UMKM
Pembangunan Taman Bendera Pusaka merupakan hasil kolaborasi apik dari berbagai pihak, termasuk mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), para pematung, arsitek, dan seluruh kolaborator yang telah berkontribusi.
Selain menjadi ruang publik, taman ini juga diharapkan dapat memberikan peluang pengembangan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Enam unit usaha yang berlokasi di dalam taman akan dikelola oleh UMKM setempat, memberikan mereka wadah untuk berbisnis dan berkontribusi pada perekonomian lokal.
Peresmian Taman Bendera Pusaka ini dihadiri pula oleh tokoh penting seperti Presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarnoputri, yang turut menyaksikan momen bersejarah ini. Acara peresmian diawali dengan penampilan lagu kebangsaan, tarian budaya, serta pemutaran video yang mengisahkan perjuangan Fatmawati dalam menjahit bendera pusaka.
Taman Bendera Pusaka merupakan gabungan dari tiga taman yang sudah ada sebelumnya, yaitu Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser. Dengan penambahan fasilitas modern dan penataan yang apik, taman ini kini hadir sebagai wajah baru ruang terbuka hijau di Jakarta, menawarkan kombinasi keindahan alam, nilai sejarah, dan fasilitas rekreasi yang lengkap bagi masyarakat.





