Pemerintah Manfaatkan Pabrik Wilmar Produksi Beras Premium untuk Jamaah Haji 2026



JAKARTA — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa Perum Bulog akan meminjam pabrik penggilingan milik Wilmar untuk memproduksi beras khusus bagi jamaah haji Indonesia. Langkah ini dilakukan agar beras yang dikirim ke Arab Saudi memenuhi standar premium internasional.

Zulkifli menjelaskan bahwa beras yang disiapkan berasal dari beras SPHP Bulog yang kemudian diolah ulang menggunakan fasilitas penggilingan modern. Pemanfaatan pabrik Wilmar dilakukan setelah memperoleh izin dari aparat penegak hukum.

“Ini kan berasnya SPHP, tapi diolah. Ada pabrik yang disegel oleh Polri, yang Wilmar punya. Kita pinjam. Siap pinjam pakai, Bulog pinjam pakai untuk mengolah itu sehingga produksinya premium kelas satu,” kata tokoh yang akrab disapa Zulhas, di Jakarta, Senin (9/2/2026).

Kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh jamaah haji Indonesia pada musim haji 2026 menggunakan beras nasional. Pemerintah menilai Indonesia telah mencapai swasembada pangan sehingga mampu memenuhi kebutuhan beras jamaah haji di Tanah Suci.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan beras haji disiapkan dengan spesifikasi ketat. Bulog memproduksi beras dengan tingkat pecahan maksimal 5 persen dan kadar air 14 persen atau di bawahnya, sesuai permintaan pengelola dapur jemaah haji Indonesia di Arab Saudi.

“Wilmar alatnya canggih, sudah computerized, hasilnya bagus sekali. Kami sudah mendapat surat izin pinjam pakai, sehingga gabah bisa diolah menjadi beras premium dengan pecahan 5 persen dan kadar air di bawah 14 persen,” ujar Rizal.

Beras tersebut diproduksi dari gabah kering panen yang baru dipanen. Bulog memilih gabah segar untuk menjaga mutu beras, mengingat pengiriman ini menjadi pengiriman perdana beras haji Indonesia ke Arab Saudi.

Bulog merencanakan pengiriman awal beras haji pada pekan ketiga Februari 2026. Volume pengiriman sesuai permintaan mencapai 2.280 ton, dengan kesiapan pasokan hingga 3.000 ton untuk mengantisipasi kebutuhan tambahan, termasuk potensi pemanfaatan bagi jamaah umrah.

Rizal memastikan pengiriman beras haji tidak mengganggu pasokan domestik. Stok beras Bulog saat ini mencapai sekitar 3,2 juta ton, dengan target serapan 4 juta ton sepanjang 2026. Ke depan, Bulog juga menjajaki pembangunan gudang logistik di kawasan Kampung Haji, Arab Saudi, untuk mendukung distribusi beras dan komoditas pangan lain bagi jamaah Indonesia.

Tujuan Produksi Beras Haji

  • Memenuhi Standar Internasional

    Produksi beras khusus untuk jamaah haji dilakukan dengan standar premium internasional. Hal ini penting karena beras akan digunakan dalam penyajian makanan di Tanah Suci.

  • Kualitas Tinggi

    Bulog menjamin beras memiliki tingkat pecahan maksimal 5 persen dan kadar air di bawah 14 persen, sesuai dengan spesifikasi yang diperlukan oleh pengelola dapur jemaah haji.

  • Penggunaan Fasilitas Modern

    Pabrik penggilingan milik Wilmar yang memiliki teknologi canggih digunakan untuk memproses beras. Teknologi ini memastikan kualitas produk akhir tetap optimal.

Persiapan Pengiriman

  • Waktu Pengiriman Awal

    Bulog berencana melakukan pengiriman awal beras haji pada pekan ketiga Februari 2026. Ini menunjukkan rencana yang matang dalam mempersiapkan kebutuhan jamaah haji.

  • Volume Pengiriman

    Volume yang direncanakan adalah 2.280 ton, dengan kesiapan pasokan hingga 3.000 ton. Jumlah ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan tambahan jika diperlukan.

  • Fleksibilitas Pasokan

    Selain untuk jamaah haji, pasokan beras ini juga dapat dimanfaatkan untuk jamaah umrah, menunjukkan fleksibilitas dalam pengelolaan stok.

Strategi Jangka Panjang

  • Tidak Mengganggu Pasokan Domestik

    Stok beras Bulog saat ini mencapai 3,2 juta ton, dengan target serapan 4 juta ton sepanjang 2026. Hal ini menunjukkan bahwa pengiriman beras haji tidak akan mengganggu pasokan dalam negeri.

  • Pembangunan Gudang Logistik

    Bulog sedang menjajaki pembangunan gudang logistik di kawasan Kampung Haji, Arab Saudi. Proyek ini bertujuan untuk mendukung distribusi beras dan komoditas pangan lain bagi jamaah Indonesia.

Pos terkait