Pemkab Dharmasraya Gelar Pasar Murah, Beras SPHP 5 Kg Hanya Rp60 Ribu

Program Pasar Murah di Dharmasraya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya, Sumatera Barat, terus bergerak cepat dalam menjaga stabilitas ekonomi warganya. Melalui Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Kumperdag), pemerintah daerah setempat kembali menggulirkan program pasar murah. Langkah konkret ini diambil sebagai salah satu strategi andalan untuk mengendalikan laju inflasi di daerah.

Program pasar murah ini bertujuan untuk memastikan harga berbagai kebutuhan pokok di tingkat masyarakat tetap stabil dan tidak melonjak. Sebelumnya, program serupa telah sukses dilaksanakan di Nagari Koto Baru. Pelaksanaan perdana di wilayah tersebut mendapat sambutan dan antusiasme yang sangat tinggi dari warga sekitar yang merasa terbantu dengan adanya subsidi harga.

Melihat respons positif tersebut, Pemkab Dharmasraya langsung tancap gas menjadwalkan agenda berikutnya. Kali ini, giliran warga di wilayah Nagari IV Koto Pulau Punjung yang akan menjadi sasaran utama program pro-rakyat ini. Berdasarkan jadwal yang telah disusun, kegiatan pasar murah tersebut akan dipusatkan di Halaman Masjid Babussalam, Nagari IV Koto Pulau Punjung. Agenda ini siap dilaksanakan Jumat (22/5/2026).

Perlu diketahui, program pasar murah ini bukan sekadar agenda seremonial belata. Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung dari arahan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) kepada seluruh kepala daerah di Indonesia. Mendagri meminta agar jajaran pemerintah daerah aktif melakukan intervensi pasar. Intervensi ini dinilai sangat krusial untuk menekan laju inflasi nasional serta memperkuat daya beli masyarakat di tingkat bawah.

Di tingkat kabupaten, program ini juga menjadi wujud komitmen nyata dari Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani. Sang Bupati menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh kebutuhan pokok warga tetap berada dalam jangkauan yang ramah di kantong.

Kepala Dinas Kumperdag Dharmasraya, Alfiandri, memberikan penjelasan mendalam terkait persiapan agenda ini. Ia menyampaikan keterangan resminya saat berada di Pulau Punjung. Menurut Alfiandri, kesuksesan pasar murah ini tidak lepas dari sinergi lintas instansi. Pemkab Dharmasraya tidak berjalan sendiri, melainkan menggandeng sejumlah mitra strategis demi kelancaran acara.

“Pihak-pihak yang diajak berkolaborasi di antaranya adalah Bank Indonesia (BI), Perum Bulog, serta Bank Nagari,” jelasnya Kamis (21/5/2026). Ia juga mengatakan kerja sama solid ini sengaja dijalin agar pasokan bahan pokok bisa dijual dengan harga yang jauh di bawah harga pasaran normal.

Dalam pasar murah di Halaman Masjid Babussalam nanti, panitia telah menyediakan berbagai macam paket sembako dengan harga yang sangat miring. Warga dipastikan akan mendapatkan keuntungan harga yang signifikan. Sebagai gambaran, masyarakat dapat menebus beras SPHP kemasan 5 kilogram hanya dengan harga Rp 60.000 saja. Sementara untuk komoditas minyak goreng, warga cukup membayar Rp 12.000 untuk kemasan 1 liter.

Tak hanya itu, gula pasir merek Rose Brand ukuran 1 kilogram juga ikut disubsidi menjadi Rp 15.000. Bagi warga yang membutuhkan pasokan protein, telur ayam ras dijual dengan harga Rp 45.000 per satu tray. Melalui patokan harga yang serba lebih murah tersebut, Alfiandri berharap beban pengeluaran rumah tangga masyarakat Dharmasraya dapat sedikit teringankan. Di sisi lain, harga pangan di pasar tradisional juga diharapkan ikut stabil.

Oleh karena itu, Alfiandri melayangkan imbauan terbuka kepada seluruh lapisan masyarakat di Pulau Punjung dan sekitarnya. Ia meminta warga untuk tidak melewatkan kesempatan emas ini dan berbondong-bondong datang ke lokasi. Sebab, pemerintah daerah terus berkomitmen penuh untuk menghadirkan bahan pangan yang tidak hanya murah dari segi harga, tetapi juga memiliki kualitas yang sangat baik serta layak konsumsi.

Bagi warga yang berada di wilayah lain, tidak perlu berkecil hati. Pemkab Dharmasraya telah merancang program ini secara berkelanjutan agar menyentuh wilayah-wilayah kecamatan lainnya. Setelah rampung di Nagari IV Koto Pulau Punjung, estafet program pengendalian inflasi daerah ini akan bergeser ke wilayah lain. Lokasi berikutnya yang dibidik adalah Kantor Camat Sungai Rumbai. Pasar murah di wilayah Sungai Rumbai tersebut dijadwalkan akan bergulir pada hari Jumat dua pekan setelahnya.

Agenda ini sekaligus menjadi bagian panjang dari rangkaian program pengendalian inflasi daerah yang masif di sepanjang tahun ini.


Pos terkait