Kembali Jernihnya Sungai Kuantan Menjelang Festival Pacu Jalur Nasional 2026
Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby menyampaikan harapan agar aliran Sungai Kuantan kembali jernih menjelang pelaksanaan Festival Pacu Jalur Nasional 2026. Harapan ini muncul di tengah kembali maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah hulu sungai.
Menurut Suhardiman, aktivitas PETI yang kembali muncul di sepanjang aliran Sungai Kuantan menyebabkan air sungai menjadi keruh dan terjadi pendangkalan di sejumlah titik. Padahal, kondisi sungai sempat membaik dan terlihat jernih saat perhelatan Pacu Jalur 2025 lalu.
“Beberapa minggu saat Pacu Jalur tahun lalu, air Sungai Kuantan sempat jernih. Tapi sekarang kembali keruh karena aktivitas PETI di daerah hulu, termasuk wilayah Sumbar,” ujar Suhardiman, Kamis (21/5/2026).
Ia menegaskan bahwa kondisi sungai yang jernih menjadi salah satu harapan besar masyarakat Kuansing, terutama karena Sungai Kuantan merupakan urat nadi budaya Pacu Jalur yang setiap tahun menjadi perhatian nasional. Pemerintah Kabupaten Kuansing pun berharap operasi pemberantasan PETI di aliran sungai Kuantan terus diperkuat.
Hingga kini, Polda Riau bersama jajaran Polres rutin menggelar Operasi Gempur PETI di wilayah Kuansing. Namun demikian, aktivitas PETI yang masih berlangsung di daerah hulu sungai seperti Sumbar, dinilai membuat upaya penjernihan Sungai Kuantan belum maksimal. Dampaknya tidak hanya terhadap kualitas air, tetapi juga mengganggu kelestarian lingkungan dan ekosistem sungai.
Suhardiman menegaskan, seluruh camat dan pemerintah desa di daerah bantaran Sungai Kuantan diminta aktif melakukan pencegahan aktivitas PETI di wilayah masing-masing. Ia ingin ada keterlibatan bersama dalam menjaga sungai kebanggaan masyarakat Kuansing tersebut.
“Camat dan kepala desa harus ikut menjaga wilayahnya masing-masing agar tidak ada lagi aktivitas PETI yang merusak sungai,” tegasnya.
Persiapan Festival Pacu Jalur Nasional 2026
Di sisi lain, Pemkab Kuansing juga mulai mempersiapkan pelaksanaan Festival Pacu Jalur Nasional 2026 yang akan berlangsung pada 19 hingga 23 Agustus mendatang di Tepian Narosa. Pada festival tahun ini, Pemkab Kuansing berencana mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk hadir langsung di Kuansing.
Kehadiran kepala negara itu diharapkan menjadi momentum penting bagi promosi budaya dan pembangunan daerah. “Kedatangan Presiden sekaligus meresmikan Sekolah Rakyat yang pembangunannya ditargetkan tuntas paling lambat Agustus ini,” kata Suhardiman.
Festival Pacu Jalur Nasional sendiri merupakan puncak dari rangkaian pacu jalur yang sebelumnya digelar di sejumlah kecamatan di Kuansing. Setiap tahun, tradisi budaya tersebut selalu menyedot perhatian ratusan ribu pengunjung setiap harinya. “Selama lima hari festival, total 2,3 juta pengunjung. Tahun ini, kita targetkan 3 sampai 4 juta,” ujarnya.
Upaya Meningkatkan Kualitas Lingkungan
Selain persiapan festival, Pemkab Kuansing juga terus berupaya meningkatkan kualitas lingkungan sekitar Sungai Kuantan. Beberapa program pencegahan dan pembersihan sungai telah dilakukan untuk menjaga kebersihan dan kelancaran aliran air. Hal ini bertujuan agar tidak hanya menjaga estetika sungai, tetapi juga menjaga keberlanjutan ekosistem yang ada di sekitar sungai.
Pemkab juga bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk mengajak mereka berpartisipasi dalam menjaga kebersihan sungai. Berbagai kegiatan sosialisasi dan edukasi tentang dampak buruk PETI terus dilakukan guna meningkatkan kesadaran masyarakat.
Dalam waktu dekat, rencana penguatan kebijakan terkait penambangan ilegal akan terus dilakukan. Pemkab berkomitmen untuk memberikan sanksi tegas kepada pelaku PETI agar dapat menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan bersih.





